Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Daerah (Polda) Riau tengah memburu pelaku perburuan liar terhadap seekor gajah yang ditemukan mati akibat ditembak di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Satwa dilindungi tersebut diketahui mengalami luka tembak dan sebagian kepalanya terpotong.
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau telah menurunkan tim khusus untuk mengungkap kasus perburuan gajah tersebut. Direktur Reskrimsus Polda Riau, Komisaris Besar Polisi Ade Kuncoro, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi terkait temuan gajah mati yang ditemukan pada Selasa (3/2).
"Kita telah lakukan olah TKP di sana dan kita juga mencari saksi-saksi. Ada lima saksi yang kita periksa, termasuk hasil nekropsi dan labfor sudah diperiksa. Kita berharap perkara ini segera dapat kita ungkap dan pelakunya ditangkap," kata Ade di Pekanbaru, Jumat (6/2).
Ade menambahkan, satu tim dari Subdit IV Ditreskrimsus Polda Riau telah diterjunkan untuk memperkuat upaya pengungkapan kasus tersebut bersama jajaran Polres Pelalawan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, gajah tersebut ditembak tepat di bagian dahi. Proyektil peluru masih ditemukan berada di dalam tengkorak yang masih tersambung dengan leher. Sementara itu, bagian depan kepala gajah meliputi dahi, mata, hidung, dan gading diketahui telah hilang.
Aparat menduga pelaku menggunakan senjata tajam untuk memotong kepala gajah guna mengambil gadingnya. Selain itu, belalai gajah ditemukan dalam kondisi terpisah dari tubuh.
Dokter Hewan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau, drh Rini Deswita, mengungkapkan hasil pemeriksaan terhadap bangkai gajah tersebut. Menurutnya, gajah memiliki panjang tubuh sekitar 286 sentimeter dan diperkirakan berusia lebih dari 40 tahun. Satwa itu merupakan bagian dari populasi gajah di kantong habitat Tesso Tenggara.
"Gajah tersebut telah mati lebih dari 10 hari sebelum ditemukan. Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengumpulan data, bangkai gajah kemudian dikuburkan di lokasi," ujarnya. (Ant/E-4)
KAPOLDA Riau Irjen Herry Heryawan bersama Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Supartono turun langsung ke kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kamis (26/2).
KABAR duka kembali terjadi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Riau.
POLDA Riau mengungkapkan sudah 40 saksi yang diperiksa dan diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas perdagangan bagian tubuh satwa dilindungi.
KAPOLDA Riau Irjen Herry Heryawan turun langsung ke lokasi penemuan gajah sumatra (Elephas Maximus Sumatranus) yang mati dibunuh di konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Sabtu (7/2).
JARINGAN Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) mengecam keras atas pembantaian seekor Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) di areal konsesi.
Evaluasi tersebut dilakukan melalui pemanggilan direksi perusahaan untuk dimintai keterangan terkait pelaksanaan kewajiban perlindungan hutan dan satwa liar di areal konsesi.
Dari 11 daerah tersebut, total luasan Karhutla sebanyak 1.041,74 Hektare (Ha).
Zulkifli menegaskan bahwa tim krisis Provinsi akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap daerah-daerah yang mulai terdampak kebakaran.
PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi Karhutla 2026 melalui kolaborasi dengan TNI-Polri dan pemantauan digital berbasis AI ARFINA.
Dari sebanyak 8 lokasi Karhutla di Riau, wilayah Kabupaten Pelalawan merupakan daerah yang cukup luas terdampak.
Candi Muara Takus merupakan salah satu situs cagar budaya paling signifikan di Sumatra dengan nilai sejarah dan arkeologis yang sangat tinggi.
HARIMAU Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) berusia remaja menuju dewasa dilaporkan muncul di sekitar pemukiman penduduk di RT.14/RW.14 Desa Benteng Hulu, Siak, Riau.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved