Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
LIFTER andalan Indonesia Eko Yuli Irawan terus berusaha keras mengumpulan poin Olimpiade karena tidak ingin melewatkan kejuaraan multi event terbesar di dunia, Olimpiade 2010 di Tokyo, Jepang.
"Fokus saya saat ini mengamankan tiket Olimpiade 2020. Salah satu upaya saya menambah total angkatan 6kg pada Kejuaraan Dunia di Thailand, September nanti," kata Eko Yuli Irawan dalam keterangan resmi, Senin (12/8).
Pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018 di Ashgabat, Turkmenistan, Eko sukses memecahkan rekor dunia dengan total angkatan 317kg (Snatch 143kg dan Clean and Jerk 174kg). Adapun rekor kelas 61 kg sebelumnya 313 kg.
Demi mengejar target, lifter yang bakal turun di kelas 61 kg itu terus menjalani latihan keras di bawah bimbingan pelatih sekaligus dipantau langsung oleh Anggota Monitoring dan Evaluasi (Monev) Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Hadi Wihardja.
Untuk lolos ke Olimpiade untuk keempat kalinya itu, Eko Yuli harus berada dalam peringkat delapan besar dunia.
Baca juga: Pecatur Indonesia Sumbang Tujuh Medali Emas dari Thailand
Saat ini, ayah dua anak ini berada di posisi lima dengan raihan 2.114 poin dan memiliki peluang besar lolos ke Tokyo.
Peringkat pertama dan kedua kelas 61 kg adalah lifter Tiongkok Li Fabin dengan 3.108 poin dan Fulin Qin dengan 3.015 poin.
Keduanya sudah tampil pada empat kejuaraan. Disusul lifter Uzbekistan Ergashev dengan 2.758 poin dan lifter Jepang Itozaku berada di posisi empat dengan 2.553 poin.
"Masih ada peluang Eko untuk bisa menembus peringkat empat dunia karena dia baru tampil di tiga event sedangkan empat lifter di atasnya sudah tampil di empat event," kata Hadi Wihardja.
Jika lolos ke Olimpiade 2020, Eko Yuli Irawan menjadi atlet Indonesia yang tampil di empat kali kejuaraan terbesar di dunia itu.
Lifter berusia 30 tahun itu sudah turun pada Olimpiade 2008 di Beijing dan meraih medali perunggu.
Berikutnya di Olimpiade 2012 London, dia meraih medali perunggu dan di Olimpiade 2019 di Brasil membawa pulang medali perak.
Hadi Wihardja optimistis Eko bakal melenggang ke Tokyo mengingat hasil tes progres yang dilakukan PB PABBSI telah membukukan total angkatan 314 kg, meski catatan berat badannya melampaui 5%.
Apalagi, Eko akan tampil pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi di Thailand, 18-27 September.
"Catatan total angkatan itu menunjukkan persiapan Eko sangat ideal menjelang kejuaraan dunia. Apa pun yang terjadi suka atau tidak suka Eko harus berusaha mempertahankan medali serta rekor yang diciptakan pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018," kata mantan lifter itu.
Melihat penampilan Eko pada tes progres tersebut, Hadi Wihardja mengatakan dibutuhkan strategi yang mantap serta perhitungan detail di setiap angkatan, baik Snatch maupun Clean and Jerk. (OL-2)
Indonesia juga mendorong agar SEA Games lebih memprioritaskan Olympic Number.
Strategi memisahkan kedua lifter ini dinilai sebagai langkah taktis untuk memaksimalkan potensi dua medali emas sekaligus.
Olimpiade musim dingin 2026 sendiri akan berlangsung mulai 6 hingga 22 Februari.
Syerina, yang baru pertama kali turun di kelas 70 kg, menyumbangkan satu dari total empat medali emas yang berhasil dikoleksi kontingen Merah Putih dari cabang judo.
Janice Tjen, yang berusia 23 tahun, kata dia, saat ini, merupakan petenis peringkat ke-53 dunia dan punya mimpi besar untuk terus meraih prestasi dari cabang olahraga tenis.
Dengan waktu persiapan yang makin singkat, PABSI kini menyiapkan strategi pembinaan agar para lifter Indonesia bisa berangkat ke Olimpiade Los Angeles 2028.
Pascakesuksesan di SEA Games 2025, induk organisasi angkat besi tanah air kini membidik medali emas pada gelaran Asian Games 2026.
Prabowo juga memberikan nasihat kepada lifter nasional Rizki Juniansyah yang baru saja menerima bonus sebesar Rp1 miliar dan kenaikan pangkat dua tingkat lebih tinggi.
Strategi memisahkan kedua lifter ini dinilai sebagai langkah taktis untuk memaksimalkan potensi dua medali emas sekaligus.
Emas yang diraih oleh Rizki menjadi kontribusi penting bagi kontingen Indonesia.
SATU keping medali perak menutup perjuangan tim angkat besi Indonesia pada ajang SEA Games 2025 Thailand.
Emas ini menjadi yang keempat bagi Rahmat sepanjang keikutsertaannya di SEA Games sekaligus emas pertamanya di kelas 88 kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved