Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
FAKTOR teknis sempat diutarakan pelatih ganda putra pelatnas bulu tangkis Herry Iman Pierngadi yang menjadi kunci utama kegagalan yang dialami pasangan ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon di Olimpiade Tokyo 2020 lalu.
Kini Herry menyatakan, Kevin/Marcus harus melupakan kegagalan tersebut dan diminta untuk mengubah pola pikir mereka.
Hal ini berguna untuk menghadapi jadwal padat dalam tiga bulan mendatang, yang dimulai dengan kejuaraan bulu tangkis beregu Piala Sudirman, di Vantaa, Finlandia pada 26 September-3 Oktober mendatang.
Selain Piala Sudirman, ganda putra nomor satu dunia itu juga menjadi salah satu andalan skuat Merah Putih di Piala Thomas 2020 di Aarhus, Denmark pada 9-17 Oktober.
Setelah dua kejuaraan tersebut, pasangan yang kerap dijuluki The Minions itu juga bakal bertarung pada Denmark Terbuka, Prancis Terbuka, dan Hylo Terbuka di Jerman, selama tiga pekan berturut-turut.
Sebelumnya, Minions tersingkir di delapan besar Olimpiade Tokyo 2020, setelah dikalahkan pasangan Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik.
Pasangan Malaysia berperingkat sembilan dunia itu menyudahi perjuangan Kevin/Marcus dengan skor 14-21, 17-21. Pasangan yang sama pula yang mengakhiri perburuan medali perunggu Tokyo 2020, setelah keduanya menumbangkan ganda putra Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan 21-17, 17-21, dan 14-21.
"Gelar juara Olimpiade dan dunia memang belum didapat, tetapi ada baiknya mereka tidak terlalu menggebu-gebu. Pola pikir harus diubah, nikmati setiap momen seperti yang dilakukan Hendra/Ahsan agar beban tidak terasa terlalu berat," pesan Herry, Senin (20/9).
Di kejuaraan dunia maupun Tokyo 2020, Hendra/Ahsan meraih hasil lebih baik dari Kevin/Marcus, lantaran dinilai tidak membebani diri terlalu berat. "Pasangan 37 tahun dan 34 tahun itu selalu membawa pola pikir menikmai setiap momen yang dijalani," lanjut Herry.
Alhasil, "The Daddies" julukan Hendra/Ahsan kembali mampu menunjukkan performa yang lebih baik di Tokyo 2020, dengan menempati posisi keempat. Sementara pada tiga kejuaraan dunia terakhir, keduanya menjadi juara pada 2019, sementara "Minions" kandas di babak perempat final.
"Jika beban yang dibawa dalam setiap penampilan berkurang, siapa tahun Kevin/Marcus mendapat hasil yang lebih baik," demikian Herry. (And/Djarum Badminton/OL-09)
TIM Uber Indonesia memastikan diri lolos ke babak final Piala Uber 2024 setelah mengalahkan Korea Selatan dengan skor 3-2.
Skuad putra Indonesia akan berjumpa dengan juara Piala Thomas 2022, India, dalam pertandingan fase grup terakhir Rabu (1/5).
Ricky Soebagdja cukup puas dengan penampilan Fajar Alfian dan kawan-kawan.
TIM putra Indonesia mengawali laga pembuka di Piala Thomas 2024 dengan mulus. Menghadapi Inggris pada pertandingan pertama Grup C
TIM Piala Thomas dan Uber Indonesia menggelar latihan perdana di Chengdu Hi Tech Zone Sports Center Gymnasium hari Kamis (25/4) siang.
Kepala Bidang Bina Prestasi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Ricky Soebagdja megnaku optimistis skuad putra bisa kembali membawa pulang Piala Thomas ke Indonesia tahun ini.
Pelatih ganda campuran Rionny Mainaky menjelaskan Felisha mengeluhkan gangguan pada lengan kanannya setelah tampil pada semifinal Indonesia Masters 2026.
Bagi barisan pemain muda Indonesia, ajang Super 500 ini menjadi ujian mental yang sesungguhnya. Ainur menyoroti kiprah Joaquin/Raymond yang meski gagal meraih gelar.
BERHASIL melaju ke babak final Indonesia Masters 2026, rupanya tak membuat tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan tinggi hati. Ia mengaku tidak menyangka bisa memenangkan pertandingan.
TUNGGAL putra masa depan Indonesia, Alwi Farhan, memastikan diri melaju ke babak final turnamen bulu tangkis Indonesia Masters 2026 setelah memenangi laga semifinal.
Sebanyak enam wakil Indonesia akan kembali turun gelanggang di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Sabtu (24/1), untuk memperebutkan tiket menuju babak final.
Tiwi/Fadia gagal melaju ke semifinal Indonesia Masters setelah ditundukkan wakil Jepang, Arisa Igarashi/Miyu Takahashi, dengan skor 21-16, 11-21, dan 14-21.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved