Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KABAR kurang baik datang dari mantan atlet jarak jauh Indonesia Eduwardus Nabunome, atlet peraih medali emas nomor lari 10000 meter pada ajang SEA Games 1987, 1989, 1991 itu kini terbaring tak berdaya di Rumah Sakit (RS) Medistra Gatot Subroto Jakarta, sejak Sabtu, (11/10) malam dirawat karena mengidap penyakit jantung.
Dikonfirmasi dari Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), saat ini perawatan Eduwardus masih dilakukan dan akan segera dilakukan tindakan pemasangan stent untuk menstabilkan Jantung.
"Kami dengar akan dilakukan pemasangan stent," ucap Sekretaris Jenderal PB PASI Tigor Tanjung, Minggu, (11/10).
Tigor juga menyampaikan, saat ini biaya penanganan rumah sakit akan ditanggung oleh Pengurus Provinsi PASI DKI Jakarta.
"Info dari Pengurus Provinsi PASI DKI Jakarta, biaya akan diatasi dengan asuransi yang disediakan di mana Edu berstatus pelatih pelatda," tuturnya.
"Namun, semoga ada juga pihak-pihak lain yang mengulurkan tangan untuk membantu kesembuhan Eduwardus," imbuhnya.
Baca juga : Stroll Sudah Sakit Sejak GP Rusia
Ini merupakan kali kedua, Eduwardus dirawat di rumah sakit dengan penyakit yang sama. Pertama pada tahun 2017 lalu, Edo juga mendapat perawatan serius di RS Pasar Rebo Jakarta Timur.
Sementara itu Sekretaris Jenderal Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Gatot Dewa Broto saat di konfirmasi mengatakan pihaknya belum mengetahui terkait informasi tersebut.
"Saya belum dapat info," ungkap Gatot.
Saat ditanya apakah akan segera memberikan perhatian untuk Eduwardus, ia menyebutkan akan mencoba melakukan komunikasi dengan deputi terkait. "Nanti kami komunikasikan ke Deputi terkait," tuturnya.
Dapat diketahui, selain mencetak medali emas pada nomor lari 10000 meter pada ajang SEA Games 1987, 1989, 1991 Pria asal NTT itu juga berhasil meraih emas di nomor lari 5000 pada SEA Games 1987 dan 1989, dan juga lari marathon di SEA Games 1997.
Pria yang saat ini memasuki usia 52 tahun itu sukses mematahkan dominasi pelari asal Malaysia, Subramaniam di nomor lari 10000 meter. (OL-2)
Emilia Nova akhirnya kembali tampil di SEA Games setelah hampir tiga tahun menepi karena cedera lutut yang memaksanya menjalani dua kali operasi.
Seluruh hasil lelang jersei Robi Syianturi yang digunakan di SEA Games 2025 disumbangkan untuk membantu korban bencana alam di Sumatra.
Emilia Nova tidak hanya berhasil merebut medali emas di nomor heptathlon (tujuh lomba), tetapi juga memecahkan rekor nasional yang telah bertahan selama delapan tahun.
Kemenpora menyebut target atletik di SEA Games tahun ini empat emas.
Hendro Yap sukses merebut medali emas dari nomor jalan cepat putra 20 km yang digelar di Run Happy and Healthy Bike Lane, Bangkok, Minggu (14/12).
Robi Syianturi mencatatkan waktu impresif 2 jam 27 menit 33 detik, meninggalkan jauh para pesaingnya di nomor maraton SEA Games 2025.
Momentum kebangkitan Putri di awal tahun ini bertepatan dengan apresiasi yang diterimanya dari instansi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Di saat poin kritis, mereka mampu meminimalisasi kesalahan sendiri dan tampil lebih taktis. Memanfaatkan celah di pertahanan lawan, Aldila/Olmos menutup set pertama dengan keunggulan 7-5.
Oahraga yang dilakukan sesaat setelah sahur sangat tidak dianjurkan. Hal ini karena aktivitas fisik di pagi hari saat berpuasa dapat memicu dehidrasi.
AHLI gizi di luar negeri menekankan bahwa kurma merupakan sumber energi cepat yang nyata dan berguna dalam rutinitas makan sehari-hari.
Tak kalah mencuri perhatian, Richie Leo, pelari berusia 67 tahun, membuktikan bahwa usia bukan halangan dengan memenangkan kategori Master.
Berbeda dari konsep fun run pada umumnya, PacaRUN justru mengajak peserta untuk melambat, membuka diri, dan menikmati setiap momen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved