Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
NOVAK Djokovic memulai upayanya memecahkan rekor gelar tunggal putra Grand Slam ke-23 dengan kemenangan atas Aleksandar Kovacevic di putaran pertama Prancis Terbuka di Paris, Senin (29/5).
Djokovic, yang merupakan Juara Roland Garros dua kali, menahan kebangkitan dari lawannya asal Amerika Serikat (AS) di Court Philippe Chatrier, Paris, untuk meraih kemenangan 6-3, 6-2, dan 7-6 (7/1).
Petenis Serbia itu belum pernah kalah di pertandingan pembuka turnamen sejak Australia Terbuka 2006.
Baca juga: Medvedev Takut Terlalu Pede Jelang Prancis Terbuka
"Saya sangat termotivasi untuk bertahan di turnamen ini untuk waktu yang lama, ini baru permulaan sekarang," kata Djokovic setelah memulai turnamen Prancis Terbuka ke-19 berturut-turut, seperti disiarkan AFP.
AFP/Emmanuel DUNAND--Petenis AS Aleksandar Kovacevic
"Saya senang. Saya memulai dengan baik dan berharap bisa lebih baik lagi untuk pertandingan berikutnya," lanjutnya.
Di putaran kedua, petenis berusia 36 tahun itu akan menghadapi petenis Hungaria Marton Fucsovics, yang telah empat kali dia kalahkan dalam seluruh pertemuan antara kedua petenis.
Baca juga: Tiga Petenis Tiongkok Akhiri Penantian 86 Tahun di Prancis Terbuka
Djokovic hanya menjadi unggulan ketiga di Roland Garros tahun ini meskipun pesaing terberatnya, Rafael Nadal, tidak tampil karena cedera. Dia berada di belakang petenis nomor satu dunia Alcaraz dan Daniil Medvedev.
Djokovic memegang rekor yang sama dengan Nadal untuk gelar turnamen major, hanya selisih satu di belakang Serena Williams dengan 23 gelar, dan rekor sepanjang masa 24 gelar yang dipegang Margaret Court.
Petenis nomor 114 dunia Kovacevic, yang bermain dalam pertandingan Grand Slam pertamanya, berjuang keras tetapi tidak dapat membuat Djokovic terus berada di bawah tekanan.
Satu break pada gim keenam sudah cukup bagi bintang Serbia itu untuk merebut set pembuka, sebelum ia melaju ke set kedua.
Djokovic melakukan break untuk memulai set ketiga sebelum menyelamatkan tiga break point di gim kedua.
Kovacevic melakukan break untuk pertama kalinya dalam pertandingan tersebut untuk menyamakan kedudukan menjadi 3-3, namun segera kehilangan servis lagi.
Djokovic secara tidak biasa tersandung saat servis ketika Kovacevic memaksakan tie-break.
Namun, petenis nomor tiga dunia itu dengan cepat bangkit kembali, mendominasi break point sebelum mengakhiri perlawanan Kovacevic pada match point pertamanya untuk memenangi pertandingan. (Ant/Z-1)
Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri harus puas keluar sebagai runner up pada ajang Prancis Terbuka 2025.
Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani dihentikan ganda Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik dengan 19-21, 21-16, dan 19-21 di laga perempat final Prancis Terbuka.
Di laga perempat final Prancis Terbuka, Fajar/Fikri mengalahkan pasangan Malaysia Junaidi Arif/Roy King Yap, dengan 21-14 dan 24-22.
Indonesia tidak lagi memiliki wakil di tunggal putra.
Alwi Farhan melaju setelah menyingkirkan wakil Irlandia Nhat Nguyen lewat pertarungan tiga gim 16-21, 21-12, dan 21-17 di Glaz Arena, Cesson-Sevign, Prancis, Kamis (23/10).
Langkah Jafar/Felisha dipastikan terhenti di 16 besar Prancis Terbuka usai kalah dari ganda Thailand Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran dua gim langsung 19-21 dan 17-21
“Senang bisa kembali lagi, ini jelas lapangan favorit saya,”
Novak Djokovic, awalnya, memproyeksikan Adelaide International sebagai ajang pemanasan utama sebelum bertarung di Australia Terbuka.
“Saya tidak pernah meremehkan lawan-lawan saya. Saya punya banyak hal untuk dipertaruhkan dan dia tidak, jadi saya harus berhati hati,”
NOVAK Djokovic menandai kembalinya ke lapangan setelah tiga pekan absen dengan kemenangan meyakinkan atas Alejandro Tabilo pada babak 16 besar turnamen ATP Athena, Selasa (4/11)
Novak Djokovic dipastikan lolos ke ATP Finals 2025 ketika undian untuk turnamen ATP 500 di Basel dan Wina dirilis, dikutip dari ATP, Minggu (19/10).
Novak Djokovic masih mengejar satu gelar lagi untuk menggeser petenis Australia Margaret Court dalam perebutan gelar tunggal Grand Slam terbanyak dalam sejarah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved