Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
TURNAMEN Grand Slam lapangan rumput Wimbledon akan segera memainkan pertandingan final untuk nomor tunggal putra pada Minggu, (11/7) waktu setempat.
Kembali menggelar turnamen setelah absen pada musim 2020 akibat pandemi covid-19, juara bertahan Novak Djokovic dan petenis Italia Matteo Berrettini bersiap memperebutkan gelar juara Wimbledon musim ini.
Djokovic yang tengah mencoba mempertahankan gelar juaranya setelah kesuksesannya di Centre Court pada 2019 lalu, saat ini dia juga tengah mengincar gelar grand slam ke-20 kalinya untuk menyamai rekor 20 gelar grand slam milik Roger Federer dan Rafael Nadal, dan dia mengatakan kemenangn di final Wimbledon berarti segalanya untuknya.
"Itu (gelar juara) akan berarti segalanya untuk saya. Itu sebabnya aku berada di sini, itu sebabnya saya bermain di sini. Saya telah membayangkan diri saya berada di posisi untuk memperebutkan gelar grand slam ini sebelum datang ke London, dan sekarang saya mebempatkan diri saya di posisi yang sangat bagus," ucap Djokovic dikutip dari ATPtour, Sabtu, (10/7).
"Apapun mungkin akan terjadi di final. Jelas pengalaman ada di pihak saya. Tapi Berrettini telah memenangkan banyak pertandingan di lapangan rumput tahun ini, dia juga telah memenangkan (turnamen) Queen's," imbuhnya.
Melaju ke babak final setelah menumbangkan petenis Kanada Denis Shapovalov di semifinal dengan kemenangan 7-6(7/3), 7-5, 7-5. Petenis Serbia itu juga telah memiliki catatan impresif sepanjang perjalananya di Wimbledon musim ini di mana dia hanya kalah satu set saat melawan petenis tuan rumah Jack Draper di putaran pertama.
Djokovic mengetahui bahwa pertarungannya di partai final melawan Berrettini tidak akan berjalan dengan mudah, tetapi petenis peringkat satu dunia itu akan melakukan segala cara untuk memenangkan gelar grand slam ke-20 kalinya di Wimbledon.
"Pertandingan ini akan sangat penting untuk karir saya, ada sejarah dalam karir saya yang dipertaruhkan. Saya siap untuk apapun yang akan terjadi dalam pertandingan. Saya telah memiliki banyak pengalaman sepanjang karir saya, saya rasa saya hanya harus fokus pada diri saya sendiri dan merencanakan apa yang harus saya lakukan," tegas Djokovic.
Sementara Djokovic tengah mengincar pencapaian gemilangnya dengan menyabet gelar grand slam ke-20 kalinya, kemenagan Wimbledon 2021 juga akan sangat berarti bagi Berrettini di mana ini akan menjadi gelar grand slam pertama untuknya dan Italia sejak kemenangan Adriano Panatta tahun 1976 di Roland Garros.
"Jelas perjuangan ini belum selesai, saya ingin mendapatkan trofi itu sekarang dan saya telah berada di sini, dan itu akan menjadi perasaan yang luar biasa," kata Berrettini.
Selaian mengincar gelar grand slam pertamanya, Berrettini juga telah mencatatkan pencapaian baru di olahraga tenis profesional, di mana unggulan ketujuh itu menjadi petenis Italia pertama yang mencapai final Grand Slam Wimbledon, setelah merebut kemenangan 6-3, 6-0, 6-7(3/7), 6-4 atas petenis Polandia Hubert Hurkacz.
Akan memghadapi Djokovic di pertandingan Final, Berrettini mengatakan itu akan menjadi pertandingan yang hebat.
"Ini akan menciptakan atmosfer yabg hebat, juga pertandingan yang hebat. Final pertama saya di Wimbledon, saya merasa gila untuk memikirkannya," tukas Berrettini.
Dapat diketahui, dalam catatan ATPtour, Djokovic memimpin 2-0 atas Berrettini dalam head to head mereka dengan pertandingan terakhir terjadi di perempat final Prancis Terbuka beberapa waktu lalu, dengan Djokovic merebut kemenangan 6-3, 6-2, 6-7(5/7), 7-5.
Meski Berrettini belum merebut satu kemenangan pun atas Djokovic, tetapi petenis Italia itu telah memainkan permainan terbaiknya di turnamen rumput musim ini, di mana dia belum terkalahkan di turnamen rumput sejak meraih trofi di trunamen Queen's beberapa waktu lalu. (ATPtour/OL-13)
Baca Juga: Djokovic Bersiap Raih Gelar Grand Slam ke-20 kalinya
Boris Becker baru berusia 17 tahun, tujuh bulan, dan 15 hari ketika ia mengalahkan Kevin Curren pada 1985, menjadikannya juara tunggal putra Wimbledon termuda sepanjang masa.
Swiatek mengalahkan Guo Hanyu, petenis dari babak kualifikasi, dengan skor meyakinkan 6-3, 6-1.
Sinner memilih untuk fokus ke pemulihan cedera yang didapatnya di Wimbledon 2025.
Juara Wimbledon 2025 Jannik Sinner memberikan hadiah berupa bola tenis bertanda tangan kepada Pangeran George dan Putri Charlotte.
Carlos Alcaraz mengaku kekalahannya atas Jannik Sinner di Wimbledon memotivasinya untuk terus berkembang.
Jannik Sinner berhasil mengukir sejarah di Wimbledon setelah menundukan rivalnya Carlos Alcaraz 4-6, 6-4, 6-4, 6-4.
Hasil Australia Terbuka 2026 menampilkan kemenangan Carlos Alcaraz, Aryna Sabalenka, dan Coco Gauff yang melaju mulus ke putaran ketiga di Melbourne.
Kenali Janice Tjen, petenis Indonesia yang mencetak sejarah di Australian Open 2026. Simak profil, prestasi, dan fakta menarik perjalanannya di Grand Slam.
Janice Tjen cetak sejarah di Australia Terbuka 2026 usai singkirkan unggulan ke-22, Leylah Fernandez. Ia merasakan momen yang sangat spesial.
Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, sukses mengakhiri dahaga 28 tahun publik tenis Tanah Air setelah melaju ke babak kedua Australia Terbuka 2026.
“Senang bisa kembali lagi, ini jelas lapangan favorit saya,”
Carlos Alcaraz datang ke Australia setelah mengoleksi enam gelar Grand Slam. Namun, Australia Terbuka masih menjadi satu-satunya turnamen mayor yang belum pernah ia menangi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved