Sabtu 24 Juli 2021, 22:17 WIB

Tim Panahan Indonesia Kandas Dari Turki di Perdelapan Final

Ilham Ananditya | Olahraga
Tim Panahan Indonesia Kandas Dari Turki di Perdelapan Final

NOC Indonesia
Ega Agatha Salsabilla dan Diananda Choirunisa

 

PANAHAN Indonesia untuk nomor regu campuran yang diwakili Riau Ega Agatha Salsabilla dan Diananda Choirunisa harus kandas melaju ke semifinal seusai dikalahkan pasangan Turki, Mete Gazoz/Yasemin Anagoz dalam babak perempat final nomor beregu campuran, Sabtu (24/7).

Menurut catatan resmi Olimpiade, pasangan Riau Ega/Diananda sebelumnya berhasil melangkah untuk melawan Turki, dengan mengalahkan pasangan terbaik kedua di nomor regu campuran Amerika Serikat dengan skor 5-4.

Namun pertandingan yang diadakan di Yumenoshima Ranking Field, Tokyo, pasangan Riau Ega/Diananda kalah telak dengan skor 2-6 dari pasangan Turki.

Mulanya, pasangan Indonesia berhasil mengamankan set pertama dengan skor 35-34 untuk unggul 2-0. Namun keunggulan itu tak mampu dijaga hingga akhir laga sehingga Indonesia pun gagal melangkah ke semifinal dan harus mengubur harapan meraih medali dari nomor beregu.

“Tadi kami sudah mencoba semaksimal mungkin untuk menentukan arah angin, dan pada saat menembak sempat tidak ada angin. Tapi saat sudah melepas anak panah, angin bertiup di tengah, sehingga arahnya belok." ujar Ega usai pertandingan.

"Kami mau memperbaiki tapi sudah ketinggalan cukup jauh. Semoga bisa tampil lebih baik lagi di nomor berikutnya,” tambah Riau Ega.

Bidikan panah atlet panah Turki lebih sering mengenai sasaran tengah atau biasa disebut bullseye. Dan pasangan Riau Ega/Diananda mengakui kekalahan pada tiga set dengan skor 35-38, 35-36, 33-35.

Evaluasi juga datang dari pelatih Lilies Handayani. Peraih medali perak Olimpiade Seoul 1988 ini mengatakan sebenarnya mereka optimis dan para atlet sudah melihat arah angin.

“Masih kurang detil. Angin yang sekarang berbeda dari tiupan angin kemarin. Sebelumnya angin dari titik target dan sisi. Sekarang, angin di target tidak ada. Jadi kita terkecoh.” kata Lilies menjelaskan.

Meski demikian, kesempatan meraih medali Olimpiade Tokyo masih terbuka bagi tim panahan Indonesia, untuk nomor perorangan dan beregu putra.

“Untuk individual saya tetap optimis. Setelah ini, kami akan berlatih lagi agar bisa memperkecil kesalahan di nomor berikutnya. Kami juga harus lebih teliti melihat arah angin.” ujarnya.

Tim panahan Indonesia sebelumnya tampil secara mengejutkan dengan berhasil menyingkirkan pemanah nomor satu dunia, Brady Ellison asal Amerika Serikat yang dipasangkan dengan MacKenzie Brown di babak 16 besar yang berlangsung Sabtu pagi.

Sebelum melaju ke babak eliminasi, Indonesia hanya menempati posisi ke-15 dari 16 negara yang lolos dengan mencatatkan 1.297 poin, sedangkan AS berada di peringkat kedua dengan total 1.350 poin.

Diananda akan mengawali babak pertama nomor perorangan melawan atet Denmark, Maja Jager pada Kamis (29/7) depan, sementara Riau Ega menghadapi David Barnes asal Australia dan Bagas Prastyadi melawan Taylor Worth asal Australia pada hari yang sama. Sebelumnya, Arif Dwi Pangestu akan menghadapi Florian Unruh dari Jerman pada Selasa (27/7). (OL-8)

 

Baca Juga

Antara

Langkah Gregoria Mariska Terhenti di Denmark Open

👤Ant 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 23:29 WIB
Akibat kekalahan Gregoria ini maka Indonesia tidak lagi mempunyai wakil tunggal putri tersisa di Denmark...
AFP

Fajar/Rian Melangkah Ke Babak Delapan Besar Denmark Terbuka 2021

👤Widhoroso 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 23:27 WIB
PASANGAN ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto lolos ke babak delapan besar Denmark Terbuka 2021 yang berlangsung di Odense Sport...
AFP

LADI Tunggak Biaya Uji Sampel Doping Ke Laboratorium Qatar

👤Widhoroso 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 23:08 WIB
Sekjen KOI Ferry J Kono mengatakan pihaknya mulai menemukan titik terang terkait sanksi yang dijatuhkan Badan Anti-Doping Dunia (WADA)...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Sukses PON Papua 2021 Pemerataan Pembinaan di Seluruh Pelosok Negeri

Sukses prestasi ditandai dengan tercipta banyak rekor meski penyelenggaraan multiajang olahraga terakbar Tanah Air itu digelar di masa pandemi covid-19.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya