Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Repsol Honda mengakhir tes pramusim MotoGP di Sepang, Malaysia, Minggu (12/1) dengan hasil yang kurang memuaskan. Marc Marquez dan Joan Mir hanya mampu mencfatatkan waktu tercepat ke-10 dan 11.
Menjalankan tes pramusim hari ketiga dengan 55 laps, juara MotoGP enam kali Marquez hanya mampu mencatatkan waktu terbaiknya dengan 1 menit 58,666 detik. Sementara Mir yang melakukan tes sebanyak 45 laps hanya mampu mencatatkan waktu putaran terbaiknya dengan 1 menit 58,784 detik.
Segala cara dilakukan tim Repsol Honda untuk mendapatkan komposisi motor terbaik bagi kedua pembalapnya itu. Bahkan tim pabrikan Jepang itu sempat meminta Marquez melakukan tes dua putaran tanpa winglet (sayap motor).
"Kami masih perlu meningkatkan banyak hal pada motor, dan kami mencoba melakukan peningkatan dijalur yang tepat. Saya rasa kami belum mencapai motor terbaik seperti apa yang kami impikan, kami membutuhkan lebih banyak waktu untuk samapi ke sana," ucap Bos Repsol Honda Alberto Puig dalam keterangan resmi, Minggu (12/2).
Meski tidak mendapatkan hasil yang baik pada tes pramusim hari terakhir, namun Puig mengaku cukup puas dengan penampilan kedua pembalapnya selama tiga hari di Malaysia. Untuk Marquez, Puig melihat penampilan pembalab Spanyol itu jauh lebih baik ketimbang tes pramusim tahun lalu. Sedangkan untuk Mir, Puig mengatakan mantan pembalap Suzuki itu menunjukkan perkembangan yang baik dengan tunggangan barunya.
"Marques benar-benar bagus, kondisinya jauh lebih baik daripada tahun lalu saat kami di sini. Dia tidak terlihat memiliki kendala (cedera lengannya), jadi saya rasa itu menjadi awal yang penting," tutur Puig.
"Kami juga melihat kemajuan dengan Joan (Mir) dia meningkatkan dan dengan cepat memahami motor. Dia mengendarai motor dengan baik sesuai dengan apa yang kami harapkan. Kita tidak bisa melupakan bahwa Joan adalah juara dunia (2020) dan alasan dia ada di sini karena itu," jelasnya.
Secara terpisah, Marquez mengaku belum menemukan bentuk motor terbaik untuk tunggangannya di musim 2023. Dia pun berharap timnya dapat segera mengevaluasi dan menciptakan motor terbaik.
"Kami butuh lebih. Kami sudah mencoba banyak hal di sini, tapi ini bukan motor pemenang. Sejujurnya, saya lebih senang dengan kondisi fisik saya ketimbang dengan motor," jelas Marquez.
Adapun pada tes pramusim hari ketiga, pembalap tim Mooney VR46 Racing Team Luca Marini berhasil mencatatkan waktu putaran tercepat dengan 1 menit 57,889 detik. Disusul Juara Dunia Moto-GP 2022 Francesco Bagnaia diposisi kedua dengan waktu putaran terbaiknya yakni 1 menit 57,969 detik. (MotoGP.com/OL-15)
JUARA dunia delapan kali Marc Marquez masih berambisi dalam perebutan gelar juara dunia Moto-GP pada musim 2025.
Kabar berpisahnya Repsol dengan Honda mencuat setelah GP San Marino pada Minggu (8/9) di mana tidak ada Repsol Honda di grid.
Luca Marini gagal melakukan peningkatan besar di atas RC213V yang kurang kompetitif dibandingkan dengan para rivalnya.
Setelah tiga musim bersama Ducati, Luca Marini akan mengendarai RC213V dan memulai proses untuk membawa Honda kembali ke puncak klasemen.
LUCA Marini memuji Honda yang telah mengembangkan motor dengan mempertimbangkan masukan darinya. Tetapi ia memperingatkan bahwa Ducati masih jauh dari harapan.
PEMBALAP Marc Marquez mengakui masih melakukan adaptasi dengan motornya dan para staf di Gresini Ducati.
MARC Marquez memanfaatkan metode visualisasi lintasan saat tes pramusim MotoGP untuk memastikan pilihan paket aerodinamika Ducati tetap kompetitif sepanjang musim.
Performa Bagnaia sepanjang musim 2025 yang naik turun membuat posisinya di tim pabrikan Borgo Panigale mulai disorot.
Saat ini, Marc Marquez masih terikat kontrak hingga akhir 2027 bersama Ducati Lenovo. Namun, dinamika bursa transfer pembalap yang sering bergerak lebih cepat memicu berbagai spekulasi.
Marquez menilai musim 2026 akan menjadi periode yang sangat menarik bagi para penggemar balap motor kasta tertinggi ini.
Kini, Marc Marquez hanya terpaut satu gelar dari pemegang rekor sepanjang masa, Giacomo Agostini, yang mengoleksi delapan gelar juara dunia kelas utama.
Meski saat ini masih berada di puncak performa, Marc Marquez menyadari bahwa batasan tubuhnya akan menjadi penentu utama kapan ia harus gantung helm.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved