Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga menimbulkan dampak di hampir semua wilayah di DIY.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmat dalam keterangan tertulisnya menjelaskan sejak Jumat pukul 15.10 WIB, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini. Disebutkan potensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada pukul 15.10 WIB di Kabupaten Gunungkidul Nglipar, di Kapanewon Semin, Ngawen, di Kabupaten Sleman di Kapanewon Depok, Kalasan, Ngemplak, Ngaglik, Pakem, Cangkringan, dan sekitarnya.
"Dapat meluas ke wilayah Kabupaten Bantul meliputi Kapanewon Banguntapan, Piyungan, kemudian di Kabupaten Gunungkidul di Kapanewon Patuk, Gedangsari, di Kabupaten Sleman di Kapanewon Mlati, Berbah, Prambanan, Sleman, Tempel, Turi," jelasnya.
Sedangkan wilayah Kota Yogyakarta yang terdampak di Kemantren Tegalrejo, Jetis, Gondokusuman, Danurejan, Gedongtengen, Umbulharjo, Kotagede, dan sekitarnya. Dan diupdate pukul 18.34 WIB. "Terjadi hujan disertai angin kencang hampir merata di seluruh DIY kecuali Kulon Progo bagian selatan dan Gunungkidul bagian utara," imbuhnya.
Menurut dia dampak terbesar menimpa wilayah Sleman terdapat 23 titik kejadian antara lain 12 titik banjir, 7 titik angin kencang, longsor ada 3 titik dan tersambar petir ada 1 lokasi, dengan dampak 11 pohon tumbang, 2 mobil, 1 motor, 1 sepeda, 1 tempat usaha, 1 jembatan, 3 fasilitas umum, dan 3 akses jalan terganggu.
Di Kulonprogo dilaporkan terdapat 2 titik longsor yang mengakibatkan 2 rumah terdampak dan 2 akses jalan terganggu. Sedangkan di Bantul terdapat 1 lokasi banjir dan 1 rumpun bambu tumbang.
Di Kota Yogyakarta, katanya kenaikan aliran Sungai Gajahwong, menyebabkan akar rumpun bambu tidak kuat menahan deras air Sungai Gajahwong mengakibatkan roboh dan mengakibatkan kabel Optik Wifi milik perusahaan Media Net dan jaringan lampu penerangan jalan umum terputus.
Sementara di Kabupaten Gunungkidul sampai Pukul 21.00 WIB terpantau belum ada dampak kejadian dari hujan deras disertai angin kencang dengan petir menggelegar. (H-3)
BMKG memprakirakan hujan masih akan mendominasi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 10–12 Februari 2026, masyarakat diminta waspada hujan lebat
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah Sulawesi Utara hingga 15 Februari 2025.
BMKG) melalui akun Instagram, Senin (9/2), mengeluarkan peringatan wilayah Jabodetabek masih akan terus diguyur hujan lebat hingga sangat lebat dalam beberapa hari
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
BMKG mencatat adanya pengaruh siklon tropis, bibit siklon tropis, serta sirkulasi siklonik yang memengaruhi dinamika atmosfer di kawasan Indonesia dan sekitarnya.
Banjir Jabodetabek belum surut. Hingga akhir Januari 2026, 143 RT sempat terendam. Simak cara mencegah air masuk rumah saat banjir susulan.
BMKG memprakirakan hujan masih akan mendominasi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 10–12 Februari 2026, masyarakat diminta waspada hujan lebat
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah Sulawesi Utara hingga 15 Februari 2025.
BMKG) melalui akun Instagram, Senin (9/2), mengeluarkan peringatan wilayah Jabodetabek masih akan terus diguyur hujan lebat hingga sangat lebat dalam beberapa hari
Dampak dari kondisi cuaca ini, kata dia, juga berpotensi terjadi gelombang tinggi yang berkisar antara 1,5 meter hingga 2,5 meter di perairan wilayah Aceh bagian barat dan selatan.
Operator kapal tongkang dianjurkan waspada saat angin berkecepatan 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Kecepatan angin di wilayah Lampung umumnya berkisar antara 18-55 kilometer per jam, terutama di wilayah pesisir dan perairan seperti perairan Barat Lampung
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved