Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi capaan sprinter Indonesia, Lalu Muhammad Zohri dan Alvin Tehupeiory, yang sudah berlaga di cabang atletik Olimpiade Tokyo 2020 meski perjuangan keduanya harus kandas dan tidak bisa melanjutkan perlombaan hingga babak semifinal.
“Saya rasa, mereka berdua sudah berjuang maksimal. Masih ada yang harus diperbaiki ke depannya tapi kita harus bersabar dan berterima kasih kepada Zohri dan Alvin yang sudah berjuang di Olimpiade.” ujar Luhut usai menonton cabang atletik nomor 100 meter putra dan putri.
Zohri, yang beraksi di Heat 4 dalam debut pertamanya di Olimpiade, Sabtu (31/7), berhasil finis di urutan kelima dengan catatan waktu 10,26 detik.
Baca juga: Nurul Akmal Ditarget Mencapai Angkatan Terbaiknya
Catatan waktu itu masih di bawah prestasi terbaiknya yaitu 10,03 detik yang diraih pada kejuaraan Seiko Golden Grand Prix 2019.
Namun, capaian itu cukup memuaskan, mengingat selama dua tahun terakhir Zohri hanya bertanding satu kali akibat operasi lutut dan pandemi covid-19 yang membatalkan banyak kompetisi.
Luhut mengaku puas melihat penampilan juara dunia U-20 di Finlandia 2018 itu.
Zohri finis di urutan ke-5 di belakang pelari lainnya. Catatan waktu 10,26 detik miliknya menjadi season best Zohri setelah sebelumnya mencatat waktu 10,34 di Tokyo, April lalu
Walaupun Zohri sempat merasa belum maksimal karena faktor mental dan masalah starting blok, hal itu dijadikan pelajaran baginya untuk ke depan.
Dalam perlombaan, sprinter Jepang Koike Yuki (10,22 detik) menyusul di urutan ke-4 dan lainnya, Jason Rogers dari Saint Kitts and Nevis (10,21 detik), Su Bingtian dari Tiongkok (10,05 detik) dan sprinter Afrika Selatan Gift Leotlela (10.04 detik) sebagai pemimpin teratas.
“Saya yakin Zohri akan semakin baik. Usianya baru 21. Kita proyeksikan dia ke Olimpiade 2024 di Paris,” tegas Luhut.
Sementara itu, Alvin Tehupeiory mengikuti Olimpiade Tokyo sebagai pengisi Universality Quota sehingga harus mengikuti babak penyisihan pendahuluan (preliminary) yang berlangsung sehari sebelumnya, Jumat (30/7).
Di heat 3, Alvin berhasil finis di urutan ketiga dengan catatan waktu 11,89 detik di belakang Joella Lloyd dari Antigua (11,55 detik) dan Asimenye Simwaka dari Malawi (11,76 detik) dan lolos ke babak utama.
Dalam babak utama, Alvin finis di urutan terakhir dengan catatan waktu 11,92 detik. Ketiadaan kompetisi selama 1,5 tahun terakhir juga berpengaruh pada penampilan Alvin. Luhut mengatakan, tanpa uji coba, PB PASI tidak bisa melakukan evaluasi.
Luhut juga menyampaikan bahwa PB PASI akan segera menyiapkan atlet-atlet terbaik Indonesia untuk kompetisi-kompetisi terdekat tahun depan seperti Kejuaraan Dunia di Amerika Serikat dan Asian Games di Tiongkok.
“Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan bahwa persiapan dapat dilakukan sedini mungkin. Saya yakin Indonesia pasti tidak akan kekurangan atlet atletik berbakat. Sehingga perlu segera disiapkan dan saya akan mendukung penuh atlet-atlet kita.” pungkasnya. (OL-1)
Emilia Nova akhirnya kembali tampil di SEA Games setelah hampir tiga tahun menepi karena cedera lutut yang memaksanya menjalani dua kali operasi.
Seluruh hasil lelang jersei Robi Syianturi yang digunakan di SEA Games 2025 disumbangkan untuk membantu korban bencana alam di Sumatra.
Emilia Nova tidak hanya berhasil merebut medali emas di nomor heptathlon (tujuh lomba), tetapi juga memecahkan rekor nasional yang telah bertahan selama delapan tahun.
Kemenpora menyebut target atletik di SEA Games tahun ini empat emas.
Hendro Yap sukses merebut medali emas dari nomor jalan cepat putra 20 km yang digelar di Run Happy and Healthy Bike Lane, Bangkok, Minggu (14/12).
Robi Syianturi mencatatkan waktu impresif 2 jam 27 menit 33 detik, meninggalkan jauh para pesaingnya di nomor maraton SEA Games 2025.
Indonesia juga mendorong agar SEA Games lebih memprioritaskan Olympic Number.
Strategi memisahkan kedua lifter ini dinilai sebagai langkah taktis untuk memaksimalkan potensi dua medali emas sekaligus.
Olimpiade musim dingin 2026 sendiri akan berlangsung mulai 6 hingga 22 Februari.
Syerina, yang baru pertama kali turun di kelas 70 kg, menyumbangkan satu dari total empat medali emas yang berhasil dikoleksi kontingen Merah Putih dari cabang judo.
Janice Tjen, yang berusia 23 tahun, kata dia, saat ini, merupakan petenis peringkat ke-53 dunia dan punya mimpi besar untuk terus meraih prestasi dari cabang olahraga tenis.
Dengan waktu persiapan yang makin singkat, PABSI kini menyiapkan strategi pembinaan agar para lifter Indonesia bisa berangkat ke Olimpiade Los Angeles 2028.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved