Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA wakil atletik Indonesia di ajang World Athletics Continental Tour 2021, Lalu Muhammad Zohri (nomor lari 100 meter) dan Sapwaturrahman (nomor lompat jauh), bertekad memperbaiki performa mereka usai mencatatkan hasil kurang memuaskan dalam ajang uji coba Olimpiade Tokyo tersebut, Minggu (9/5) malam.
Bertanding di Olympic Stadium, Tokyo, dalam ajang uji coba itu, Zohri hanya mampu mencatatkan waktu 10,38 detik pada babak kualifikasi. Sedangkan, di babak final, ia membukukan waktu 10,45 detik dan menempati peringkat ketujuh dari delapan peserta yang lolos dari babak kualifikasi.
Catatan waktu tersebut jauh berbeda dengan catatan waktu terbaiknya. Pelari asal Nusa Tenggara Barat itu sempat mencatatkan waktu 10,03 detik saat ia tampil di Seiko Golden Grand Prix Osaka, 2019 lalu.
Baca juga: Zohri Tempati Peringkat Ketujuh pada Uji Coba Olimpiade Tokyo
"Saya meminta maaf kepada masyarakat Indonesia karena belum bisa memberikan yang terbaik di kejuaraan uji coba ini. Harapan saya semoga di kejuaraan selanjutnya bisa lebih maksimal dan memberikan yang terbaik," ucap Zohri dalam rilis video PB PASI yang diterima, Minggu (9/10) malam.
Kendati tampil kurang memuaskan, pencapaian Zohri ini dinilai PB PASI sudah cukup membuktikan ketahanan fisiknya, setelah sebelumnya ia mengalami cedera yang memaksanya menjalani operasi meniscus, serta menjalani proses pemulihan hingga enam bulan lamanya.
Sementara di nomor lompat jauh, Sapwaturrahman yang ditargetkan dapat menambah satu tiket untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo, belum bisa menambah tiket Olimpiade bagi Indonesia karena gagal mencapai batasan kualifikasi.
Pada ajang uji coba ini, Sapwan hanya mampu mencatat lompatan sejauh 7,22 meter. Kurang satu meter dari batas kualifikasi Olimpiade di angka 8,22 meter.
Menyikapi kegagalan tersebut, Sapwan, yang mencatatkan lompatan terbaiknya sejauh 8,19 meter itu mengaku kecewa dan meminta maaf kepada masyarakat Indonesia karena belum bisa memberikan hasil maksimal.
"Terima kasih atas dukungannya, tapi saya mohon maaf karena masih banyak kekurangan. Inilah hasil yang sudah kami berikan sebaik mungkin. Apapun kendalanya kami ingin memperbaiki itu sehingga kedepan bisa lebih baik lagi," sebut Sapwan.
Adapun atas kegagalan itu, Sekretaris Jenderal PB PASI Tigor Tanjung mengungkapkan untuk mengejar satu tiket Olimpiade Tokyo nomor lompat jauh, pihaknya akan kembali menurunkan Sapwan pada kejuaraan di Kazakhstan yang dijadwalkan digelar pada Juni mendatang.
"Selanjutnya, kami akan mengikutkan Sapwaturrahman dalam sebuah kejuaraan di Kazakhstan," tukas Tigor. (OL-1)
Emilia Nova akhirnya kembali tampil di SEA Games setelah hampir tiga tahun menepi karena cedera lutut yang memaksanya menjalani dua kali operasi.
Seluruh hasil lelang jersei Robi Syianturi yang digunakan di SEA Games 2025 disumbangkan untuk membantu korban bencana alam di Sumatra.
Emilia Nova tidak hanya berhasil merebut medali emas di nomor heptathlon (tujuh lomba), tetapi juga memecahkan rekor nasional yang telah bertahan selama delapan tahun.
Kemenpora menyebut target atletik di SEA Games tahun ini empat emas.
Hendro Yap sukses merebut medali emas dari nomor jalan cepat putra 20 km yang digelar di Run Happy and Healthy Bike Lane, Bangkok, Minggu (14/12).
Robi Syianturi mencatatkan waktu impresif 2 jam 27 menit 33 detik, meninggalkan jauh para pesaingnya di nomor maraton SEA Games 2025.
Indonesia juga mendorong agar SEA Games lebih memprioritaskan Olympic Number.
Strategi memisahkan kedua lifter ini dinilai sebagai langkah taktis untuk memaksimalkan potensi dua medali emas sekaligus.
Olimpiade musim dingin 2026 sendiri akan berlangsung mulai 6 hingga 22 Februari.
Syerina, yang baru pertama kali turun di kelas 70 kg, menyumbangkan satu dari total empat medali emas yang berhasil dikoleksi kontingen Merah Putih dari cabang judo.
Janice Tjen, yang berusia 23 tahun, kata dia, saat ini, merupakan petenis peringkat ke-53 dunia dan punya mimpi besar untuk terus meraih prestasi dari cabang olahraga tenis.
Dengan waktu persiapan yang makin singkat, PABSI kini menyiapkan strategi pembinaan agar para lifter Indonesia bisa berangkat ke Olimpiade Los Angeles 2028.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved