Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Yogyakarta mengimbau masyarakat di provinsi ini mewaspadai potensi cuaca ekstrem akibat belokan angin (shearline) di wilayah Jawa.
"Adanya belokan angin (shearline) menyebabkan pengumpulan massa udara di sekitar wilayah Jawa, sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah DIY," kata Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta Warjono saat dikonfirmasi di Yogyakarta, Senin.
Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini, ia menyebut suhu muka laut di Laut Jawa dan Samudra Hindia selatan Jawa terpantau relatif hangat pada kisaran 28 hingga 30 derajat Celsius.
"Suhu muka laut di Laut Jawa dan Samudra Hindia selatan Jawa terpantau relatif hangat pada kisaran 28 hingga 30 derajat Celsius dengan anomali suhu muka laut 0,5 hingga 1 derajat Celsius," ujar Warjono.
Selain itu, profil vertikal kelembapan udara di wilayah DIY pada ketinggian 1,0 hingga 3,0 kilometer (km) tercatat sebesar 70 hingga 95 persen.
"Sehingga, peluang pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY signifikan," ucap Warjono.
Mempertimbangkan kondisi tersebut, BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah DIY pada periode 27 hingga 29 Januari 2026.
Pada 27 Januari 2026, potensi hujan sedang diprakirakan terjadi di Sleman dan Kulon Progo bagian utara.
Sementara pada 28 Januari 2026, potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara.
Adapun pada 29 Januari 2026, potensi hujan sedang diprakirakan masih terjadi di Sleman, Kulon Progo bagian utara dan Gunungkidul bagian utara.
Warjono mengimbau warga untuk mewaspadai tinggi gelombang laut di perairan selatan DIY yang diprakirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter atau kategori tinggi selama periode tersebut.
"Masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang," tutur Warjono. (Ant/Z-4)
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca Jakarta hari ini, 14 Februari 2026. Waspada potensi hujan disertai kilat dan angin kencang di seluruh wilayah DKI.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca signifikan yang diprediksi melanda sejumlah wilayah Indonesia pada Sabtu, 14 Februari 2026.
BMKG Batam imbau masyarakat Kepri waspada gelombang tinggi 17 Februari 2026 saat Gerhana Matahari Cincin. Hujan ringan juga diprediksi terjadi.
BMKG menegaskan kondisi cuaca pada periode Hari Raya dan Libur Idul Fitri 1447 H/2026 relatif kondusif. Namun, potensi hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi
BMKG memperingatkan, perubahan iklim sudah berdampak nyata di Indonesia, termasuk hujan ekstrem, suhu tinggi, dan menyusutnya es di Puncak Jaya, Papua.
Gandeng BMKG, PT KAI Pantau Cuaca Demi Keselamatan Perjalanan Kereta Api Masa Angkutan Lebaran 2026
Gandeng BMKG, PT KAI Pantau Cuaca Demi Keselamatan Perjalanan Kereta Api Masa Angkutan Lebaran 2026
Berdasarkan analisis BBMKG Denpasar, monsun Asia diprakirakan masih akan memberikan pengaruh kuat disertai dengan terbentuknya pola pertemuan angin
Hasil analisis BMKG memperlihatkan kemunculan gelombang frekuensi rendah dan gelombang ekuatorial Rossby yang aktif di sekitar wilayah NTB
Potensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah, cukup merata di kawasan pegunungan, dataran tinggi, Jawa Tengah bagian timur, Pantura, dan Solo Raya.
New York City berduka setelah 18 orang tewas akibat suhu beku ekstrem yang melanda selama 13 hari.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah Sulawesi Utara hingga 15 Februari 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved