Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
DEBUT petenis Prancis Harmony Tan di Wimbledon berlanjut ketika dia berhasil membukukan tempat pada babak keempat grand slam lapangan rumput, mengalahkan petenis Inggris Katie Boulter 6-1, 6-1 hanya dalam 51 menit, Sabtu (2/7).
Tan, yang berusia 24 tahun, membuktikan bahwa kemenangannya yang mendebarkan atas juara Wimbledon tujuh kali Serena Williams pada babak pembukaan bukanlah suatu kebetulan dan dia sekarang telah memenangi tiga pertandingan tingkat tur secara beruntun untuk pertama kalinya dalam kariernya.
"Belum, saya belum percaya -- jika saya tidur sebentar, besok mungkin saya akan percaya, tapi ini luar biasa," kata Tan, yang selanjutnya akan bertemu salah satu dari dua petenis Amerika Serikat, Coco Gauff atau Amanda Anisimova, untuk memperebutkan tempat pada perempat final, seperti dilansir Antara yang mengutip Kantor Berita Reuters.
"Saya pikir saya suka rumput, saya tidak pernah bermain di lapangan ini tetapi saya suka bermain dengan slice dan pukulan voli dan
semuanya dengan permainan saya jadi saya sangat senang."
"Itu benar-benar emosional untuk babak pertama melawan Serena dan setelah itu hanya bermain pertandingan demi pertandingan dan hari ini
bermain benar-benar bagus," lanjut Tan.
Terlepas dari dukungan penonton tuan rumah di lapangan dua, Boulter gagal melakukan perlawanan terhadap variasi pukulan Tan.
Setelah menghadapi Williams di Centre Court dalam pertandingan bak film thriller, Tan mengaku senang ditempatkan di lapangan yang lebih kecil.
Baca juga: Lolos Ke 16 Besar Wimbledon, Djokovic Merasa Semakin Prima
"Karena ketika Anda bermain sebagai orang Inggris di Centre Court, saya pikir ada banyak orang yang mendukungnya. Saya suka bermain di
lapangan kecil," kata Tan.
"Saya suka memainkan pertandingan pertama juga karena saya tidak menunggu sepanjang hari."
Setelah mematahkan servis Boulter dua kali, Tan melepaskan tiga ace pada gim servis keempatnya untuk mengamankan set pembuka dalam waktu 27 menit.
Petenis putri peringkat ke-115 asal Prancis itu mengamankan break awal lagi di set kedua, melepaskan tembakan tween untuk mematahkan servis Boulter lagi dan break ketiga menutup pertarungan tersebut.
Tan yang tersenyum lebar tidak membiarkan Boulter melihat umpannya sendiri, memukul dengan sempurna untuk membuka lapangan dan memukul 16 winner dengan hanya lima unforced error.
Permainan Tan, yang terdiri atas drop shot yang disamarkan dengan baik dan pertahanan yang tak tertembus, telah terbukti efektif melawan petenis dengan pukulan kuat di lapangan rumput.
"Ketika saya masih muda, mereka mengatakan kepada saya bahwa saya tidak bisa menjadi pemain yang benar-benar bagus dengan permainan ini, jadi itu sangat sulit bagi saya," kata Tan.
"Saya tidak mendapat bantuan, dan secara finansial itu sangat sulit. Tapi ada satu orang yang percaya pada saya. Itu (pelatih saat ini)
Nathalie Tauziat ketika saya berusia 18 tahun, dan kami berusaha dengan permainan itu," ujarnya. (S-2)
Kepastian ini muncul setelah nama Serena Williams tercatat dalam daftar pemulihan (reinstatements) International Tennis Integrity Agency (ITIA) pada Senin (9/2) waktu setempat.
Janice Tjen berhasil menundukkan petenis asal Brasil, Beatriz Haddad Maia, dengan skor telak 6-0 dan 6-1 di putaran pertama Qatar TotalEnergies Open.
JANICE Tjen harus mengubah persiapan jelang laga pembuka WTA 1000 Qatar Terbuka 2026 setelah lawannya berganti menjadi Beatriz Haddad Maia.
Pertandingan krusial Piala Davis melawan timnas Togo ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Tenis Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, mulai Sabtu (7/2).
Bertanding di International Tennis Centre, Zayed Sports City, Jumat (6/2) waktu setempat, Janice/Eala dipaksa menyerah dua set langsung dengan skor 4-6 dan 2-6.
Janice Tjen dan Alexandra Eala mengalahkan duet Zhang Shuai/Cristina Bucsa dua set langsung 6-3 dan 6-3 di perempat final Abu Dhabi Terbuka.
Boris Becker baru berusia 17 tahun, tujuh bulan, dan 15 hari ketika ia mengalahkan Kevin Curren pada 1985, menjadikannya juara tunggal putra Wimbledon termuda sepanjang masa.
Swiatek mengalahkan Guo Hanyu, petenis dari babak kualifikasi, dengan skor meyakinkan 6-3, 6-1.
Sinner memilih untuk fokus ke pemulihan cedera yang didapatnya di Wimbledon 2025.
Juara Wimbledon 2025 Jannik Sinner memberikan hadiah berupa bola tenis bertanda tangan kepada Pangeran George dan Putri Charlotte.
Carlos Alcaraz mengaku kekalahannya atas Jannik Sinner di Wimbledon memotivasinya untuk terus berkembang.
Jannik Sinner berhasil mengukir sejarah di Wimbledon setelah menundukan rivalnya Carlos Alcaraz 4-6, 6-4, 6-4, 6-4.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved