Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Alfa Romeo Zhou Guanyu memuji teknologi halo yang menyelamatkannya dari kecelakaan horor pada seri Formula 1 GP Inggris di Sirkuit Silverstone. Meski mobilnya remuk, pembalap asal Tiongkok itu dinyatakan tak mengalami cedera serius dan kondisinya baik-baik saja.
Mobil Zhou Guanyu terguling pada tikungan pertama di Silverstone setelah bersenggolan dengan George Russell (Mercedes) dan Pierre Gasly (Alpha Tauri) lalu terseret hingga menghantam dinding ban dan pagar pembatas di pinggir trek lintasan.
Beberapa pembalap seperti Alex Albon, Sebastian Vettel, Yuki Tsunoda, dan Esteban Ocon juga terdampak ketika menghindari insiden itu. Bendera merah balapan pun sempat dikibarkan.
Zhou segera ditangani tim yang mengeluarkannya dari mobil dan dibawa ke pusat medis. Seusai menjalani pemeriksaan ia langsung diizinkan pergi dan dinyatakan tak ada cedera serius.
"Itu adalah kecelakaan besar dan saya senang saya baik-baik saja. Saya juga berterima kasih kepada FIA dan F1 atas semua pekerjaan yang telah mereka lakukan untuk meningkatkan keselamatan mobil kami. (Pelindung) halo menyelamatkan saya," imbuhnya.
Halo merupakan sistem pelindung berbentuk struktur melengkung di sekitar kokpit pembalap. Sistem itu diregulasikan oleh FIA sejak 2018.
Berkat teknologi halo, Zhou mengonfirmasi kondisinya baik-baik saja setelah kecelakaan. Ia pun turut berterima kasih kepada para marshal dan tim medis yang segera mengeluarkannya dari mobil setelah kecelakaan.
Setelah dinyatakan fit oleh tim medis FIA, dia memastikan segera kembali beraksi pada balapan putaran berikutnya di Austria pekan depan.
"Saya lebih bersemangat dari sebelumnya untuk kembali ke jalur dan melakukan apa yang saya sukai, saya fit dan saya menantikan Austria minggu depan," ujarnya.
Pada seri itu, pembalap Ferrari Carlos Sainz menorehkan catatan bersejarah tampil sebagai juara. Itu untuk pertama kalinya ia naik di podium tertinggi pada ajang F1. Kesuksesan Sainz di Silverstone juga menghentikan tren enam kali beruntun kemenangan Red Bull Racing.
"Silverstone adalah tempat spesial bagi saya. Kemenangan balapan pertama saya di F3 ada di sini dan sekarang 12 tahun kemudian saya mendapatkan hasil yang sama di F1. Ini hasil yang istimewa bagi saya," ucapnya.
Peringkat kedua di Silverstone diduduki Sergio Perez (Red Bull). Sementara itu, Lewis Hamilton (Mercedes) kembali naik podium di kandangnya. Ia mampu finis di urutan ketiga disusul Charles Leclerc (Ferrari) dan Fernando Alonso (Alpine). (OL-8)
Peluncuran identitas visual tim dilakukan secara tidak biasa, yakni melalui tayangan iklan pada ajang Super Bowl, menandai keseriusan Cadillac memasuki panggung balap Formula 1.
Pembalap Ferrari Charles Leclerc optimistis bahwa peta persaingan akan semakin merata karena setiap tim Formula 1 memulai pengembangan dari titik nol.
Pembalap Red Bull Isack Hadjar kehilangan kendali di tikungan terakhir yang sangat cepat. Mobilnya melintir dan menghantam pembatas jalan dengan bagian belakang terlebih dahulu.
Seorang juru bicara Williams menyebut bahwa absen di tes pramusim Formula 1 tersebut adalah "hasil rekayasa teknik yang lebih baik" di tengah situasi yang ada.
Setelah gagal meraih satu pun kemenangan sepanjang musim 2025, Ferrari dituntut untuk tampil kompetitif sejak balapan pembuka musim depan.
Max Verstappen kini memegang peran sebagai pilar penting tim Red Bull, dengan terlibat aktif dalam proses evolusi kendaraan, terutama menjelang perubahan regulasi besar-besaran pada 2026.
Zhou Guanyu mengaku termotivasi untuk mendapatkan poin selama balapan debutnya di Tiongkok, melalui format Sprint Race.
Bottas mengatakan ekspektasi tingginya muncul setelah tim tidak mencapai target mereka di musim lalu.
Pembalap berusia 24 tahun itu mengatakan penampilannya sepanjang 2023 juga akan menjadi pemicu semangatnya untuk tahun depan.
Zhou Guanyu akan memiliki kesempatan untuk balapan di kandang sendiri untuk pertama kalinya di F1, dengan GP Tiongkok yang kembali hadir di kalender tahun depan.
"Menjadi pembalap Formula 1 memberi saya platform yang bagus untuk memulai karier di dunia fesyen. Saya berharap bisa mendesain sesuatu di masa depan," kata Zhou.
"Yang sangat jelas, tahun lalu, saya sangat gugup dan sangat tegang. Sekarang, saya merasa sedikit lebih memahami tim dan mobil yang akan saya kemudikan di Formula 1."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved