Sabtu 24 Juli 2021, 23:30 WIB

WHO dan IPC Perhatikan Nasib Disabilitas dalam Bidang Olahraga

Lidya Tannia Bangguna | Olahraga
WHO dan IPC Perhatikan Nasib Disabilitas dalam Bidang Olahraga

ANTARA
Siswa Tamirul Islam mewawancarai atlet National Paralympic Committee (NPC).

KOMITE Paralimpik Internasional, Organisasi Kesehatan Dunia menandatangani nota kesepahaman untuk bekerja sama dalam mempromosikan keragaman dan kesetaraan dalam kesehatan dan olahraga

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Komite Paralimpik Internasional (IPC) pada Kamis (22/7) menandatangani kesepakatan untuk bekerja sama untuk mendorong keragaman dan kesetaraan melalui inisiatif global yang mempromosikan kesehatan dan olahraga untuk semua orang.

Baca juga: Tim Panahan Indonesia Kandas Dari Turki di Perdelapan Final

Kedua mitra tersebut akan berkolaborasi untuk meningkatkan akses global ke rehabilitasi berkualitas dan teknologi bantu sebagai bagian dari cakupan kesehatan universal.

“Olahraga dan kesehatan adalah sekutu alami, dengan manfaat yang saling menguatkan,” kata Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO. 

“Lebih dari itu, Paralympic Games adalah pernyataan inspiratif tentang apa yang dapat dicapai penyandang disabilitas. Kami berharap kemitraan antara WHO dan IPC ini akan menyediakan platform bagi lebih banyak penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam olahraga, tetapi juga untuk menunjukkan mengapa cakupan kesehatan universal sangat penting, dengan memastikan semua orang memiliki perawatan dan teknologi yang mereka butuhkan untuk memenuhi potensi mereka.,” tambahnya.

Andrew Parsons, Presiden IPC, mengatakan: “Kemitraan baru ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat, karena olahraga adalah alat yang luar biasa untuk memastikan orang menjalani gaya hidup aktif dan sehat. Kemitraan IPC dengan WHO lebih dari sekadar mempromosikan gaya hidup fisik dan sehat dan juga akan berfokus pada menyoroti peran yang dimainkan oleh teknologi bantu dalam penciptaan dunia yang inklusif, terutama bagi lebih dari 1 miliar penyandang disabilitas.”

Mr Parsons dan Dr Tedros menandatangani MOU di Tokyo. Paralympic Games akan dimulai pada 24 Agustus dan berakhir pada 5 September.

Disabilitas adalah masalah kesehatan masyarakat global tetapi dengan prevalensi yang lebih tinggi di negara-negara berpenghasilan rendah dengan akses yang lebih sedikit ke perawatan kesehatan dan teknologi bantu. 

Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan sekitar 15% populasi dunia hidup dengan disabilitas dan jumlah ini terus bertambah karena perubahan demografis termasuk penuaan populasi dan peningkatan global dalam kondisi kesehatan kronis. 

Hanya 1 dari 2 penyandang disabilitas yang mampu membayar perawatan kesehatan, termasuk layanan rehabilitasi; dan 1 dari 10 memiliki akses ke teknologi bantuan yang mengubah hidup. (OL-6)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Biro Pers Setpres/Lukas

Presiden Jokowi: Prestasi Atlet Paralimpiade Turut Pacu Prestasi Atlet Lain

👤 Ilham Ananditya 🕔Jumat 17 September 2021, 17:14 WIB
Pemerintah memberikan penghargaan berupa bonus. Peraih medali emas mendapatkan bonus sebesar Rp5,5 miliar, peraih medali perak Rp2,5...
Dok. Biro Pers Setpres

Jokowi Dapat Hadiah Raket dari Peraih Emas Paralimpiade

👤Andhika Prasetyo 🕔Jumat 17 September 2021, 16:36 WIB
Lalu sebagai gantinya, Kepala Negara menandatangani raket lain milik atlet bulu tangkis peraih emas Paralimpiade Tokyo 2020,...
ANTARA FOTO/Biro Pers Setpres/Lukas

Leani, Peraih 2 Medali Emas dan 1 Perak dapat Bonus Rp13,5 miliar

👤Mediaindonesia 🕔Jumat 17 September 2021, 14:29 WIB
Bonus tersebut diserahkan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, hari ini, dalam acara penerimaan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Siap Bawa Pulang Piala Sudirman

 Terdapat empat pemain muda yang diharapkan mampu membuat kejutan di Finlandia.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya