Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KIAN dilonggarkannya kegiatan masyarakat, membuat banyak event olahraga digelar secara offline. Kini lomba lari banyak digelar di sejumlah kota dan bahkan lomba lari digelar rutin.
Momen ikutan lomba lari bisa dimanfaatkan untuk mendukung gaya hidup sehat. Apalagi, olahraga lari memiliki banyak manfaat seperti menjaga kebugaran tubuh, menguatkan otot dan tulang, membantu mengelola berat badan, dan bahkan memperbaiki mood.
Umumnya, para pelari yang baru berpartisipasi untuk pertama kalinya dianjurkan untuk mengikuti lomba dengan jarak kurang lebih 10 kilometer atau 10K.
Baca juga: Ingin Lari Maraton? Jangan Lupa Pemenuhan Gizi yang Cukup
Selain disesuaikan dengan kemampuan, pemilihan jarak ini juga dapat menjadi ajang uji coba bagi untuk membiasakan diri sebelum memilih jarak yang lebih jauh, sehingga Anda dapat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti nyeri dan cedera.
Tapi kalau Anda merasa sudah sanggup untuk berlari secara konstan dengan jarak 5-8 km, ada baiknya kamu mulai menaikan jarak menjadi 10 km.
Jangan Remehkan Lari Jarak 10 KM
Tentunya jangan remehkan jarak 10 km, karena jarak tersebut hitungannya sudah lari dengan jarak jauh, tentunya ada banyak persiapan yag harus Anda siapkan untuk konstan lari di jarak 10 km.
Baca juga: Maybank Terus Dukung dan Gelar Marathon Bertahap Internasional
Dan tidak ada salahnya meningkatkan level dengan ikutan race 10K, seperti yang akan diadakan oleh Brand Salonpas yaitu, Salonpas Sport 10K RunDemi pada 16 Juli 2023 mendatang.
Mumpung masih ada persiapan sekitar sebulan, yuk simak lima hal yang harus kamu persiapkan untuk lomba lari maraton 10K pertamamu di bawah ini! Info lebih lanjut coba cek bio Instagram @salonpasletsmove
1. Latihan Rutin
Camkan dalam hati: "Kalau Latihan Enggak Pernah Bohong". Agar dapat berlari dengan lancar dan maksimal, tentunya Anda perlu melakukan latihan rutin dari jauh hari.
Bagi pelari pemula bisa mengatur pola latihan dengan membagi jadi beberapa sesi: ada sesi interval, ada sesi fartlek, dan ada sesi easy run.
Latihan rutin 4 kali seminggu cukup untuk mulai melatih otot jantung dan kemampuan endurance kamu untuk menghadapi 10K pertama Anda.
Baca juga: Mandiri Jogja Maraton 2022 Diikuti 6 Ribu Peserta dan Puluhan UMKM Lokal
Mulailah dari jarak pendek, misalnya 3 km dan bertahap tambah jarak larimu sehingga mampu melewati jarak 5K tanpa perlu effort yang berlebihan.
Ada baiknya jika kamu berlatih dengan sepatu olahraga yang akan dipakai saat ajang race nanti, sehingga kakimu sudah terbiasa dan nyaman memakainya saat hari H.
2. Mengatur Pola Makan
Mengatur pola makan adalah hal yang penting bagi setiap olahragawan, tak terkecuali para pelari maraton. Agar tubuh Anda fit, coba ubah pola makanmu dengan menu yang lebih sehat setiap harinya.
Baca juga: Ingin Coba Ikut Maraton Tahun Ini? Perhatikan Asupan Nutrisi Anda
Saat berlari, Anda akan membutuhkan banyak energi. Maka itu, pastikan untuk memenuhi kebutuhan kalori harian serta mengonsumsi makanan yang kaya gizi, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, dan makanan yang tinggi protein dan karbohidrat. Kemudian, jauhi junk food dan makanan instan sebisa mungkin!
3. Membawa Produk Untuk Mencegah Cedera Otot
Selain pemanasan dan pendinginan, saat ini para runners juga sudah lebih cerdas memilih produk yang membantu untuk sebelum, saat dan setelah berlari/berolahraga.
Salah satu produk adalah Salonpas Lets yang memiliki rangkaian lengkap dan membantu menjaga para pelari dari keram ataupun nyeri otot.
Produk ini terdiri dari Salonpas Gel yang bantu sebelum olahraga untuk mempersiapkan otot, Salonpas Jet Spray yang praktis dibawa saat olahraga dan Salonpas Cream serta Salonpas Gel Patch yang cocok digunakan setelah olahraga.
Jangan Anggap Remeh nyeri otot, segera atasi agak Anda tetap #BeUnstoppable.
4. Jangan Over Training
Latihan rutin memang penting, tapi jangan sampai Anda hingga over training, ya! Jika latihan dilakukan secara berlebihan, bisa-bisa Anda malah cedera sebelum hari H.
Karenanya, penting untuk menyusun jadwal latihan dengan tepat. Biasakan untuk beristirahat beberapa hari dalam seminggu.
Kombinasi latihan dan istirahat yang disarankan adalah 4-2, di mana Anda dapat berlatih selama 4 hari, dan kemudian istirahatkan tubuhmu selama 2 hari sebelum kembali berlatih lagi!
5. Jangan Tegang, Tidur yang Cukup
Yang terakhir, tak perlu tegang dan pastikan Anda mendapatkan tidur yang cukup sebelum hari H. Penting untuk diketahui, nyeri dan cedera bisa terjadi jika kamu merasa stres atau terlalu tegang di beberapa bagian tubuh.
Baca juga: Pelari Kenya Dominasi Podium di Kategori Marathon di MJM 2023
Bagaimanapun, manfaat terpenting dari ajang maraton adalah meningkatkan kesehatan dan kebugaran, bukan? Karena itu, usahakan untuk tidur selama 8 jam di malam sebelum event agar kamu merasa segar di pagi hari.
Jangan lupa untuk rileks dan enjoy prosesnya, sehingga Anda dapat berlari dengan nyaman dan maksimal selama acara berlangsung
Itulah lima hal penting yang perlu dipersiapkan untuk race 10K pertamamu. Bagaimana, sudah siap untuk berlari sejauh 10 kilometer tanpa nyeri dan cedera?. (RO/S-4)
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Bupati Samosir Vandiko Gultom mengusulkan peningkatan daya dukung fasilitas kesehatan di Samosir agar sejalan dengan statusnya sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Asupan energi yang seimbang di pagi hari berperan dalam mendukung proses berpikir, daya ingat, serta kesiapan fokus anak saat belajar.
Nutrisi olahraga menjadi faktor penting yang menentukan energi, performa, dan pemulihan tubuh saat berolahraga.
Orang tua disarankan lebih cermat menyiasati pemenuhan gizi anak di rumah, terutama bagi anak yang lebih menyukai susu dibandingkan makanan utama.
Anemia defisiensi besi masuk dalam kategori anemia gizi. Kondisi ini terjadi akibat asupan zat besi yang tidak mencukupi kebutuhan tubuh untuk memproduksi hemoglobin.
Kunci utama dalam menyiasati keterbatasan biaya adalah dengan mengoptimalkan bahan makanan lokal dan musiman yang lebih terjangkau.
Berbagai formula herbal dan rempah yang tersedia di dapur rumahan dapat dimanfaatkan secara efektif, baik untuk pencegahan maupun membantu proses penyembuhan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved