Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Tim Repsol Honda menyatakan keberatan atas perubahan penalti yang diberikan FIM MotoGP Stewards kepada pebalap Marc Marquez. Mereka pun telah mengajukan banding atas sanksi yang diberikan.
Sanksi bagi pebalap Spanyol itu bermuara pada kecelakaan yang terjadi di GP Portugal, Minggu (26/3) lalu. Saat itu Marquez menabrak pebalap CryptoDATA RNF Miguel Oliveira dan menyebabkan keduanya harus mengakhiri balapan lebih cepat. Mereka juga mengalami cedera cukup serius.
Atas kejadian itu, FIM Stewards memutuskan untuk memberi sanksi kepada Marquez berupa dua long lap di GP Argentina. Namun, karena Marquez absen lantaran harus menjalani operasi dan pemulihan di seri kedua itu, pengadil memutuskan untuk menerapkan penalti di seri ketiga yaitu GP Amerika Serikat.
Baca juga: Penalti Marquez Baru Berlaku di GP Amerika
"Perubahan aturan yang dikeluarkan FIM pada dua hari setelah sanksi awal ditetapkan tidak sejalan dengan regulasi saat ini. Atas alasan itu, Repsol Honda bermaksud untuk menggunakan segala cara yang ditawarkan oleh peraturan yang berlaku untuk mempertahankan hak dan kepentingannya yang sah,” tulis tim Repsol Honda dalam sebuah keterangan.
“Kami telah mengajukan banding kepada FIM Appeal Stewards."
Baca juga: Cedera Parah, Miguel Oliveira Harus Absen di GP Argentina
Di sisi lain, tim CryptoDATA RNF ingin Marquez mendapat hukuman yang lebih berat atas tindakannya yang membahayakan pebalap lain di lintasan.
"Menyusul insiden sembrono dan tidak bertanggung jawab baru-baru ini yang ditampilkan oleh Marc Marquez atas Miguel Oliveira, CryptoDATA RNF mendorong hukuman yang lebih keras dan berat dari FIM Steward," kata tim satelit Aprilia itu.
Menurutnya, sanksi tegas harus diberikan supaya menjadi sebuah peringatan bagi para pebalap lain baik di MotoGP, Moto2, dan Moto3 untuk lebih bisa bertanggung jawab saat menunggangi kuda besi.
“Oleh karena itu, sangat penting bagi mereka untuk diingatkan akan beratnya hukuman untuk segala jenis balapan yang gegabah dan tidak bertanggung jawab," tandas RNF. (Ant/Z-11)
MARC Marquez memanfaatkan metode visualisasi lintasan saat tes pramusim MotoGP untuk memastikan pilihan paket aerodinamika Ducati tetap kompetitif sepanjang musim.
Performa Bagnaia sepanjang musim 2025 yang naik turun membuat posisinya di tim pabrikan Borgo Panigale mulai disorot.
Saat ini, Marc Marquez masih terikat kontrak hingga akhir 2027 bersama Ducati Lenovo. Namun, dinamika bursa transfer pembalap yang sering bergerak lebih cepat memicu berbagai spekulasi.
Marquez menilai musim 2026 akan menjadi periode yang sangat menarik bagi para penggemar balap motor kasta tertinggi ini.
Kini, Marc Marquez hanya terpaut satu gelar dari pemegang rekor sepanjang masa, Giacomo Agostini, yang mengoleksi delapan gelar juara dunia kelas utama.
Meski saat ini masih berada di puncak performa, Marc Marquez menyadari bahwa batasan tubuhnya akan menjadi penentu utama kapan ia harus gantung helm.
JUARA dunia delapan kali Marc Marquez masih berambisi dalam perebutan gelar juara dunia Moto-GP pada musim 2025.
Kabar berpisahnya Repsol dengan Honda mencuat setelah GP San Marino pada Minggu (8/9) di mana tidak ada Repsol Honda di grid.
Luca Marini gagal melakukan peningkatan besar di atas RC213V yang kurang kompetitif dibandingkan dengan para rivalnya.
Setelah tiga musim bersama Ducati, Luca Marini akan mengendarai RC213V dan memulai proses untuk membawa Honda kembali ke puncak klasemen.
LUCA Marini memuji Honda yang telah mengembangkan motor dengan mempertimbangkan masukan darinya. Tetapi ia memperingatkan bahwa Ducati masih jauh dari harapan.
PEMBALAP Marc Marquez mengakui masih melakukan adaptasi dengan motornya dan para staf di Gresini Ducati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved