Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Harga Cabai Surabaya Hari Ini 21 Februari 2026: Rawit Merah Tembus Rp102 Ribu

Media Indonesia
21/2/2026 20:53
Harga Cabai Surabaya Hari Ini 21 Februari 2026: Rawit Merah Tembus Rp102 Ribu
Ilustrasi(MI/USMAN ISKANDAR)

 

Harga komoditas cabai di sejumlah pasar tradisional di Surabaya kembali mengalami kenaikan signifikan pada Sabtu, 21 Februari 2026. Berdasarkan data terbaru dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, kenaikan paling tajam terjadi pada varian cabai rawit merah.

Rata-rata harga cabai rawit merah di tingkat konsumen di Surabaya kini mencapai Mata Uang Rupiah 102.112 per kilogram. Angka ini menunjukkan kenaikan sekitar 5,13% dibandingkan hari sebelumnya, di mana harga masih berada di kisaran Rp97.000 per kilogram.

Daftar Harga Cabai di Surabaya (Update 21 Februari 2026)

Jenis Cabai Harga Sekarang (per Kg) Perubahan
Cabai Rawit Merah Mata Uang Rupiah 102.112 Naik 5,13%
Cabai Merah Keriting Mata Uang Rupiah 37.921 Naik 2,20%
Cabai Merah Besar Mata Uang Rupiah 33.742 Stabil (Naik 0,05%)

Faktor Pemicu Kenaikan

Lonjakan harga cabai di Surabaya dipicu oleh beberapa faktor utama. Pertama, kondisi cuaca ekstrem di sejumlah daerah sentra produksi seperti Kediri, Malang, dan Probolinggo yang menyebabkan penurunan kuantitas panen. Hujan yang terus-menerus membuat tanaman cabai rentan terhadap serangan hama dan pembusukan sebelum sempat dipetik.

Kedua, adanya peningkatan permintaan pasar menjelang bulan suci Ramadan 2026. Pola musiman ini kerap menyebabkan ketidakseimbangan antara ketersediaan stok di pedagang grosir dengan kebutuhan konsumen rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner di Surabaya.

Pantauan di Pasar Tradisional

Di Pasar Genteng Surabaya, beberapa pedagang bahkan melaporkan harga eceran cabai rawit merah kualitas super sempat menyentuh angka Rp105.000 per kilogram. Kondisi ini memaksa konsumen untuk mengurangi volume pembelian.

"Biasanya beli satu kilogram, sekarang pelanggan banyak yang cuma beli satu ons atau seperempat saja. Stok dari pasar induk juga tidak sebanyak biasanya," ujar Khofifah, salah satu pedagang di Pasar Genteng.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui dinas terkait terus melakukan pemantauan intensif dan berencana melakukan koordinasi distribusi pasokan dari wilayah yang masih memiliki surplus produksi guna meredam laju kenaikan harga di wilayah metropolitan Surabaya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya