Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PETENIS nomor satu dunia, Ashleigh Barty harus mengakhiri kemenangan beruntunnya di babak keempat grand slam Wimbledon. Peraih gelar juara Prancis Terbuka 2019 itu secara mengejutkan tumbang dari petenis asal Amerika, Alison Riske 3-6, 6-2, 6-3.
Kemenangan atas Barty yang tampil dominan di minggu pertama Wimbledon pun jadi torehan spesial bagi Riske. Petenis peringkat 55 dunia itu sebelumnya tak pernah bisa lolos dari babak ketiga turnamen lapangan rumput tersebut.
Riske bahkan berada di lapangan lebih lama 4 jam dibanding Barty yang sukses mengalahkan lawan-lawannya tanpa kehilangan satu set pun di Wimbeldon sebelum dikalahkan Riske,
Di awal laga dengan Riske, Barty bahkan mampu memulainya dengan menjanjikan dengan mampu membungkus set pertama lewat keunggulan 6-3.
Namun, semangat pantang menyerah Riske justru makin membara di set berikutnya dan mampu mematahkan servis petenis Australia tersebut.
Baca juga : Zhang Shuai Lanjutkan Hasil Positif di Wimbledon
Ketika dia menjadi lebih tidak menentu, Riske membuatnya sederhana dan efisien, menyelesaikan pertandingan dengan kejutan yang besar.
Dua set selanjutnya Barty hanya bisa menatap ke arah papan skor. Dia kalah telak di dua set setelah kemenangan gemilangnya di set pertama.
"Saya harus bermain agresif. Rumput pasti mengeluarkan semua hal yang terbaik dalam diriku. Mudah-mudahan itu akan tetap bertahan dan terjadi di tempat lain," ungkap Riske
Riske menambahkan, dia sangat nyaman bermain di lapangan rumput. Dia bahkan tak menginginkan Wimbledon berakhir setelah kemenangannya yang luar biasa.
"Saya benar-benar tidak ingin Wimbledon berakhir. Saya sangat gembira. Saya pikir pada akhirnya, saya sangat bangga pada diri saya sendiri atas cara saya menangani pertandingan hari ini," tambahnya.
Tak ada kata-kata yang keluar dari mulur Barty setelah kekalahan yang dialaminya ini. Dengan hasil ini, Riske otomatis akan melaju ke babak perempat final.
"Perempat final luar biasa tetapi cara saya berjuang, itulah yang paling menarik bagi saya," pungkas petenis 29 tahun tersebut. (AFP/OL-7)
Boris Becker baru berusia 17 tahun, tujuh bulan, dan 15 hari ketika ia mengalahkan Kevin Curren pada 1985, menjadikannya juara tunggal putra Wimbledon termuda sepanjang masa.
Swiatek mengalahkan Guo Hanyu, petenis dari babak kualifikasi, dengan skor meyakinkan 6-3, 6-1.
Sinner memilih untuk fokus ke pemulihan cedera yang didapatnya di Wimbledon 2025.
Juara Wimbledon 2025 Jannik Sinner memberikan hadiah berupa bola tenis bertanda tangan kepada Pangeran George dan Putri Charlotte.
Carlos Alcaraz mengaku kekalahannya atas Jannik Sinner di Wimbledon memotivasinya untuk terus berkembang.
Jannik Sinner berhasil mengukir sejarah di Wimbledon setelah menundukan rivalnya Carlos Alcaraz 4-6, 6-4, 6-4, 6-4.
Hasil Australia Terbuka 2026 menampilkan kemenangan Carlos Alcaraz, Aryna Sabalenka, dan Coco Gauff yang melaju mulus ke putaran ketiga di Melbourne.
Kenali Janice Tjen, petenis Indonesia yang mencetak sejarah di Australian Open 2026. Simak profil, prestasi, dan fakta menarik perjalanannya di Grand Slam.
Janice Tjen cetak sejarah di Australia Terbuka 2026 usai singkirkan unggulan ke-22, Leylah Fernandez. Ia merasakan momen yang sangat spesial.
Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, sukses mengakhiri dahaga 28 tahun publik tenis Tanah Air setelah melaju ke babak kedua Australia Terbuka 2026.
“Senang bisa kembali lagi, ini jelas lapangan favorit saya,”
Carlos Alcaraz datang ke Australia setelah mengoleksi enam gelar Grand Slam. Namun, Australia Terbuka masih menjadi satu-satunya turnamen mayor yang belum pernah ia menangi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved