Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
GAJAH Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) ditemukan mati dengan kondisi sangat mengerikan di areal sekitar konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Distrik Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Di mana bagian kepala terpenggal dari posisi badan yang terduduk dan sepasang gading diduga hilang.
Kasus ini kembali menambah daftar panjang kematian Gajah Sumatera yang tidak wajar di Riau, khususnya sekitar lokasi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Sebelumnya gajah jinak bernama Rahman, 46, pada 10 Januari 2024 mati akibat diracun dan gading sebelah kiri sudah terpotong dan hilang. Sampai saat ini belum diketahui pelaku peristiwa ini.
Sejauh ini, tim gabungan dari Polres Pelalawan, Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Riau, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau, Polisi Kehutanan, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), dan pihak PT RAPP telah melakukan pengecekan ke lokasi.
Kapolres Pelalawan Ajun Komisaris Besar (AKB) John Louis Letedara, melalui Kasat Reskrim Polres Pelalawan Ajun Komisaris (AK) I Gede Yoga Eka Pranata mengatakan, gajah tersebut ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan bagian kepala telah terpotong dan posisi tubuh duduk.
“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian gajah tersebut. Tim melakukan olah TKP serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi,” ujar I Gede Yoga Eka Pranata, Kamis (5/2).
Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, tim Bidlabfor Polda Riau yang dipimpin IPTU Imam Yusuf Hanura telah mengambil sejumlah sampel tanah di sekitar lokasi penemuan bangkai gajah tersebut. Sampel tersebut akan diuji di laboratorium guna mengetahui kemungkinan adanya unsur-unsur tertentu yang berkaitan dengan kematian satwa dilindungi itu.
Adapun dari pihak PT RAPP menyatakan telah berkoordinasi dan siap bekerja sama dengan aparat penegak hukum dan komitmen untuk mendukung proses penyelidikan.
Diketahui Gajah Sumatra tersebut pertama kali ditemukan seorang warga bernama Winarno pada Senin (2/2) malam. Ia mengaku mencium aroma busuk yang berasal dari dalam kawasan hutan sebelum akhirnya menemukan bangkai gajah tersebut. “Saya mencium bau tidak sedap dari arah hutan, lalu saya temukan gajah itu sudah mati. Saya langsung melaporkannya ke pihak keamanan,” ungkap Winarno.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kasat Reskrim Polres Pelalawan bersama Polsek Ukui langsung turun ke lokasi pada 3 Februari 2026. Selanjutnya, pada 4 Februari 2026, tim gabungan dari Polres Pelalawan, Polsek Ukui, Ditkrimsus Polda Riau, Bidlabfor Polda Riau, serta BBKSDA melakukan kegiatan nekropsi terhadap bangkai gajah di lokasi kejadian.
Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung. Kepolisian berharap dapat segera mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas kematian gajah tersebut.
“Kami akan terus melakukan upaya maksimal untuk melindungi satwa liar yang ada di wilayah hukum Polres Pelalawan,” tegas I Gede Yoga Eka Pranata.
Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui atau melihat adanya tindak pidana, baik secara langsung ke kantor polisi terdekat maupun melalui layanan Call Center Polri di nomor 110. (Z-2)
Konservasi yang ideal harus dilakukan di habitat asli gajah yang masih menyediakan pakan dan air alami, bukan di areal bekas perkebunan atau dekat permukiman.
DM ditangkap saat tengah mengolah kayu menggunakan mesin chainsaw di Resort Air Sawan, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, pada 21 Januari 2026.
pemerintah seharusnya bisa lebih tegas memberikan hukuman kepada korporasi maupun individu pelaku pembakaran hutan atau lahan gambut di berbagai daerah.
Konflik satwa Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) dengan manusia di Kabupaten Pelalalawan, Riau, menyebabkan seorang pekerja kehutanan tewas diterkam.
Kegiatan belajar diimbau agara tetap berjalan. Terutama dengan memanfaatkan sistem daring bagi daerah yang memiliki akses internet dan listrik yang tidak terhambat oleh banjir.
Sehingga dari 32 orang, sebanyak 17 orang selamat, dan 15 orang meninggal dunia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved