Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Peringati Idul Fitri 1447 H, Ratusan Korban Lumpur Lapindo Salat Id di Samping Tanggul Porong

Heri Susetyo
20/3/2026 13:02
Peringati Idul Fitri 1447 H, Ratusan Korban Lumpur Lapindo Salat Id di Samping Tanggul Porong
Peringati Idul Fitri 1447 H, Ratusan Korban Lumpur Lapindo Salat Id di Samping Tanggul Porong.(Dok. MI)

SEKITAR 300 warga korban lumpur Lapindo melaksanakan ibadah salat Idul Fitri 1447 Hijriah di lahan kosong samping Masjid Nurul Azhar, Desa Jatirejo Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jumat (20/3) pagi. Lokasi berbatasan dengan tanggul penahan lumpur tersebut dipilih sebagai simbol keteguhan hati warga yang terdampak bencana.

Ibadah salat Idul Fitri dimulai pukul 06.30 WIB ini berlangsung dengan khidmat. Warga banyak berdatangan meskipun pemerintah menetapkan Idul Fitri baru Sabtu (21/3). Hal ini disebabkan diantara mereka banyak umat Muhammadiyah.

Warga yang salat ini adalah korban lumpur Lapindo yang sekarang tinggal menetap terpisah di beberapa wilayah. Bahkan ada yang pindah ke wilayah luar Sidoarjo seperti Pasuruan dan Mojokerto. Dulu mereka kebanyakan tinggal satu kampung, sebelum peristiwa lumpur Lapindo 29 Mei 2006.

Dalam khotbahnya, KH Fauzi Mansyur selaku khatib, mengajak para jemaah untuk menjadikan momentum Idul Fitri sebagai sarana memperkuat kesabaran dan keikhlasan. Ia menekankan bahwa cobaan yang menimpa warga Porong selama bertahun-tahun harus menjadi penguat iman dan solidaritas antar sesama.

"Idul Fitri adalah kemenangan bagi mereka yang sabar dalam menghadapi ujian. Mari kita jaga kerukunan dan terus saling menguatkan di tengah kondisi yang ada," kata KH Fauzi Mansyur.

Salah seorang warga, M Rubianto mengungkapkan, melaksanakan Salat Id di lokasi tersebut memiliki makna emosional tersendiri. Bagi warga yang rumahnya telah tenggelam, area di sekitar tanggul adalah titik terdekat untuk mengenang kampung halaman mereka.

"Setiap tahun kami berupaya salat di sini. Ini bukan sekadar ibadah, tapi cara kami merawat ingatan terhadap tanah kelahiran kami yang kini sudah berada di bawah lumpur," kata M Rubianto usai pelaksanaan salat.

Setelah rangkaian ibadah selesai, ratusan warga tersebut saling berjabat tangan dan bermaaf-maafan di pinggir jalan raya. Meski secara fisik pemukiman mereka sudah tiada, semangat silaturahmi antar warga eks-korban lumpur tetap terjaga dengan erat. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik