Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Sudah Tiga Hari, Asap Tebal masih Selimuti Pabrik Swallow

Yoseph Pencawan
29/1/2026 21:42
Sudah Tiga Hari, Asap Tebal masih Selimuti Pabrik Swallow
Petugas menyemprotkan air ke puing sisa kebakaran pabrik Swallow yang masih mengepulkan asap, Kamis (29/1/2026).(MI/Yoseph Pencawan )

KEPULAN asap pekat masih membubung dari area pabrik sandal Swallow PT Garuda Mas Perkasa hingga Kamis (29/1) sore. Puluhan armada pemadam kebakaran juga terus dikerahkan ke lokasi untuk melakukan proses pendinginan di titik-titik api yang belum sepenuhnya padam. 

“Petugas kami masih terus berjibaku di lapangan karena material karet yang terbakar menyebabkan api sulit dipadamkan secara total dan menimbulkan asap tebal,” ujar Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Medan Wandro Malau, Kamis (29/1). 

Pantauan di Jalan KL Yos Sudarso Km 6,5, asap paling tebal terkonsentrasi di area pintu masuk utama pabrik. Sementara itu, beberapa titik di sisi lain bangunan sudah berhasil dijinakkan meski suhu di sekitar lokasi masih terasa sangat panas.

Dinas Damkarmat Medan juga masih mengerahkan lebih dari 20 unit armada merah yang hilir mudik menyuplai air ke titik panas. 

Petugas memfokuskan penyemprotan pada tumpukan material sisa produksi guna mencegah potensi api muncul kembali akibat tiupan angin. Hingga saat ini, area gudang penyimpanan bahan baku menjadi tantangan terberat bagi para personel di lapangan.

Material kimia dan karet sintetis yang tertimbun reruntuhan bangunan membuat proses pemadaman harus dilakukan secara ekstra hati-hati. Kondisi bangunan yang mulai rapuh akibat suhu panas ekstrem juga memaksa petugas Damkar untuk tidak sembarangan memasuki zona inti. 

Tim taktis terus melakukan penyemprotan dari jarak aman sembari memantau stabilitas struktur beton yang terdampak kebakaran. Pihak manajemen perusahaan yang telah beroperasi di Medan selama 50 tahun itu sejauh ini belum memberikan keterangan resmi terkait kebakaran. 

Sementara Pemerintah Kota Medan melalui pihak kecamatan melakukan pendataan terkait dampak lingkungan akibat asap yang menyebar ke permukiman warga.

Sebelumnya, Petugas pemadam kebakaran sempat menghadapi hambatan berat akibat karakteristik material di dalam pabrik yang memicu panas ekstrem. 

Tumpukan material karet, plastik dan bahan kimia menyebabkan api sulit dipadamkan dan terus muncul kembali meski telah disemprot air. Selain faktor material, petugas juga harus bekerja di tengah kepungan pemukiman padat penduduk. 

Fokus utama tim adalah melokalisasi kobaran agar tidak merembet ke rumah warga yang berdekatan dengan dinding pabrik. Kendala logistik air juga sempat terhambat akibat kemacetan panjang di Jalan Komodor Laut Yos Sudarso. 

Upaya pemadaman melibatkan total 20 unit mobil damkar yang berasal dari Pemkot Medan, Pemprov Sumut, Pemkot Binjai, Brimob Polda dan pihak swasta. Api berkobar hebat mulai Selasa (27/1) sekitar pukul 23.00 WIB, diduga berasal dari ruang obat atau gudang bahan kimia. Meski sempat terdengar rentetan ledakan yang memicu kepanikan ratusan warga, hingga saat ini dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait dugaan korsleting listrik sebagai penyebab utama. Sementara itu, kerugian PT Garuda Mas Perkasa diperkirakan mencapai miliaran rupiah akibat hancurnya mesin produksi utama dan bangunan pabrik. (YP/E-4) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya