Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PETENIS Serbia Novak Djokovic masih menunggu calon lawan di putaran final tunggal putra Wimbledon 2019, setelah mengalahkan Roberto Bautista Agut di semifinal dengan skor 6-2, 4-6, 6-3, dan 6-2.
Melalui pertandingan berdurasi dua jam dan 48 menit pada Jumat (12/7), petenis peringkat satu dunia ini memastikan tampil di final Wimbledon untuk yang keenam kalinya.
Djokovic, yang telah kalah dari Bautista dalam tiga dari lima pertemuan sebelumnya, melalui set pertama dengan dua kali mematahan servis, mendapat 12 winners untuk mengawali pertandingan dengan keunggulan.
Baca juga: Djokovic Pastikan Semifinal Ke-9 di Wimbledon
Tetapi Bautista, peringkat 23 dunia, sempat membalas di set kedua sebelum akhirnya Djokovic kembali membalikkan keadaan dan menguasai sisa pertandingan hingga set keempat usai.
Pemain berusia 32 tahun itu kini akan bersiap menghadapi unggulan kedua dan delapan kali juara Wimbledon Roger Federer dari Swiss, atau petenis Spanyol Rafael Nadal, unggulan ketiga dan dua kali juara Wimbledon.
Djokovic memimpin catatan pertemuan dengan kedua calon lawannya
tersebut, dengan Federer 25-22 dan Nadal 28-26. (R-3)
Boris Becker baru berusia 17 tahun, tujuh bulan, dan 15 hari ketika ia mengalahkan Kevin Curren pada 1985, menjadikannya juara tunggal putra Wimbledon termuda sepanjang masa.
Swiatek mengalahkan Guo Hanyu, petenis dari babak kualifikasi, dengan skor meyakinkan 6-3, 6-1.
Sinner memilih untuk fokus ke pemulihan cedera yang didapatnya di Wimbledon 2025.
Juara Wimbledon 2025 Jannik Sinner memberikan hadiah berupa bola tenis bertanda tangan kepada Pangeran George dan Putri Charlotte.
Carlos Alcaraz mengaku kekalahannya atas Jannik Sinner di Wimbledon memotivasinya untuk terus berkembang.
Jannik Sinner berhasil mengukir sejarah di Wimbledon setelah menundukan rivalnya Carlos Alcaraz 4-6, 6-4, 6-4, 6-4.
Hasil Australia Terbuka 2026 menampilkan kemenangan Carlos Alcaraz, Aryna Sabalenka, dan Coco Gauff yang melaju mulus ke putaran ketiga di Melbourne.
Kenali Janice Tjen, petenis Indonesia yang mencetak sejarah di Australian Open 2026. Simak profil, prestasi, dan fakta menarik perjalanannya di Grand Slam.
Janice Tjen cetak sejarah di Australia Terbuka 2026 usai singkirkan unggulan ke-22, Leylah Fernandez. Ia merasakan momen yang sangat spesial.
Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, sukses mengakhiri dahaga 28 tahun publik tenis Tanah Air setelah melaju ke babak kedua Australia Terbuka 2026.
“Senang bisa kembali lagi, ini jelas lapangan favorit saya,”
Carlos Alcaraz datang ke Australia setelah mengoleksi enam gelar Grand Slam. Namun, Australia Terbuka masih menjadi satu-satunya turnamen mayor yang belum pernah ia menangi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved