Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Repsol Honda Marc Marquez mengungkapkan perjalanan panjang untuk sembuh dari cedera yang menimpanya di GP Spanyol, tiga tahun lalu.
Dikutip dari laman resmi MotoGP, Jumat (3/2), Marquez mengaku cedera yang diakibatkan kecelakaan parah saat balapan di kampung halamannya tersebut cukup mengganggu.
Ia harus menjalani perawatan hingga operasi yang membutuhkan waktu cukup lama untuk sembuh dan kembali prima.
Baca juga: Marc Marquez Gelar Latihan Pramusim Bersama Sang Adik
Kemunduran terjadi setelah GP Italia pada 2022, ketika Marquez menjalani operasi pada lengan dan bahu kanannya yang bermasalah untuk keempat kalinya, menyebabkan dia melewatkan sejumlah balapan pada musim itu.
Namun, ia menunjukkan kekuatan mental yang luar biasa dan kembali untuk enam Grand Prix terakhir, dan meraih podium di Australia.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan dirinya berlatih keras seusai kecelakaan dan proses penyembuhan.
Marquez juga mengatakan dirinya mendapatkan dukungan dari tim dan kerabat-kerabat dekatnya sebagai kekuatannya untuk sembuh.
Di sisi lain, kakak dari Alex Marquez tersebut juga tengah mempersiapkan serial dokumenternya bertajuk Marc Marquez: ALL IN, yang akan tayang di platform streaming Prime Video.
Ia mengatakan, penggemar di seluruh dunia akan dapat melihat dengan tepat apa yang diperlukan Marquez untuk memenangi delapan kejuaraan dunia dan masih memiliki rasa semangat untuk bersaing dan meraih gelar lain.
Serial dengan lima episode itu bakal tayang pada 20 Februari dan diproduksi oleh Fast Brothers bekerja sama dengan Red Bull Media House, TBS dan Dorna Sports. (Ant/OL-1)
Saat ini, Marc Marquez masih terikat kontrak hingga akhir 2027 bersama Ducati Lenovo. Namun, dinamika bursa transfer pembalap yang sering bergerak lebih cepat memicu berbagai spekulasi.
Marquez menilai musim 2026 akan menjadi periode yang sangat menarik bagi para penggemar balap motor kasta tertinggi ini.
Kini, Marc Marquez hanya terpaut satu gelar dari pemegang rekor sepanjang masa, Giacomo Agostini, yang mengoleksi delapan gelar juara dunia kelas utama.
Meski saat ini masih berada di puncak performa, Marc Marquez menyadari bahwa batasan tubuhnya akan menjadi penentu utama kapan ia harus gantung helm.
MARC Marquez dinilai memiliki bakat dan kecepatan luar biasa, tetapi tidak mempunyai daya tarik dan magis seperti Valentino Rossi.
Juara dunia MotoGP 2025 Marc Marquez mengantisipasi kemungkinan adanya penurunan performa yang bisa ia alami di musim depan meskipun baru saja mendominasi musim 2025 bersama Ducati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved