Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGURUS Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) memutuskan mengajukan nama sprinter putri Alvin Tehupeiory untuk mengisi Universality Quota atau wildcard untuk tampil di ajang Olimpiade Tokyo 2020.
Sesuai peraturan Universality Quota, berhubung tidak ada atlet putri Indonesia yang lolos kualifikasi, Indonesia diberikan kuota satu orang atlet putri untuk bisa tampil di Olimpiade 2021 yang akan berlangsung di Tokyo, Jepang, pada 23 Juli-8 Agustus 2021.
Ketua Umum PB PASI Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan, sejak awal, calon yang disiapkan PB PASI adalah atlet lari gawang 100 meter putri, Emilia Nova, mengingat prestasinya sebagai peraih medali perak Asian Games 2018 dan emas SEA Games 2019.
Baca juga: PBSI Gelar Turnamen Simulasi Jelang Olimpiade Tokyo
Namun, karena Emilia tengah mengalami cedera, PB PASI memutuskan menunjuk Alvin Tehupeiory.
"Beberapa minggu lalu ditemukan adanya cedera di punggung Emilia, sehingga dia tidak mungkin berangkat. Kami telah memutuskan mengajukan nama Alvin Tehupeiory untuk mendapat persetujuan dari World Athletics,” ujar Luhut dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu (16/6).
Sprinter putri asal Maluku itu merupakan pemegang rekor nasional lari 200 meter sejak 2019 lalu yang sebelumnya dipegang Irene Truitje Joseph dan telah bertahan sejak 1999.
Dengan keputusan ini, Alvin akan mendampingi Lalu Muhammad Zohri yang sudah lebih dulu mengamankan tempat untuk berkompetisi di Olimpiade Tokyo.
“Tindakan penyembuhan cedera Emilia Nova lebih penting karena dia punya tugas lebih besar yaitu mempertahankan medali emasnya di ajang SEA Games di Hanoi”, jelas Luhut.
World Athletics, sebagai badan pengelola internasional olahraga atletik, telah menetapkan 1.900 tempat yang terbagi ke dalam 48 nomor pertandingan di Olimpiade Tokyo.
Proses kualifikasi dilakukan melalui dua cara. Pertama, berdasarkan peringkat dunia yang ditentukan dari pengumpulan skor dan kedua, atlet tersebut melampaui limit yang ditentukan.
Lalu Muhammad Zohri lolos ke Olimpiade nomor 100 meter putra setelah mencatat waktu 10.03 detik pada 2019 di Osaka yang menembus limit 10.05 detik.
Setiap National Olympic Committee (NOC) hanya boleh mengirimkan tiga wakil pada setiap nomor pertandingan dan harus mengonfirmasi keikutsertaan para atletnya pada 31 Mei-29 Juni 2021.
Jika ada NOC yang memutuskan tidak mengisi tempat mereka di Olimpiade Tokyo, kuota yang tidak terpakai tersebut akan diberikan kepada atlet lain yang memiliki peringkat terbaik berdasarkan daftar ranking World Athletics.
World Athletics selanjutnya akan merilis daftar atlet yang lolos pada 1 Juli 2021 dan setiap NOC harus mengonfirmasi keikutsertaan atletnya pada 2-5 Juli.
Proses pemenuhan kuota direncanakan selesai pada pada 5 Juli bersamaan dengan batas waktu pendaftaran para atlet yang dipastikan berlaga di Olimpiade Tokyo. (OL-1)
Emilia Nova akhirnya kembali tampil di SEA Games setelah hampir tiga tahun menepi karena cedera lutut yang memaksanya menjalani dua kali operasi.
Seluruh hasil lelang jersei Robi Syianturi yang digunakan di SEA Games 2025 disumbangkan untuk membantu korban bencana alam di Sumatra.
Emilia Nova tidak hanya berhasil merebut medali emas di nomor heptathlon (tujuh lomba), tetapi juga memecahkan rekor nasional yang telah bertahan selama delapan tahun.
Kemenpora menyebut target atletik di SEA Games tahun ini empat emas.
Hendro Yap sukses merebut medali emas dari nomor jalan cepat putra 20 km yang digelar di Run Happy and Healthy Bike Lane, Bangkok, Minggu (14/12).
Robi Syianturi mencatatkan waktu impresif 2 jam 27 menit 33 detik, meninggalkan jauh para pesaingnya di nomor maraton SEA Games 2025.
Indonesia juga mendorong agar SEA Games lebih memprioritaskan Olympic Number.
Strategi memisahkan kedua lifter ini dinilai sebagai langkah taktis untuk memaksimalkan potensi dua medali emas sekaligus.
Olimpiade musim dingin 2026 sendiri akan berlangsung mulai 6 hingga 22 Februari.
Syerina, yang baru pertama kali turun di kelas 70 kg, menyumbangkan satu dari total empat medali emas yang berhasil dikoleksi kontingen Merah Putih dari cabang judo.
Janice Tjen, yang berusia 23 tahun, kata dia, saat ini, merupakan petenis peringkat ke-53 dunia dan punya mimpi besar untuk terus meraih prestasi dari cabang olahraga tenis.
Dengan waktu persiapan yang makin singkat, PABSI kini menyiapkan strategi pembinaan agar para lifter Indonesia bisa berangkat ke Olimpiade Los Angeles 2028.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved