Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Hadapi Suhu Panas Ekstrem, Petugas Kesulitan Padamkan Kebakaran Pabrik Swallow

Yoseph Pencawan
28/1/2026 12:54
Hadapi Suhu Panas Ekstrem, Petugas Kesulitan Padamkan Kebakaran Pabrik Swallow
Kobaran api di pabrik karet PT Garuda Mas Perkasa, Selasa (27/1/2026).(MI/Yoseph Pencawan )

UPAYA pemadaman kebakaran hebat yang melanda pabrik karet PT Garuda Mas Perkasa, produsen sandal merek Swallow, belum sepenuhnya tuntas hingga menjelang siang, Rabu (28/1). 

Petugas pemadam kebakaran menghadapi hambatan berat akibat karakteristik material di dalam pabrik yang memicu panas ekstrem.

Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Medan Wandro Malau mengungkapkan, tumpukan karet, plastik dan bahan kimia menjadi kendala utama. Material tersebut menyebabkan api sulit dipadamkan dan terus muncul kembali meskipun telah disiram air.

"Petugas kesulitan memadamkan api karena material karet menciptakan suhu panas ekstrem dan titik api yang terus muncul kembali," ujarnya Rabu (28/1). 

Selain faktor material, petugas harus berjibaku di tengah kepungan pemukiman padat penduduk. Fokus utama tim adalah melokalisasi kobaran agar tidak merembet ke rumah warga yang berdekatan dengan dinding pabrik.

Kendala logistik air juga sempat terhambat akibat kemacetan panjang di Jalan Komodor Laut Yos Sudarso. Untuk mengatasi hambatan tersebut kekuatan gabungan lintas wilayah pun dikerahkan. Upaya pemadaman melibatkan total 20 unit mobil damkar yang berasal dari Pemkot Medan, Pemprov Sumut, Pemkot Binjai, Brimob Polda dan pihak swasta. 

Api berkobar hebat mulai Selasa (27/1) sekitar pukul 23.00 WIB, diduga berasal dari ruang obat atau gudang bahan kimia. Meski sempat terdengar rentetan ledakan yang memicu kepanikan ratusan warga, hingga saat ini dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. 

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait dugaan korsleting listrik sebagai penyebab utama. Sementara itu, kerugian PT Garuda Mas Perkasa diperkirakan mencapai miliaran rupiah akibat hancurnya mesin produksi utama dan bangunan pabrik. (YP/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya