Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Yamaha Fabio Quartararo semakin memperlebar jaraknya sebagai pemuncak klasemen MotoGP berkat kemenangan dominan di Grand Prix Jerman pada Minggu (19/6).
Finis 4,939 detik di depan kompatriot senegara Johann Zarco dari tim Pramac Ducati, Quartararo meraih kemenangan ketiganya musim ini dan untuk kedua kalinya secara beruntun sejak Catalunya di saat rival utamanya pada pertarungan gelar musim lalu, Francesco Bagnaia terjatuh di awal lomba.
Dominasi Bagnaia saat latihan bebas dengan rekor lap Sachsenring dan pole position di kualifikasi tidak ada artinya ketika sang pembalap Italia tampil anti klimaks pada Minggu.
Bagnaia kehilangan posisi pimpinan lomba saat Quartararo melesat menuju tikungan pertama lap pembuka. Berupaya mengejar sang pembalap Prancis, si pembalap Ducati justru mendapati dirinya terjatuh di tikungan pertama lap keempat karena kehilangan grip ban belakang dan menjadi kegagalan finis (DNF) keempat baginya musim ini.
Rekan satu tim Bagnaia di Ducati, Jack Miller melengkapi podium meski harus menjalani penalti lap panjang karena terjatuh saat bendera kuning dikibarkan pada kualifikasi.
Aleix Espargaro, yang berupaya menebus blunder selebrasi prematur yang dia lakukan di Catalunya, harus kehilangan podium untuk kedua kalinya setelah melakukan kesalahan di tikungan pertama, membuka jalan bagi Miller yang sedang dalam mode menyerang di lap-lap terakhir.
Sang pembalap Aprilia harus puas finis keempat demi menjaga asa perburuan gelar juara dunia di peringkat dua klasemen dengan jarak 34 poin dari Quartararo.
"Saya merasa lelah. Saya sakit sepanjang akhir pekan. Di balapan saya sempat batuk-batuk," kata Quartararo yang kelelahan setelah menyelesaikan balapan sepanjang 30 lap itu.
Baca juga : Nami Matsuyama/Chiharu Shida Menangi Perang Saudara di Final Indonesia Terbuka 2022
Kemenangan itu membuat Quartararo sebagai raja baru di Sachsenring di tengah absennya Marc Marquez, juara delapan balapan MotoGP di Jerman sebelumnya, yang sedang melakukan pemulihan cedera hingga setidaknya akhir musim ini.
Itu juga menjadi kemenangan bagi Yamaha sejak Valentino Rossi memenangi GP Jerman dari pole position pada 2009 silam.
Luca Marini (VR46) dan Jorge Martin (Pramac) finis P5 dan P6 di saat duet tim KTM Factory Brad Binder dan Miguel Oliveira di P7 dan P9 mengapit Fabio Di Giannantonio dari tim Gresini.
Enea Bastianini melengkapi sepuluh besar di motor Gresini kedua.
Suzuki pulang dari Jerman dengan tangan hampa setelah satu-satunya wakil mereka di balapan, Joan Mir, terjatuh dan gagal finis, di saat Alex Rins absen untuk melanjutkan pemulihan lengannya yang cedera.
Maverick Vinales menjalani salah satu penamplan terbaiknya musim ini ketika membuntuti Espargaro untuk zona podium. Namun pebalap Aprilia bernomor 12 itu terpaksa kembali ke garasi karena mengalami masalah teknis saat sepuluh lap tersisa.
Pol Espargaro dari tim Repsol Honda juga harus menyudahi balapan lebih dini karena masalah teknis di saat dua pebalap LCR Honda, Alex Marquez dan Takaaki Nakagami terjatuh di lomba.
Sirkus MotoGP akan menyambangi Sirkuit Assen, Belanda pada pekan depan. (Ant/OL-7)
Meski sepanjang kariernya di MotoGP terbiasa dengan mesin Inline4, Quartararo membantah jika performa buruk itu disebabkan oleh proses adaptasi gaya balap.
Kabar mengenai kepindahan Fabio Quartararo mencuat setelah adanya laporan yang menyebutkan ia telah menyepakati kontrak berdurasi dua tahun bersama Honda.
Fabio Quartararo mengakui bahwa kehadiran mesin V4 membawa tantangan teknis yang sangat berbeda dibandingkan mesin inline-4 yang selama ini ia kendarai.
Pada uji coba sebelumnya di Misano, Quartararo kurang puas dengan performa V4.
Bezzecchi menjadi pembalap pertama yang menuntaskan balapan dengan keunggulan lebih dari dua detik atas Raul Fernandez di posisi kedua.
Fabio Quartararo tampil luar biasa di kualifikasi MotoGP Australia 2025. Pebalap Yamaha itu merebut pole position dengan rekor lap baru.
Performa Bagnaia sepanjang musim 2025 yang naik turun membuat posisinya di tim pabrikan Borgo Panigale mulai disorot.
Masalah utama Francesco Bagnaia sepanjang musim MotoGP 2025 lalu berakar pada ketidakcocokan antara gaya balapnya dengan karakteristik Desmosedici GP25.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Berbeda dengan Formula 1 yang memiliki serikat resmi pebalap, MotoGP hingga kini belum memiliki wadah tersebut.
Pembalap Ducati Lenovo Francesco Bagnaia menyelesaikan sesi tes ini dengan berada di posisi 10 dalam waktu 1 menit 29,731.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved