Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PIALA Sudirman atau Sudirman Cup adalah kejuaraan bulu tangkis internasional untuk nomor beregu campuran yang paling bergengsi. Ajang ini mempertandingkan nomor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.
Digelar setiap dua tahun sekali, Piala Sudirman memiliki sejarah panjang sejak digelar pertama kali di Istora Senayan, Jakarta pada 1986.
Nama Sudirman sendiri diambil dari nama tokoh perbulutangkisan Indonesia, almarhum Dick Sudirman, salah satu pendiri PBSI dan dikenal juga sebagai bapak bulu tangkis Indonesia. Piala Sudirman tidak memperebutkan hadiah uang. Para pemain bertanding hanya untuk membela nama negara dan memperoleh poin peringkat BWF.
Baca juga : Tiongkok Juara Piala Sudirman untuk ke-13 Kali, Pertahankan Rekor
Sepanjang sejarahnya, cuma ada delapan negara yang mampu mencapai babak semifinal, yakni Tiongkok, Korea Selatan, Indonesia, Denmark, Jepang, Inggris, Malaysia, dan Thailand.
Tahun 1986 Indonesia
Final, Indonesia Vs Korea Selatan berakhir dengan skor 3-2
Tahun 1991 Korea Selatan
Final, Korea Selatan Vs Indonesia berakhir dengan skor 3-2
Tahun 1993 Korea Selatan
Final, Korea Selatan Vs Indonesia berakhir dengan skor 3-2
Tahun 1995 Tiongkok
Final, Tiongkok Vs Indonesia berakhir dengan skor 3-1
Tahun 1997 Tiongkok
Final, Tiongkok Vs Korea Selatan berakhir dengan skor 5-0
Tahun 1999 Tiongkok
Final, Tiongkok Vs Denmark berakhir dengan skor 3-1
Tahun 2001 Tiongkok
Final, Tiongkok Vs Indonesia berakhir dengan skor 3-1
Tahun 2003 Korea Selatan
Final, Korea Selatan Vs Tiongkok berakhir dengan skor 3-1
Tahun 2005 Tiongkok
Final, Tiongkok Vs Indonesia berakhir dengan skor 3-0
Tahun 2007 Tiongkok
Final, Tiongkok Vs Indonesia berakhir dengan skor 3-0
Tahun 2009 Tiongkok
Final, Tiongkok Vs Korea Selatan berakhir dengan skor 3-0
Tahun 2011 Tiongkok
Final, Tiongkok Vs Denmark berakhir dengan skor 3-0
Tahun 2013 Tiongkok
Final, Tiongkok Vs Korea Selatan berakhir dengan skor 3-0
Tahun 2015 Tiongkok
Final, Tiongkok Vs Jepang berakhir dengan skor 3-0
Tahun 2017 Korea Selatan
Final, Korea Selatan Vs Tiongkok berakhir dengan skor 3-2
Tahun 2019 Tiongkok
Final, Tiongkok Vs Jepang berakhir dengan skor 3-0
Tahun 2021 Tiongkok
Final, Tiongkok Vs Jepang berakhir dengan skor 3-1
Tahun 2023 Tiongkok
Final, Tiongkok Vs Korea Selatan berakhir dengan skor 3-0
Demikian informasi daftar negara-negara yang pernah menjuarai Piala Sudirman. Semoga informasi ini bermanfaat. (Z-4)
Tunggal putri bulu tangkis Indonesia Putri Kusuma Wardani naik dua peringkat ke posisi tujuh dunia setelah meraih medali perunggu Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2025.
Putri KW menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang menyumbang medali dengan meraih medali perunggu di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis.
Putri minimal sudah mengamankan medali perunggu.
Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari terhenti di babak 32 besar Kejuaraan Dunia 2025 setelah menyerah 14-21 dan 16-21 kepada pasangan Hong Kong Tang Chung Man/Tse Ying Suet.
Ganda campuran Indonesja Jafar/Felisha melaju ke 16 besar Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis usai mengelahkan pasangan Serbia Tomic/Vitman 21-19 dan 22-20.
Putri akan menghadapi Tomoka Miyazaki di babak kedua.
Jika Indonesia Arena tidak memungkinkan, pemerintah juga membuka opsi penggunaan venue alternatifuntuk Piala Sudirman dan Piala Thomas-Uber.
Indonesia memiliki rekam jejak yang baik dalam menyelenggarakan berbagai event olahraga internasional.
Hasil di Piala Sudirman 2025 bisa menjadi tolok ukur kemajuan dan proses yang sudah berada dalam jalur yang benar.
Taufik Hidayat memastikan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) bakal melakukan evaluasi atas kegagalan bulu tangkis Indonesia di Piala Sudirman 2025.
Alwi Farhan menjadi salah satu nama yang diprediksi melejit setelah tampil menawan dengan menumbangkan andalan Denmark Anders Antonsen di babak grup Piala Sudirman 2025.
Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat menekankan bahwa untuk meraih prestasi dalam sebuah turnamen, terutama di tingkat global, membutuhkan proses Panjang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved