Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
SATUAN Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari secara tegas membantah informasi menyesatkan yang beredar di masyarakat terkait meninggalnya siswi SMAN 2 Kudus, Rizza Meiliana Azzahara, yang dikaitkan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pihak SPPG memastikan kabar tersebut tidak benar dan merupakan hoaks.
Kepala SPPG Purwosari, Nasihul Umam, menegaskan bahwa tidak ada hubungan apa pun antara wafatnya Rizza dengan pelaksanaan program MBG yang dijalankan pemerintah.
“Informasi yang menyebutkan bahwa meninggalnya siswi SMAN 2 Kudus atas nama Rizza Meiliana Azzahara berkaitan dengan MBG adalah tidak benar dan menyesatkan. Itu hoaks,” tegas Nasihul Umam, Senin (2/2).
Nasihul menjelaskan, berdasarkan data dan riwayat kesehatan yang bersangkutan, Rizza telah lama menderita kanker nasofaring sejak duduk di bangku kelas 8 SMP. Penyakit tersebut mengharuskan almarhumah menjalani perawatan intensif serta kemoterapi rutin di RSUP Dr. Kariadi, Semarang.
Kondisi kesehatan tersebut membuat Rizza tidak dapat mengikuti aktivitas sekolah secara normal. Selama tercatat sebagai peserta didik di SMAN 2 Kudus, Rizza hanya sempat hadir menjelang pelaksanaan tes pada November 2024. Selebihnya, ia fokus menjalani pengobatan.
“Ananda sakit kanker nasofaring sejak kelas 8. Selama di SMAN 2 Kudus hanya masuk menjelang tes November, karena harus menjalani kemoterapi di RS Karyadi Semarang,” jelas Nasihul.
Lebih lanjut, Nasihul menegaskan bahwa sejak Januari 2025, Rizza tidak tercatat hadir ke sekolah sama sekali. Dengan demikian, secara administratif dan faktual, yang bersangkutan tidak termasuk penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.
“Sejak Januari 2025, ananda belum pernah berangkat ke sekolah sehingga tidak menerima paket MBG,” tambahnya.
SPPG Purwosari menilai penyebaran informasi yang tidak berdasar tersebut berpotensi menyesatkan publik serta mencederai upaya pemerintah dalam menjalankan program pemenuhan gizi bagi peserta didik.
Nasihul pun mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang menyangkut isu sensitif seperti kesehatan dan keselamatan anak.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya,” pungkasnya. (Z-10)
Pemerintah mencatat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin meluas cakupannya dengan jumlah penerima manfaat yang kini telah menembus angka 60 juta orang
Presiden Prabowo Subianto menyatakan jumlah penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan segera melampaui jumlah porsi makanan harian yang diproduksi jaringan McDonald’s
Pemerintah menargetkan perluasan signifikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sasaran penerima manfaat mencapai sekitar 80 juta orang pada pertengahan 2026
BGN menegaskan bahwa intervensi pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita (Kelompok B3) menjadi prioritas utama MBG selama periode akhir tahun 2025.
Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di wilayah IKN berjalan lancar, memperkuat pemenuhan gizi anak sekolah serta meningkatkan kualitas kesehatan dan SDM menuju Indonesia Emas 2045.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved