Selasa 27 Juli 2021, 05:44 WIB

Diaz Ungkap Pengorbanan untuk Raih Medali Emas Olimpiade Pertama untuk Filipina

Basuki Eka Purnama | Olahraga
Diaz Ungkap Pengorbanan untuk Raih Medali Emas Olimpiade Pertama untuk Filipina

AFP/Vincenzo PINTO
Lifter Filipina Hidilyn Diaz

 

LIFTER Hidilyn Diaz kini bisa melupakan puluhan tahun pengorbanan, latihan, dan diet yang mengantarkannya menjadi peraih medali emas Olimpiade pertama sepanjang sejarah Filipina dengan makan cheesecake dan bobba.

"Iya, saya akan makan besar malam ini," ujar Diaz sembari tersenyum ketika ditanya rencananya setelah meraih medali emas Olimpiade Tokto 2020 dengan mengalahkan pemegang rekor dunia asal Tiongkok di nomor 55 kilogram putri, medali emas pertama Filipina dalam 97 tahun keikutsertaan negara Asia Tenggara itu.

"Selama ini, saya berkorban dengan tidak makan makanan yang saya sukai. Karenanya, kali ini, saya akan merayakan bersama tim saya. Saya bersyukur bisa bebas makan apa saja saat ini," ujar lifter berusia 30 tahun itu.

Baca juga: Perenang Rusia Kritik Penyelenggaraan Olimpiade 2020

Diaz sebelumny telah memastikan diri menjadi atlet kebanggaan Filipina, sejajar dengan Manny Pacquiano, setelah menjadi satu-satunya atlet putri yang memenangkan medali Olimpiade setelah meraih medali perak di Olimpiade Rio di kelas 53 kilogram, lima tahun lalu.

Medali perak itu mengakhiri 20 tahun puasa medali bagi negara yang telah ambil bagian dalam Olimpiade sejak 1924 di Paris.

Diaz bertekad keras menjadikan medali perak di Rio menjadi emas di Tokyo dengan merekrut pelatih asal Tiongkok Gao Kaiwen, dua bulan sebelum dia memenangkan emas pertama angkat besi untuk Filipina di Asian Games di Jakarta, 2018 lalu.

"Gao membawa perubahan dalam angkatan saya," ujar Diaz. "Dia adalah orang yang positif dan saya senang dilatih olehnya.

Gao telah banyak mempersembahkan medali Olimpiade untuk Tiongkok termasuk medali emas Olimpiade 2012 untuk lifter putri Zhou Lulu.

Pengalaman Gao terbukti sangat berharga bagi Diaz. Personel Angkatan Udara Filipina itu langsung menjadi ancaman di dunia angkat besi setelah gagal naik podium di dua Olimpiade pertamanya, di Beijing dan London.

Gao memperkenalkan rutin baru dan angkatan yang lebih berat saat latihan untuk Diaz.

Diaz mengangkat 92 kilogram di angkatan snatch dan 115 kilogran di angkatan clean jerk untuk meraih medali emas Asian Games, lebih berat 7 kilogram dari angkatan yang membuat meraih perak di Olimpiade.

Pada Senin (26/7), Diaz mengangkat 97 kilogram di angkatan snatch dan 127 kilogram di angkatan clean and jerk. (AFP/OL-1)

 

Baca Juga

Dok Kolektibel

IBL 2022 Telah Bergulir, Kolektibel Serahkan Revival Shoot NFT

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 18 Januari 2022, 15:42 WIB
Hari bersejarah bagi basket Indonesia akhirnya tiba. Indonesia Basketball League (IBL) resmi bergulir di Hall Basket Senayan, Jakarta, pada...
 Andy Lyons/Getty Images/AFP

Kyrie Irving Tetap Konsisten Menolak Vaksinasi

👤Ilham Ananditya 🕔Selasa 18 Januari 2022, 14:32 WIB
Ia tetap menekankan berulang kali 'menolak' keputusan divaksinasi sesuai mandat pemerintah New York, tempat markas Brooklyn Nets...
Kevin C. Cox/Getty Images/AFP

Milwaukee Bucks Kalah dari Hawks di Laga Tandang

👤Ilham Ananditya 🕔Selasa 18 Januari 2022, 13:38 WIB
Kemenangan Hawks ini sekaligus memberi kekalahan beruntun kedua bagi Bucks di State Farm Arena, Atlanta pada Senin (17/1) malam...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya