Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Sumatra Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik dalam menyikapi isu penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Imbauan ini dikeluarkan menyusul adanya fenomena antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Sumbar.
Mahyeldi menegaskan bahwa hingga saat ini, Pemerintah Provinsi Sumbar belum menerima informasi resmi mengenai rencana kenaikan harga BBM tersebut. Ia menilai antrean yang terjadi di lapangan lebih dipicu oleh kekhawatiran masyarakat (panic buying) terhadap informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Pemerintah terus memastikan distribusi BBM dalam kondisi aman,” ujar Mahyeldi di Padang, Senin (1/4).
Gubernur menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan intensif di lapangan dan menjalin koordinasi erat dengan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut. Langkah ini diambil untuk menjamin kelancaran distribusi dan memastikan tidak terjadi kelangkaan pasokan di tengah masyarakat.
Menurutnya, ketersediaan stok BBM sebenarnya mencukupi untuk kebutuhan harian. Namun, pola pembelian yang melebihi kebutuhan normal akibat rasa panik justru berpotensi mengganggu ritme distribusi.
“Kalau masyarakat membeli sesuai kebutuhan, maka distribusi akan tetap normal dan tidak terjadi antrean panjang,” imbuhnya.
Penyesuaian harga BBM merupakan kewenangan penuh Pemerintah Pusat yang diputuskan berdasarkan pertimbangan ekonomi makro dan ketersediaan anggaran subsidi negara.
Lebih lanjut, Mahyeldi mengingatkan bahwa setiap kebijakan strategis seperti penyesuaian harga BBM pasti akan diumumkan secara resmi oleh pemerintah pusat. Oleh karena itu, ia meminta warga Sumbar untuk lebih bijak dalam menerima informasi yang beredar di media sosial maupun pesan berantai.
“Sikap tenang dan bijak sangat penting agar tidak menimbulkan permasalahan baru yang justru memperparah situasi. Kami di Pemprov Sumbar akan terus mengintensifkan koordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga stabilitas pasokan energi di daerah,” tegas Mahyeldi.
Dengan jaminan stok yang aman dari Pertamina, masyarakat diharapkan kembali melakukan pengisian BBM secara normal guna mengurai kepadatan di SPBU-SPBU yang sempat terjadi dalam beberapa hari terakhir. (H-3)
PEMERINTAH bersama Pertamina memastikan tidak ada perubahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) per 1 April 2026.
SEJUMLAH stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Tanjungpinang mulai dipadati warga. Kondisi ini dipicu oleh beredarnya isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)
Kalangan dunia usaha meminta pemerintah memastikan kejelasan implementasi kebijakan pembatasan pembelian BBM bersubsidi agar tidak mengganggu aktivitas distribusi dan operasional bisnis
Pembatasan BBM bersubsidi dinilai bukan sekadar langkah teknis pengendalian konsumsi, melainkan sinyal dini pemerintah dalam menghadapi potensi tekanan pasokan energi global.
IESR: Jaminan Pemerintah Soal Ketersediaan BBM Perlu Dibarengi Keterbukaan Data
ISU kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) sempat menghebohkan masyarakat Batam dalam beberapa hari terakhir. Beberapa warga melaporkan antrean panjang di sejumlah SPBU.
Ia menyoroti fenomena truk-truk yang mengantre di SPBU untuk membeli BBM, lalu dijual kembali.
Sementara itu, cadangan Jenis BBM Umum (JBU) RON 92 tercatat sekitar 28 hari dan RON 98 sekitar 31 hari.
Pasokan BBM di kawasan tersebut disuplai dari Fuel Terminal Maos, Kabupaten Cilacap. Selama periode Satgas Rafi, Pertamina menambah stok BBM sekitar 4 hingga 5 persen.
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah membuka Posko Nasional sektor ESDM sebagai pusat pemantauan dan koordinasi layanan energi selama arus mudik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved