Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Sejalan Arahan Prabowo tentang Sampah, Siswa MAN IC Pekalongan Luncurkan KomProMi

Media Indonesia
03/2/2026 18:18
Sejalan Arahan Prabowo tentang Sampah, Siswa MAN IC Pekalongan Luncurkan KomProMi
(MI/HO)

SEBULAN sebelum pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyoroti serius persoalan sampah nasional dan menyerukan keterlibatan aktif pelajar dalam menjaga kebersihan lingkungan, siswa MAN Insan Cendekia (IC) Pekalongan meluncurkan program inovatif pengolahan sampah makanan bertajuk KomProMi (Komposting Projek Mizan). Diharapkan aksi ini menjadi contoh konkret implementasi arahan Presiden dalam membangun generasi muda yang peduli lingkungan, berkarakter, dan berorientasi pada berkelanjutan. 

Dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Senin (2/2), Presiden Prabowo menegaskan pentingnya gerakan kolektif berbasis pendidikan untuk mengatasi krisis sampah, seraya mendorong pelibatan siswa sekolah sebagai ujung tombak perubahan budaya lingkungan. Semangat tersebut sejalan dan telah dilakukan oleh siswa MAN IC Pekalongan melalui KomProMi, program pengolahan food waste berbasis metode Bokashi Composting yang cepat, higienis, tanpa bau, dan tanpa emisi. 

"Kami senang dan bangga anak-anak kami punya inisiatif, ide, dan melakukannya dalam aksi nyata, termasuk dalam mencari sponsor atau pembiayaannya, di tengah kesibukan mereka dalam belajar dan mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi," tutur Khoirul Anam, Kepala Madrasah MAN IC Pekalongan.  

Program itu diketuai oleh Ahmad Ali Rayyan Shahab, siswa kelas XII MAN IC Pekalongan, dengan melibatkan lebih dari 50 relawan siswa. KomProMi mengintegrasikan pendekatan ekoteologi dan ekonomi sirkular, dengan menjadikan nilai spiritual sebagai fondasi kesadaran ekologis. "Nama KomProMi merupakan akronim dari Komposting Projek Mizan dengan Mizan merujuk pada konsep keseimbangan dalam Al-Qur'an (QS Ar-Rahman: 7-9), yang menegaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab moral dan spiritual manusia sebagai khalifah di bumi," ujar Rayyan yang memang menjadi aktivis lingkungan. 

Selain membangun sistem pengolahan sampah makanan di lingkungan sekolah, tambah Rayyan, KomProMi juga menjalankan program edukasi, kampanye visual, dan seminar lingkungan berbasis nilai keislaman. Sampah makanan diolah melalui fermentasi anaerobik selama 10–14 hari hingga menjadi kompos yang dimanfaatkan untuk penghijauan sekolah dan urban farming. 

Ke depan, KomProMi ditargetkan berkembang menjadi pilot project nasional, khususnya bagi sekolah berasrama serta diperluas ke 25 MAN Insan Cendekia di seluruh Indonesia, sejalan dengan visi pemerintah membangun gerakan nasional pengelolaan sampah berbasis pendidikan. 

Ditambahkan Khoirul Anam, MAN IC Pekalongan berbangga karena para siswanya memiliki kepedulian dan semangat yang sangat tinggi. "Apalagi Ketuanya, Mas Rayyan sangat aktif dalam isu lingkungan, pernah terlibat dalam riset pengelolaan limbah batik, menjadi pembicara forum internasional ekoteologi, serta alumni pertukaran pelajar Finlandia 2024/2025, dan saat ini memperoleh Letter of Acceptance (LoA) dari enam universitas luar negeri bergengsi pada jurusan Teknik Lingkungan," tambahnya.

Project KomProMi sebagai bagian dari organisasi Atma Bawana yang didirikan oleh beberapa siswa MAN IC. Sesuai dengan namanya dari bahasa Sanskerta, atma berarti jiwa dan bawana berarti dunia, yang merepresentasikan visi organisasi sebagai jiwa bagi dunia, ikhtiar membangun harmoni antara manusia, alam, dan nilai spiritual.

"Atma Bawana bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus membangun budaya peduli lingkungan berbasis nilai moral dan spiritual. Program-programnya menekankan pendekatan holistik, menggabungkan aksi nyata, edukasi, kampanye kreatif, serta integrasi nilai ekoteologi dalam kehidupan sehari-hari warga sekolah," tutur Aisyah Auliyah Anisa, salah seorang pendiri Atma Bawana. (RO/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya