SETELAH kebakaran hebat yang meluluhlantakkan pabrik sandal Swallow milik PT Garuda Mas Perkasa di Jalan KL Yos Sudarso KM 6,5, Tanjung Mulia, Medan Deli, manajemen perusahaan akhirnya buka suara terkait nasib pekerjanya. Hari ini, Kamis, 29 Januari 2026, dipastikan sebanyak 255 karyawan terpaksa dirumahkan sementara akibat operasional pabrik yang lumpuh total.
HRD PT Garuda Mas Perkasa, Maya Novianty, menegaskan bahwa langkah ini diambil karena kondisi pabrik yang mengalami kerusakan parah hingga 90 persen. "Saat ini seluruh operasional berhenti. Karyawan yang berjumlah 255 orang kami rumahkan sementara sampai situasi memungkinkan untuk kembali beroperasi," ujar Maya kepada awak media di lokasi kejadian.
Bantah Isu Korban Jiwa
Dalam keterangannya, manajemen juga menepis kabar simpang siur yang beredar di media sosial mengenai adanya puluhan korban jiwa. Maya memastikan bahwa saat insiden terjadi pada Selasa (27/1) malam, proses evakuasi berjalan lancar.
"Tidak ada korban jiwa. Saat kejadian, karyawan shift dua yang berjumlah sekitar 70 orang berhasil dievakuasi dengan selamat. Kami minta masyarakat tidak termakan hoaks yang menyebutkan ada 35 korban tewas," tegasnya.
Proses Pendinginan dan Ancaman ISPA
Hingga Kamis pagi, petugas Dinas Pencegahan dan Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan masih menyiagakan armada di lokasi untuk proses pendinginan (cooling). Meski api utama telah padam, kepulan asap hitam sisa pembakaran material karet dan bahan kimia masih menyelimuti permukiman warga di sekitar Tanjung Mulia.
Sejumlah warga mulai mengeluhkan gangguan pernapasan dan mata perih. "Asapnya masih pekat, baunya menyengat sekali seperti karet gosong. Kami khawatir anak-anak kena ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut)," ungkap Khairani (60), warga yang tinggal bersebelahan dengan tembok pabrik.
Tim Labfor Polda Sumut Turun Tangan
Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Tohap Sibuea, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Garis polisi (police line) telah dipasang di sekeliling area pabrik guna sterilisasi TKP.
"Dugaan sementara api berasal dari gudang penyimpanan, namun penyebab pastinya apakah korsleting listrik atau faktor lain masih menunggu hasil olah TKP dari tim Labfor," pungkas Kompol Tohap.
Kerugian materiil akibat insiden ini ditaksir mencapai miliaran Mata Uang Rupiah, mengingat banyaknya mesin produksi dan stok barang siap jual yang hangus terbakar.
