Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYEBAB Gajah Sumatera mati terpenggal di Riau dari posisi badan yang terduduk, sedangkan sepasang gading telah raib hilang diduga akibat ditembak.
Bangkai gajah Sumatra itu ditemukan di areal sekitar konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Distrik Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.
Drh. Rini mengungkapkan bahwa kematian gajah tidak disebabkan oleh faktor alami. Berdasarkan bedah bangkai, ujar dia, ditemukan cedera parah pada bagian kepala gajah Sumatra yang terpenggal akibat luka tembak.
“Bagian depan kepala mengalami kerusakan berat. Gading hilang, dan bagian dahi diduga menjadi titik tembakan. Tengkorak kepala masih tersisa, namun bagian depan dipotong. Ini jelas kematian tidak wajar,” kata drh. Rini, Hal dalam konferensi pers yang digelar di ruang media center Polda Riau, Jumat (6/2).
Sementara Kabid Labfor Polda Riau Ajun Komisaris Besar (AKB) Ungkap Siahaan menyampaikan, timnya menemukan dua potongan logam yang diduga kuat merupakan proyektil peluru senjata api.
“Barang bukti berupa dua proyektil berbahan logam tembaga kuningan. Senjata yang digunakan masih dalam proses pendalaman karena diduga senjata rakitan,” ujarnya.
Tim Labfor juga mengambil sejumlah sampel tanah dan genangan air di sekitar bangkai gajah Sumatra itu. Hasil uji pendahuluan menunjukkan tidak ditemukan kandungan sianida maupun merkuri sehingga kematian akibat racun dapat dikesampingkan.
"Berdasarkan hasil proyektil, senjata yang digunakan merupakan rakitan," jelasnya.
Kepala Bidang Wilayah I Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Yudha, menegaskan bahwa kematian gajah Sumatra yang terpenggal tersebut merupakan kejahatan serius terhadap sumber daya alam hayati. Hilangnya bagian wajah dan gading gajah Sumatra mengindikasikan kuat adanya praktik perburuan liar.
“Negara tidak mentolerir kejahatan terhadap satwa dilindungi. Setiap bentuk perburuan, pembunuhan, penguasaan, pengangkutan, hingga perdagangan bagian tubuh satwa dilindungi merupakan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024, perubahan atas UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati,” tegas Yudha.
Kepala Bidang Humas Polda Riau Komisaris Besar (Kombes) Zahwani Pandra menjelaskan, kematian gajah Sumatra tersebut ditindaklanjuti setelah adanya laporan masyarakat pada 3 Februari 2026 terkait penemuan bangkai gajah di kawasan hutan yang berada di areal konsesi PT RAPP, Kecamatan Ukui.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Polsek Ukui bersama Satreskrim Polres Pelalawan, serta Polda Riau langsung mendatangi lokasi temuan.
“Sejak tanggal 3 Februari, kami telah melakukan penyelidikan intensif dan memperkuat penanganan perkara ini dengan dukungan Ditreskrimsus Polda Riau serta berkolaborasi dengan BBKSDA. Penanganan dilakukan secara profesional dan berbasis bukti ilmiah agar kasus ini terang benderang,” ujar Pandra.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Riau Kombes Ade Kuncoro menambahkan, pihaknya langsung menurunkan personel ke lokasi setelah menerima informasi awal. Pada 4 Februari pagi, tim Subdit IV Ditreskrimsus Polda Riau bersama tim Laboratorium Forensik (Labfor) diterjunkan untuk bergabung dengan Polres Pelalawan.
“Hingga saat ini kami telah memeriksa lima orang saksi. Kami juga masih menunggu hasil analisis lanjutan dari nekropsi dan pemeriksaan Labfor. Perlu kami sampaikan, gajah ini merupakan gajah liar yang melintas di jalur alami kawanan, bukan gajah dalam pengawasan,” jelasnya.
Dari kesimpulan ekspos hasil uji Labfor, Polda Riau bersama BBKSDA Riau memastikan penanganan perkara ini berjalan tegas, profesional, dan transparan. Masyarakat juga diimbau untuk tidak terlibat dalam perburuan maupun perdagangan satwa liar termasuk gajah Sumatra serta segera melapor apabila mengetahui adanya aktivitas ilegal terkait satwa dilindungi.
“Penyelidikan sedang berlangsung dan kami mengajak masyarakat yang mengetahui informasi terkait peristiwa ini agar segera melapor kepada pihak kepolisian,” pungkas Ade. (H-4)
Temuan Gajah Sumatera Mati Tanpa Kepala di Riau
Seekor Gajah Sumatera ditemukan mati mengenaskan di area konsesi PT RAPP, Pelalawan, Riau. Polisi dan BBKSDA menyelidiki dugaan pembunuhan satwa dilindungi.
Konservasi yang ideal harus dilakukan di habitat asli gajah yang masih menyediakan pakan dan air alami, bukan di areal bekas perkebunan atau dekat permukiman.
Seekor Gajah Sumatera ditemukan mati mengenaskan di area konsesi PT RAPP, Pelalawan, Riau. Polisi dan BBKSDA menyelidiki dugaan pembunuhan satwa dilindungi.
BBKSDA Riau telah memasang dua unit kamera trap guna mengidentifikasi hewan liar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved