Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PP PTMSI kembali mempertanyakan langkah apa yang akan diambil Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) soal federasi tenis meja Tanah Air.
Setelah Menpora Dito Ariotedjo bertemu dengan Oegroseno selaku Ketua Umum PP PTMSI dan Peter Layardi Lay yang memimpin PB PTMSI, belum lagi ada kabar terbaru soal upaya mengakhiri polemik kepengurusan.
Oegroseno, seperti dalam keterangannya pada Jumat (11/8), mengatakan dirinya malah mendengar kabar soal Kemenpora yang memberi ruang untuk PB PTMSI terkait persiapan PON 2024 yang akan berlangsung di Aceh dan Sumatra Utara (Sumut).
Baca juga: Mengenal Macam Start Dalam Olahraga Lari
Mantan Wakapolri itu khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan di ajang empat tahunan tersebut. "Semestinya Pak Menpora jeli dan cerdas mencermati situasi yang berkembang. Jangan sampai beliau kena imbasnya," kata Oegroseno.
Namun demikian, Oegroseno masih tetap menunggu janji dan niat baik Menpora untuk menyudahi kisruh kepengurusan PTMSI.
BAca juga: Pemerintah Uji Cob Digitalisasi Perizinan Acara Olahraga dan Seni-Budaya
"Jika Menpora belum bisa menyelesaikan polemik kepengurusan PTMSI ini, sementara persiapan PON Aceh-Sumut 2024 harus jalan termasuk babak kualifikasi, diusulkan dilayangkan surat resmi kepada Panitia Besar PON untuk membentuk satuan kerja yang personelnya dari kedua belah pihak," kata Oegroseno. (Z-6)
AHLI gizi di luar negeri menekankan bahwa kurma merupakan sumber energi cepat yang nyata dan berguna dalam rutinitas makan sehari-hari.
Tak kalah mencuri perhatian, Richie Leo, pelari berusia 67 tahun, membuktikan bahwa usia bukan halangan dengan memenangkan kategori Master.
Berbeda dari konsep fun run pada umumnya, PacaRUN justru mengajak peserta untuk melambat, membuka diri, dan menikmati setiap momen.
Nutrisi olahraga menjadi faktor penting yang menentukan energi, performa, dan pemulihan tubuh saat berolahraga.
Saat skor sempat imbang 16-16, Jonatan memilih bermain lebih tenang setelah membaca kecenderungan lawan yang mulai meningkatkan serangan.
Sabar/Reza tampil kompetitif pada gim pertama. Didampingi Hendra Setiawan sebagai pelatih, mereka memanfaatkan celah permainan lawan dan menutup interval dengan keunggulan 11-9.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved