Headline

Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.

Gelombang Besar Pemudik Diprediksi Masuk Jawa Tengah 18-19 Maret 2026

Akhmad Safuan
16/3/2026 10:01
Gelombang Besar Pemudik Diprediksi Masuk Jawa Tengah 18-19 Maret 2026
ilustrasi(MI/Akhmad Safuan)

Gelombang besar pemudik yang masuk ke Jawa Tengah diperkirakan terjadi pada puncak arus mudik Lebaran 18-19 Maret 2026. Pada periode tersebut, arus kedatangan pemudik diprediksi meningkat signifikan karena berlangsung hampir bersamaan melalui jalur darat, laut, dan udara.

Pemantauan pada Senin (16/3) menunjukkan jumlah kendaraan yang masuk ke Jawa Tengah melalui Tol Trans Jawa terus meningkat sejak Minggu (15/3). Di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, volume kendaraan yang melintas dari arah barat rata-rata mencapai 1.400 hingga 1.900 kendaraan per jam, bahkan sempat mencapai puncak sekitar 2.300 kendaraan per jam.

Selain di ruas tol, peningkatan volume kendaraan juga terlihat di jalan nasional Jalur Pantura Jawa Tengah dari arah barat atau Jakarta. Arus kendaraan yang melintas didominasi oleh pemudik menggunakan sepeda motor dan mobil pribadi. Kepadatan sempat terjadi di beberapa titik, meskipun lalu lintas masih terbilang relatif lancar.

Ribuan Pemudik Tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

Sementara itu, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang juga mulai dipadati pemudik yang tiba menggunakan kapal laut dari berbagai daerah. Ribuan penumpang turun dari kapal dan melanjutkan perjalanan ke berbagai daerah di Jawa Tengah menggunakan transportasi darat.

Salah seorang pemudik, Karmin (40), mengaku baru tiba dari Sampit, Kalimantan Tengah, dan akan melanjutkan perjalanan menuju Wonogiri bersama keluarga.

“Saya dari Sampit dan akan melanjutkan perjalanan ke Wonogiri,” ujarnya sambil membawa sejumlah barang bawaan.

Hal serupa disampaikan Darmadi (59), pemudik tujuan Ambarawa, yang telah bekerja selama sekitar 20 tahun di pertambangan batu bara di Kalimantan.

Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Emas Semarang S Joko mengatakan puncak arus mudik di pelabuhan diperkirakan terjadi pada Rabu (18/3). Pada hari tersebut sejumlah kapal dijadwalkan tiba hampir bersamaan dari beberapa daerah seperti Sampit, Pontianak, dan Kumai.

Untuk melayani arus mudik, PT Pelni menyiapkan empat kapal, sementara perusahaan swasta PT Dharma Lautan Utama menyediakan lima kapal. Selain itu, kapal milik TNI AL KRI Banda Aceh juga dijadwalkan bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

“Seluruh fasilitas pelabuhan dan petugas sudah disiapkan untuk menyambut pemudik,” kata Joko.

Antisipasi Kepadatan di Gerbang Tol Kalikangkung

Di sisi lain, kepolisian juga mengantisipasi peningkatan volume kendaraan di Gerbang Tol Kalikangkung Semarang. Kepala Pos Pengamanan (Pospam) GT Kalikangkung AKP Dimas Arief Wicaksono mengatakan jumlah kendaraan yang masuk ke Semarang melalui gerbang tol tersebut terus meningkat.

Untuk mengurangi antrean kendaraan, pihak pengelola membuka 17 gardu tol, yang terdiri dari 8 gardu utama dan 9 gardu tambahan.

“Kendaraan dari arah barat mencapai puncak sekitar 2.300 unit per jam, sedangkan dari arah timur tercatat 7.527 kendaraan dengan kepadatan sekitar 400 hingga 800 unit per jam,” ujarnya.

Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang Nasrullah mengatakan mulai Selasa (17/3) akan diterapkan sistem one way secara bertahap di sejumlah ruas tol. Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi puncak arus mudik yang diperkirakan berlangsung pada 18-19 Maret 2026.

Dalam penerapan sistem satu arah tersebut, kendaraan dari arah timur atau Semarang akan dialihkan keluar tol melalui exit tol terdekat. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya