Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
FORMULA 1 pada Jumat (26/6) mengeluarkan pernyataan menanggapi komentar berbau rasisme yang dilontarkan mantan CEO F1 Bernie Ecclestone. Mantan orang nomor satu di F1 itu dalam wawancara dengan CNN menyatakan dalam banyak kasus, orang kulit hitam lebih rasis ketimbang kulit putih.
"Pada saat kesatuan diperlukan untuk menangkis rasisme dan inekualitas, kami sangat tidak sepakat dengan komentar Bernie Ecclestone yang tidak memiliki tempat di Formula 1 maupun di masyarakat," demikian pernyataan resmi F1.
"Tuan Ecclestone sudah tidak lagi memegang peranan di Formula 1 sejak ia meninggalkan organisasi kami pada 2017, gelar sebagai Chairman Emeritusnya telah kadaluarsa sejak Januari 2020," sebut F1.
Pekan ini F1 juga telah meluncurkan inisiatif bertajuk #WeRaceAsOne, yang bertujuan untuk memerangi masalah terbesar di dunia olahraga dan masyarakat global saat ini yaitu covid-19 serta rasisme dan inekualitas. Suatu gugus tugas dan yayasan pun akan didirikan untuk mengawal program tersebut. CEO F1 Chase Carey telah menggelontorkan dana awal satu juta dolar dari rekening pribadinya.
Sementara itu, komentar Ecclestone tersebut merupakan reaksi terhadap gerakan protes Black Lives Matter yang dipicu oleh kematian George Floyd, warga kulit hitam yang terbunuh karena kebrutalan polisi AS. Pekan lalu, juara dunia Lewis Hamilton mengungkapkan tindakan rasisme yang pernah ia alami termasuk ketika membalap di Spanyol pada 2008. Di situ ada ada para penggemar dengan muka dicat hitam mengenakan kaos bertuliskan Keluarga Hamilton. Ecclestone pun heran Hamilton menganggapi hal itu dengan serius.
"Aku tak menyangka dia begitu. Aku tak mengira itu akan mempengaruhinya," kata Ecclestone seperti dikutip Dailymail.
baca juga: NBA Mengumumkan 16 Pemain Dinyatakan Positif Covid-19
Hamilton menjadi salah satu pebalap yang paling vokal terhadap isu rasisme dan inekualitas beberapa pekan terakhir menyusul kematian Floyd. Sang pebalap asal Inggris itu pun sempat turun ke jalan mengikuti aksi damai Black Lives Matter di Hyde Park, London. Skandal berbau rasisme juga mencuat di balap Nascar, ikon Amerika Serikat, Bubba Wallace, satu-satunya pebalap kulit hitam di paddock mendapati sebuah tali gantung diri terpasang di garasinya di Talladega Superspeedway, Alabama.
Biro investigasi FBI meluncurkan penyelidikan dan mendapati jika tali tersebut adalah tali pintu garasi yang dibuat dengan simpul menyerupai tali gantung diri dan sudah berada di tempat itu sejak Oktober 2019. Alhasil tak ada tuntutan federal yang diajukan. (OL-3)
Pembalap Mercedes, Kimi Antonelli, meraih kemenangan pada Formula 1 Grand Prix (GP) di Sirkuit Sizuka, Jepang, Minggu (29/3).
Kimi Antonelli mencatatkan waktu tercepat 1 menit 28,778 detik, mengungguli rekan setimnya George Russell dan pembalap McLaren Oscar Piastri yang harus puas melengkapi posisi tiga besar.
Pembalap muda Kimi Antonelli tampil impresif dengan memimpin dominasi Mercedes pada sesi latihan bebas terakhir Formula 1 GP Jepang di Sirkuit Suzuka, Sabtu (28/3).
Mercedes tampil perkasa di awal musim Formula 1 ini dengan mengamankan podium satu-dua di GP Australia dan GP Tiongkok.
Seragam balap rancangan Y-3 tersebut akan dikenakan oleh dua pembalap Mercedes, George Russell dan Kimi Antonelli, pada balapan GP Jepang yang berlangsung pada Minggu (29/3).
Williams mengawali musim Formula 1 dengan hasil kurang memuaskan, yakni hanya mengantongi dua poin dari dua seri perdana.
Sinopsis film A Time to Kill (1996), drama hukum tentang rasisme, keadilan, dan perjuangan seorang ayah. Ulasan singkat & fakta menarik.
Buntut kasus rasisme Prestianni-Vinicius, Presiden FIFA Gianni Infantino usulkan aturan tegas. Pemain yang menutup mulut saat konfrontasi harus diusir keluar lapangan.
Gianluca Prestianni dilarang bertanding oleh UEFA selama proses penyelidikan terkait dugaan aksi rasismenya terhadap penyerang Real Madrid Vinicius Junior berlangsung.
Arne Slot menekankan bahwa tanggung jawab insan sepak bola jauh lebih besar dibanding masyarakat awam dalam menangani isu diskriminasi.
SUDAH sejak 1993 kampanye antirasisme di sepak bola digaungkan.
Benfica membela pemain mereka Gianluca Prestianni, yang kini berada di bawah penyelidikan UEFA atas dugaan pelecehan rasisme terhadap bintang Real Madrid, Vinicius Junior.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved