Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi X DPR RI Andreas Hugo Pareira mengapresiasi capaian atlet menembak Muhammad Sejahtera Dwi Putra yang berhasil menyumbangkan medali emas pertama bagi kontingen merah putih di ajang Asian Games 2023.
Capaian itu, menurut Andreas, membuat Indonesia menjadi negara pertama ASEAN yang memperoleh emas di kompetisi olahraga bergengsi se-Asia tersebut di tahun ini.
“Dengan medali emas pertama dari cabang menembak di hari-hari awal penyelenggaraan Asian Games 2023 akan memberi semangat dan memotivasi atlet cabang olahraga lainnya untuk berprestasi,” tutur Andreas dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (26/9).
Baca juga: Tera Sebut Sukses Raih Dua Medali Emas Asian Games karena Dekatkan Diri dengan Tuhan
Perlu diketahui, atlet menembak Muhammad Sejahtera Dwi Putra atau yang akrab disapa Tera ini meraih medali emas pertama untuk kontingen Indonesia dalam Asian Games 2023 yang digelar di Hangzhou, Tiongkok. Tera meraih prestasi tersebut setelah mencetak skor tertinggi dalam nomor 10 meter running target perorangan putra.
Tera juga berkontribusi pada kemenangan tim Indonesia dalam nomor 10 meter running target beregu. Tim Indonesia yang terdiri dari Tera, Akbar Muhammad Badri, dan Julio Irfandi berhasil meraih medali perunggu dengan total catatan 1.667.
Terhitung hingga pukul 15.25 WIB hari ini, Indonesia berada di peringkat 6 pada klasemen perolehan medali di Asian Games 2023 dengan total 9 medali, yakni 3 medali emas, 1 medali perak, dan 5 medali perunggu.
Baca juga: Harris Mengaku Sempat Ingin Berhenti Jadi Atlet Wushu
Bagi politiskus Fraksi PDI-Perjuangan itu mengatakan capaian tersebut menjadi modal berharga untuk keberhasilan Indonesia di Asian Games 2023.
“Tentunya semua rakyat Indonesia berharap kontingen garuda dapat terus mengumandangkan lagu Indonesia Raya dan mengibarkan bendera Merah Putih di posisi tertinggi pada podium Asian Games 2023 di Hangzhou,” lanjutnya.
Ia mengatakan, keberhasilan Indonesia di awal perhelatan Asian Games 2023 menjadi bukti dari kemampuan dan dedikasi tinggi yang dimiliki oleh atlet-atlet kebanggaan negara. Tidak hanya itu saja, Andreas pun menyebut, kemampuan kontingen Indonesia tidak kalah dibanding negara Asia lain.
“Mereka telah menunjukkan bahwa dengan kerja keras, tekad, dan semangat juang yang tak kenal lelah, segala sesuatu menjadi mungkin. Kemenangan ini juga menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk bermimpi, bekerja keras, dan menggapai prestasi yang tinggi dalam bidang apa pun yang mereka geluti,” imbuh Legislator dari Dapil NTT I.
Baca juga: Tera: Dua Emas untuk Keluarga dan Negara
Sebagai Anggota DPR yang membidangi urusan pemuda dan keolahragaan, ia berkomitmen akan terus mendukung upaya-upaya peningkatan prestasi atlet-atlet Indonesia. Dirinya mendorong Pemerintah untuk serius dalam melakukan pembinaan atlet di seluruh cabang olahraga.
Andreas menambahkan, ada banyak benih-benih potensial bangsa yang tersebar di berbagai bidang olah raga. Negara berkewajiban untuk mengasah talenta-talenta atlet demi nama baik Indonesia di kancah dunia.
“Perhatian yang lebih mendalam harus diberikan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan atlet. Hal ini termasuk peningkatan fasilitas olahraga, program pelatihan yang lebih baik, serta perhatian khusus terhadap aspek kesejahteraan dan pengembangan karir atlet,” papar Andreas.
Baca juga: Tim Dayung Optimistis Tambah Medali untuk Indonesia di Asian Games
Ia berharap agar tercipta kerja sama dari seluruh stakeholder dalam mendukung atlet tanah air karena pasti membuahkan hasil yang positif. Dengan menaruh kepercayaan kepada para atlet, pelatih dan tim pendukung lainnya, Andreas yakin perkembangan olah raga Indonesia di seluruh cabang akan mampu bersaing di dunia internasional.
“Kita percaya bahwa dengan kerja sama antara Pemerintah, DPR, federasi olahraga, masyarakat, dan elemen bangsa lainnya, kita dapat menciptakan lingkungan yang mendukung prestasi atlet Indonesia," ujarya.
"Selamat kepada seluruh atlet Indonesia atas capaian prestasi yang membanggakan di permulaan Asian Games ini. Semoga sukses selalu menyertai kontingen Indonesia dalam setiap langkah mereka di kancah internasional. Teruslah berjuang para garuda Indonesia,” pungkas Andreas. (RO/S-4)
usulan agar presiden dapat langsung menunjuk Kapolri tanpa persetujuan DPR RI sebagai gagasan yang masuk akal dan sejalan dengan sistem presidensial yang dianut Indonesia.
Meski penduduk Indonesia terdiri dari 50% perempuan, posisi mereka dalam politik dan pemerintahan masih jauh dari proporsional.
Persoalan yang dimaksud Puan, antara lain, perlindungan dan jaminan sosial bagi pekerja transportasi online, penanganan kejadian luar biasa penyakit campak, mitigasi dan penanganan bencana
Peneliti FormappiĀ Lucius Karus menilai DPR RI perlu bersikap bijak dalam merespons aspirasi para pendemo yang belakangan menyoroti kinerja lembaga legislatif.
10.015 pejabat di sektor eksekutif belum menyerahkan LHKPN. Lalu, sebanyak 2.941 penyelenggara negara di sektor legislatif belum menyerahkan berkas asetnya kepada KPK.
Kunjungan-kunjungan para siswa sekolah ke gedung DPRD DKI Jakarta selama ini hanya sebatas pengenalan ruang-ruang kerja anggota dewan dan penjelasan singkat mengenai fungsi legislasi.
Tim Indonesia menutup Asian Games 2022 Hangzhou dengan raihan 7 emas, 11 perak, dan 18 perunggu. Dengan hasil tersebut, Merah Putih menduduki peringkat 13 klasemen akhir.
"Harus kita akui meleset walaupun sangat sedikit, satu medali lagi dan satu peringkat lagi. Kita ada di peringkat 13 dan tujuh medali emas," kata Menpora.
Dua medali perak itu diraih tim perahu naga di nomor 500 meter putra dan putri. Kedua tim Indonesia itu kalah dari tim ruan rumah Tiongkok.
Fajar/Rian harus mengakui keunggulan ganda putra peraih medali emas Olimpiade 2020 Tokyo itu melalui dua gim langsung 19-21 dan 18-21.
Kekalahan Rinov/Tari dari pasangan Jepang Yuta Watanabe/Arisa Higashino dengan skor 17-21 dan 15-21 itu diakui akibat banyak melakukan kesalahan saat poin-poin krusial.
Di pertandingan yang berlangsung di Binjiang Gymnasium, Rabu (4/10), Fajar/Rian menundukkan pasangan asal Thailand itu dengan dua gim langsung 21-15 dan 21-15.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved