Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

23 Daerah di Jawa Tengah Berpotensi Cuaca Ekstrem Jumat 3 April

Akhmad Safuan
03/4/2026 07:42
23 Daerah di Jawa Tengah Berpotensi Cuaca Ekstrem Jumat 3 April
Cuaca Gunung Slamet terlihat dari Bukit Mendelem, Pemalang cerah berawan pada Jumat (3/4) pagi. Namun memasuki siang, sore hingga awal malam cuaca ekstrem berpotensi di daerah di lereng gunung tersebut.(MI/Akhmad Safuan)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang masih mengancam 23 wilayah di Jawa Tengah pada Jumat (3/4). Memasuki musim pancaroba, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Farita Rachmawati, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai angin kencang dan sambaran petir diprediksi terjadi di kawasan pegunungan, dataran tinggi, Solo Raya, serta Jawa Tengah bagian selatan dan tengah.

Daftar 23 Daerah Berpotensi Cuaca Ekstrem

Berdasarkan data BMKG, berikut wilayah yang perlu mewaspadai dampak cuaca ekstrem pada Jumat (3/4):

Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara
Kebumen Purworejo Wonosobo Mungkid
Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri
Karanganyar Sragen Grobogan Blora
Ungaran Temanggung Kendal Salatiga
Bumiayu Majenang Ambarawa -

"Warga yang berada di wilayah perbukitan, daerah aliran sungai (DAS), dan titik rawan bencana lain diminta tetap waspada terhadap potensi tanah longsor, banjir, hingga angin puting beliung," tegas Farita.

Kondisi Perairan dan Dinamika Atmosfer

Selain potensi hujan lebat, BMKG mencatat adanya pergeseran arah angin di wilayah Jawa Tengah, yakni dari timur laut menuju tenggara dengan kecepatan berkisar 10-30 kilometer per jam. Suhu udara diprediksi berada pada rentang 18-32 derajat Celcius dengan kelembapan udara mencapai 60-95 persen.

Kabar Baik dari Sektor Maritim:
Berbeda dengan kondisi daratan, situasi di perairan utara dan selatan Jawa Tengah dilaporkan mulai membaik. Gelombang tinggi dan air laut pasang (rob) terpantau mereda.

Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Usman Effendi, menyatakan bahwa cuaca di perairan umumnya berawan dengan potensi hujan ringan. "Kondisi perairan saat ini cukup baik dan aman untuk aktivitas pelayaran," ungkapnya.

Meskipun aktivitas pelayaran dinyatakan aman, masyarakat di daratan diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi perubahan cuaca mendadak yang lazim terjadi pada masa transisi musim atau pancaroba. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya