Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Isu Kenaikan Harga BBM, Gubernur Mahyeldi Minta Warga Sumbar tidak Panik

Yose Hendra
01/4/2026 19:14
Isu Kenaikan Harga BBM, Gubernur Mahyeldi Minta Warga Sumbar tidak Panik
GUBERNUR Sumatra Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah.(Dok. MI/Yose Hendra)

GUBERNUR Sumatra Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik dalam menyikapi isu penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Imbauan ini dikeluarkan menyusul adanya fenomena antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Sumbar.

Mahyeldi menegaskan bahwa hingga saat ini, Pemerintah Provinsi Sumbar belum menerima informasi resmi mengenai rencana kenaikan harga BBM tersebut. Ia menilai antrean yang terjadi di lapangan lebih dipicu oleh kekhawatiran masyarakat (panic buying) terhadap informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Pemerintah terus memastikan distribusi BBM dalam kondisi aman,” ujar Mahyeldi di Padang, Senin (1/4).

Koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga

Gubernur menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan intensif di lapangan dan menjalin koordinasi erat dengan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut. Langkah ini diambil untuk menjamin kelancaran distribusi dan memastikan tidak terjadi kelangkaan pasokan di tengah masyarakat.

Menurutnya, ketersediaan stok BBM sebenarnya mencukupi untuk kebutuhan harian. Namun, pola pembelian yang melebihi kebutuhan normal akibat rasa panik justru berpotensi mengganggu ritme distribusi.

“Kalau masyarakat membeli sesuai kebutuhan, maka distribusi akan tetap normal dan tidak terjadi antrean panjang,” imbuhnya.

Penyesuaian harga BBM merupakan kewenangan penuh Pemerintah Pusat yang diputuskan berdasarkan pertimbangan ekonomi makro dan ketersediaan anggaran subsidi negara.

Masyarakat Diminta Bijak Memilah Informasi

Lebih lanjut, Mahyeldi mengingatkan bahwa setiap kebijakan strategis seperti penyesuaian harga BBM pasti akan diumumkan secara resmi oleh pemerintah pusat. Oleh karena itu, ia meminta warga Sumbar untuk lebih bijak dalam menerima informasi yang beredar di media sosial maupun pesan berantai.

“Sikap tenang dan bijak sangat penting agar tidak menimbulkan permasalahan baru yang justru memperparah situasi. Kami di Pemprov Sumbar akan terus mengintensifkan koordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga stabilitas pasokan energi di daerah,” tegas Mahyeldi.

Dengan jaminan stok yang aman dari Pertamina, masyarakat diharapkan kembali melakukan pengisian BBM secara normal guna mengurai kepadatan di SPBU-SPBU yang sempat terjadi dalam beberapa hari terakhir. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya