Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
ANTHONY Sinisuka Ginting mengungkap kunci kemenangannya atas rekan senegaranya Jonatan Christie pada partai pertama penyisihan World Tour Finals terletak pada kemampuannya mengatur mental dengan baik.
Menurut Ginting, saat bertemu dengan rekan senegara maka faktor mental menjadi taruhan utama karena sudah saling mengetahui teknik dan gaya permainan masing-masing selama berlatih di pelatnas.
"Kami memang sudah tahu kebiasaan masing-masing karena setiap hari berlatih bersama. Jadi tadi coba mengadu strategi saja, dari kondisi lapangan seperti apa, strategi apa yang tepat, lalu konsisten dan fokus dengan pola main itu," ungkap Ginting lewat informasi resmi PP PBSI di Jakarta, Rabu (7/12).
Pada pertandingan berdurasi 47 menit itu, Ginting menundukkan unggulan keempat dengan rubber game 6-21, 21-10, dan 21-9.
Pada gim pertama, juara Singapore Terbuka dan Hylo Terbuka itu mengaku kesulitan beradaptasi dengan kondisi lapangan yang berangin. Namun di gim kedua dan ketiga, ia mampu bangkit dengan mengubah permainan menjadi lebih sabar.
Baca juga: Gregoria Bungkam Unggulan Pertama di Awal Laga Grup
"Di gim pertama kondisi anginnya sangat kencang jadi saya tidak bisa berbuat banyak. Mungkin Jojo juga merasakan itu di gim kedua. Di sisi
lapangan itu memang harus segera menemukan strategi yang tepat. Di gim kedua dan ketiga saya bermain lebih sabar, tidak buru-buru mau mendapat poin," ujar Ginting menerangkan.
Pertemuan terakhir Ginting dengan Jonatan terjadi pada semifinal Hong Kong Terbuka 2019, yang diakhiri dengan kemenangan Ginting 22-20, 13-21, 21-18.
Pada partai kedua penyisihan Grup B, Kamis (8/12) besok, Ginting akan bertemu Chou Tien Chen yang berpredikat unggulan dua asal Taiwan. Jelang pertandingan besok, Ginting akan kembali bertumpu pada kekuatan mental dan fokus kepada diri sendiri.
"Pertandingan selanjutnya pasti juga tidak mudah, tapi saya tahun ini sudah bertemu beberapa kali dengan Chou (Tien Chen) atau Loh (Kean Yew) sehingga semua sudah sama-sama tahu kelebihan dan kebiasaannya. Sekarang fokus diri sendiri saja lalu mencoba menyiapkan strategi," kata Ginting.
Meski Jonatan menelan satu kali kali pada babak penyisihan, namun ia masih berpeluang menembus babak semifinal asalkan mampu mengalahkan Loh Kean Yew (Singapura) pada pertandingan kedua. (Ant/OL-16)
Tiwi/Fadia melaju ke semifinal Jerman Terbuka setelah sukses menundukkan wakil Hong Kong, Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan, dengan skor meyakinkan 21-15 dan 21-14
Berpasangan dengan wakil Singapura, Hee Yong Kai Terry, Gloria Emanuelle Widjaja bertekad menuntaskan ambisinya untuk naik ke podium tertinggi setelah dua kali harus puas jadi runner-up.
Apriyani/Lanny harus mengakui keunggulan wakil Jepang, Kaho Osawa/Mai Tanabe di babak 16 besar Jerman Terbuka.
Turnamen bulu tangkis tertua di dunia, All England 2026, akan menjadi panggung pembuktian bagi pebulu tangkis tunggal putra muda Indonesia, Alwi Farhan.
Di laga Jerman Terbuka, Tiwi/Fadia menundukkan wakil Denmark, Kathrine Vang/Mette Werge, dengan skor meyakinkan 21-8 dan 21-14.
Turnamen ini diikuti 518 atlet dari 28 klub, yang terdiri atas 25 klub mitra.
Jonatan Christie mengatakan evaluasi utama dari turnamen sebelumnya lebih banyak berkaitan dengan aspek nonteknis yang baru ia temui selama kariernya usai hengkang dari pelatnas.
Sabar/Reza dipastikan tampil di World Tour Finals usai mencapai semifinal Australia Terbuka.
Dejan/Gloria kalah dari wakil Malaysia Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie.
Kepastian itu didapatkan Fajar/Rian setelah wakil tuan rumah, He Ji Ting/Ren Xiang Yu memutuskan untuk mundur dari World Tour Finals, Kamis (12/12).
Gregoria Mariska Tunjung mengakui ia tidak bisa mengembangkan variasi serangan di sepanjang pertandingan, sehingga menjadi keuntungan bagi lawan.
Jonatan Christie harus menelan kekalahan dari pemain unggulan tuan rumah Shi Yu Qi melalui rubber game 16-21, 21-17, dan 8-21 di laga World Tour Finals.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved