Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Arus Mudik: Lonjakan Kendaraan Picu Kemacetan Parah di Gilimanuk 

Insi Nantika Jelita
17/3/2026 09:19
Arus Mudik: Lonjakan Kendaraan Picu Kemacetan Parah di Gilimanuk 
Antrean panjang di Pelabuhan Gilimanuk.(Antara)

Lonjakan kendaraan yang terjadi menjelang perayaan Hari Raya Nyepi dan arus mudik Lebaran memicu kemacetan parah di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk. Antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga puluhan kilometer seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang hendak menyeberang antara Bali dan Jawa pada periode libur panjang tersebut. 

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) Khoiri Soetomo menjelaskan, kondisi tersebut tidak hanya disebabkan oleh lonjakan kendaraan, tetapi juga menunjukkan adanya persoalan struktural dalam sistem transportasi penyeberangan.

Menurutnya, pada periode ini terjadi pertemuan dua arus besar sekaligus, yaitu arus mudik Lebaran dan arus keluar masyarakat Bali menjelang pelaksanaan Hari Raya Nyepi, sehingga volume kendaraan meningkat secara signifikan dalam waktu yang hampir bersamaan.

Namun demikian, kemacetan panjang yang terjadi juga memperlihatkan bahwa sistem kedatangan kendaraan menuju pelabuhan masih belum tertata secara optimal.

“Masalah utama bukan hanya lonjakan kendaraan, tetapi juga belum tertatanya sistem kedatangan kendaraan ke pelabuhan," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (16/3).

Masalah lainnya, lanjutnya, adalah belum seimbangnya penambahan armada kapal dengan pembangunan dermaga, baik dari sisi jumlah, kualitas, maupun kapasitas. Khoiri menjelaskan moda transportasi penyeberangan saat ini masih tergolong sangat terbuka dibandingkan moda transportasi lain. Kendaraan dapat langsung menuju pelabuhan meskipun belum memiliki tiket atau kode booking.

Kondisi tersebut menyebabkan kendaraan datang secara bersamaan dalam jumlah besar tanpa pengaturan waktu yang jelas, sehingga pelabuhan tidak memiliki mekanisme yang cukup untuk mengendalikan arus kendaraan dari hulu.

Di sisi lain, pembangunan infrastruktur jalan yang semakin baik, termasuk keberadaan jalan tol, turut mempercepat arus kendaraan menuju pelabuhan. Namun peningkatan kapasitas dermaga sebagai kelanjutan dari sistem transportasi tersebut belum berkembang secara seimbang. Akibatnya, ketika kapasitas dermaga menjadi bottleneck, antrean kendaraan tidak dapat dihindari dan akhirnya meluas hingga ke jalan nasional.

“Jalan tol mempercepat kendaraan menuju pelabuhan, tetapi kapasitas dermaga belum bertambah secara seimbang. Ketika dermaga menjadi titik sempit, antrean kendaraan tidak terelakkan dan jalan menuju pelabuhan berubah menjadi ruang parkir kendaraan,” jelasnya.

Khoiri menegaskan kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama agar tidak terus berulang setiap tahun. Jika dermaga tidak bertambah, jalan menuju pelabuhan akan selalu menjadi parkiran.

Pihaknya memandang perlunya langkah-langkah sistemik dalam pembenahan transportasi penyeberangan, antara lain melalui penambahan kapasitas dermaga, penataan sistem kedatangan kendaraan menuju pelabuhan, penerapan kewajiban tiket atau kode booking sebelum kendaraan menuju pelabuhan, serta penyediaan buffer zone atau area penyangga kendaraan sebelum memasuki kawasan pelabuhan.

Selain itu, integrasi antara pembangunan infrastruktur jalan dan pengembangan kapasitas pelabuhan juga menjadi hal penting agar sistem transportasi penyeberangan dapat berjalan lebih seimbang dan efisien.

“Dengan pembenahan sistem secara menyeluruh, kami berharap transportasi penyeberangan ke depan dapat semakin andal, aman, dan mampu melayani mobilitas masyarakat dengan lebih baik,” tutup Khoiri. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik