Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

SPPG Purwosari Bantah Hoaks, Wafatnya Siswi SMAN 2 Kudus tak Ada Kaitannya dengan MBG

 Gana Buana
03/2/2026 13:37
SPPG Purwosari Bantah Hoaks, Wafatnya Siswi SMAN 2 Kudus tak Ada Kaitannya dengan MBG
Wafatnya Siswi SMAN 2 Kudus tak Ada Kaitannya dengan MBG.(Freepik)

SATUAN Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari secara tegas membantah informasi menyesatkan yang beredar di masyarakat terkait meninggalnya siswi SMAN 2 Kudus, Rizza Meiliana Azzahara, yang dikaitkan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pihak SPPG memastikan kabar tersebut tidak benar dan merupakan hoaks.

Kepala SPPG Purwosari, Nasihul Umam, menegaskan bahwa tidak ada hubungan apa pun antara wafatnya Rizza dengan pelaksanaan program MBG yang dijalankan pemerintah.

“Informasi yang menyebutkan bahwa meninggalnya siswi SMAN 2 Kudus atas nama Rizza Meiliana Azzahara berkaitan dengan MBG adalah tidak benar dan menyesatkan. Itu hoaks,” tegas Nasihul Umam, Senin (2/2).

Nasihul menjelaskan, berdasarkan data dan riwayat kesehatan yang bersangkutan, Rizza telah lama menderita kanker nasofaring sejak duduk di bangku kelas 8 SMP. Penyakit tersebut mengharuskan almarhumah menjalani perawatan intensif serta kemoterapi rutin di RSUP Dr. Kariadi, Semarang.

Kondisi kesehatan tersebut membuat Rizza tidak dapat mengikuti aktivitas sekolah secara normal. Selama tercatat sebagai peserta didik di SMAN 2 Kudus, Rizza hanya sempat hadir menjelang pelaksanaan tes pada November 2024. Selebihnya, ia fokus menjalani pengobatan.

“Ananda sakit kanker nasofaring sejak kelas 8. Selama di SMAN 2 Kudus hanya masuk menjelang tes November, karena harus menjalani kemoterapi di RS Karyadi Semarang,” jelas Nasihul.

Lebih lanjut, Nasihul menegaskan bahwa sejak Januari 2025, Rizza tidak tercatat hadir ke sekolah sama sekali. Dengan demikian, secara administratif dan faktual, yang bersangkutan tidak termasuk penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.

“Sejak Januari 2025, ananda belum pernah berangkat ke sekolah sehingga tidak menerima paket MBG,” tambahnya.

SPPG Purwosari menilai penyebaran informasi yang tidak berdasar tersebut berpotensi menyesatkan publik serta mencederai upaya pemerintah dalam menjalankan program pemenuhan gizi bagi peserta didik.

Nasihul pun mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang menyangkut isu sensitif seperti kesehatan dan keselamatan anak.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya,” pungkasnya. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya