Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Kementerian PU Anggarkan Rp.667 Miliar untuk Penanganan Ruas Jalan Malalak

Yose Hendra
29/1/2026 19:00
Kementerian PU Anggarkan Rp.667 Miliar untuk Penanganan Ruas Jalan Malalak
Ilustrasi(MI/Yoseph Pencawan)

MENTERI Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo meninjau langsung ruas jalan Malalak–Bukittinggi di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (28/1). Ruas tersebut sebelumnya, terdampak bencana hidrometeorologi dan mengalami kerusakan yang cukup parah.

Dalam kunjungan tersebut, Dody memastikan pihaknya tengah menyiapkan pembangunan jembatan permanen, sembari menuntaskan pemasangan jembatan sementara untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat dan arus logistik.

“Selain jembatan sementara armco dan bailey, kami juga menyiapkan desain pembangunan jembatan permanen,” ujar Dody di lokasi peninjauan.

Menurut Dody, penyusunan desain jembatan permanen menjadi tahapan penting karena kondisi geografis jalur Malalak yang curam dan terjal, serta melintasi kawasan hutan lindung dan konservasi sehingga memerlukan penyesuaian desain  dan perizinan lintas kementerian.

Selain itu, Kementerian PU juga mengkaji pembangunan sabo dam untuk menahan aliran air dari kawasan pegunungan yang bermuara ke kilometer 74, titik yang sempat terputus akibat banjir bandang pada 26 November 2025. Kajian tersebut dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi risiko banjir bandang di masa mendatang.

Guna penanganan ruas jalan tersebut, Kementerian PU menyiapkan anggaran sebesar Rp667 miliar yang akan dialokasikan pada tahun anggaran 2026–2027. Semuanya untuk pemulihan dan perbaikan Jalan Malalak.

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, yang turut mendampingi Menteri dalam peninjauan tersebut, menyambut baik komitmen Pemerintah Pusat dalam pemulihan infrastruktur strategis di Sumbar. Ia berharap, semua rencana tersebut dapat direalisasikan Pemerintah Pusat dalam waktu dekat agar konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali normal.

“Jalan Malalak ini sangat vital bagi konektivitas wilayah dan aktivitas ekonomi masyarakat. Kami berharap penanganan dilakukan tidak hanya cepat, tetapi juga berorientasi pada keamanan dan mitigasi bencana ke depan,” kata Mahyeldi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya