KEBAKARAN hebat yang menghanguskan pabrik sandal legendaris Swallow milik PT Garuda Mas Perkasa di Jalan KL Yos Sudarso KM 6,5, Medan Deli, menyisakan kerugian materiil yang fantastis. Hingga Kamis (29/1/2026), manajemen perusahaan menaksir total kerugian mencapai miliaran Mata Uang Rupiah akibat lumpuhnya seluruh fasilitas produksi.
Insiden yang terjadi sejak Selasa (27/1) malam ini tidak hanya meratakan bangunan pabrik, tetapi juga melenyapkan aset vital perusahaan. HRD PT Garuda Mas Perkasa, Maya Novianty, mengungkapkan bahwa kerusakan mencapai 90 persen, mencakup gudang penyimpanan bahan baku, mesin-mesin cetak sandal, hingga stok barang siap edar yang ludes tak bersisa.
Rincian Dampak Kerugian:
- Fasilitas Fisik: Gedung produksi dan gudang bahan kimia hancur total.
- Aset Mesin: Puluhan mesin produksi sandal hangus terbakar.
- Bahan Baku: Stok karet mentah dan bahan kimia pelengkap produksi musnah.
- SDM: 255 karyawan terpaksa dirumahkan tanpa batas waktu yang ditentukan.
Operasional Lumpuh Total
Dampak ekonomi paling nyata dirasakan oleh 255 tenaga kerja yang menggantungkan hidupnya di pabrik ini. Manajemen terpaksa mengambil langkah sulit dengan merumahkan seluruh karyawan karena tidak ada lagi alat produksi yang bisa dioperasikan.
"Untuk saat ini operasional stop total. Kami belum bisa memastikan kapan pabrik bisa beroperasi kembali karena harus menunggu proses penyelidikan polisi dan pembangunan ulang," jelas perwakilan manajemen di lokasi kejadian.
Investigasi Labfor Berlanjut
Sementara itu, Kapolsek Medan Labuhan Kompol Tohap Sibuea menyatakan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumut masih bekerja keras mengungkap penyebab pasti kebakaran. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik di area 'gudang obat' (bahan kimia), namun kepastian hukum masih menunggu hasil uji forensik terhadap abu dan puing sisa kebakaran.
Pihak kepolisian juga kembali menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, menepis isu liar yang beredar di media sosial. Fokus utama saat ini adalah pengamanan aset tersisa dan pembersihan puing-puing material yang berpotensi membahayakan warga sekitar.
