Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Mengerikan, Gajah Sumatera di Riau Ditemukan Mati Terpenggal

Rudi Kurniawansyah
06/2/2026 07:13
Mengerikan, Gajah Sumatera di Riau Ditemukan Mati Terpenggal
Seekor Gajah Sumatera ditemukan mati mengenaskan di area konsesi PT RAPP, Pelalawan, Riau. Polisi dan BBKSDA menyelidiki dugaan pembunuhan satwa dilindungi.(Polda Riau)

GAJAH Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) ditemukan mati dengan kondisi sangat mengerikan di areal sekitar konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Distrik Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Di mana bagian kepala terpenggal dari posisi badan yang terduduk dan sepasang gading diduga hilang.

Kasus ini kembali menambah daftar panjang kematian Gajah Sumatera yang tidak wajar di Riau, khususnya sekitar lokasi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Sebelumnya gajah jinak bernama Rahman, 46, pada 10 Januari 2024  mati akibat diracun dan gading sebelah kiri sudah terpotong dan hilang. Sampai saat ini belum diketahui pelaku peristiwa ini.

Sejauh ini, tim gabungan dari Polres Pelalawan, Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Riau, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau, Polisi Kehutanan, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), dan pihak PT RAPP telah melakukan pengecekan ke lokasi.

Kapolres Pelalawan Ajun Komisaris Besar (AKB) John Louis Letedara, melalui Kasat Reskrim Polres Pelalawan Ajun Komisaris (AK) I Gede Yoga Eka Pranata mengatakan, gajah tersebut ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan bagian kepala telah terpotong dan posisi tubuh duduk.

“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian gajah tersebut. Tim melakukan olah TKP serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi,” ujar I Gede Yoga Eka Pranata, Kamis (5/2).

Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, tim Bidlabfor Polda Riau yang dipimpin IPTU Imam Yusuf Hanura telah mengambil sejumlah sampel tanah di sekitar lokasi penemuan bangkai gajah tersebut. Sampel tersebut akan diuji di laboratorium guna mengetahui kemungkinan adanya unsur-unsur tertentu yang berkaitan dengan kematian satwa dilindungi itu.

Adapun dari pihak PT RAPP menyatakan telah berkoordinasi dan siap bekerja sama dengan aparat penegak hukum dan komitmen untuk mendukung proses penyelidikan.

Diketahui Gajah Sumatra tersebut pertama kali ditemukan seorang warga bernama Winarno pada Senin (2/2) malam. Ia mengaku mencium aroma busuk yang berasal dari dalam kawasan hutan sebelum akhirnya menemukan bangkai gajah tersebut. “Saya mencium bau tidak sedap dari arah hutan, lalu saya temukan gajah itu sudah mati. Saya langsung melaporkannya ke pihak keamanan,” ungkap Winarno.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kasat Reskrim Polres Pelalawan bersama Polsek Ukui langsung turun ke lokasi pada 3 Februari 2026. Selanjutnya, pada 4 Februari 2026, tim gabungan dari Polres Pelalawan, Polsek Ukui, Ditkrimsus Polda Riau, Bidlabfor Polda Riau, serta BBKSDA melakukan kegiatan nekropsi terhadap bangkai gajah di lokasi kejadian.

Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung. Kepolisian berharap dapat segera mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas kematian gajah tersebut.

“Kami akan terus melakukan upaya maksimal untuk melindungi satwa liar yang ada di wilayah hukum Polres Pelalawan,” tegas I Gede Yoga Eka Pranata.

Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui atau melihat adanya tindak pidana, baik secara langsung ke kantor polisi terdekat maupun melalui layanan Call Center Polri di nomor 110. (Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya