Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Kementrans Dorong Produk Unggulan Kawasan Transmigrasi Berorientasi Ekspor

Ihfa Firdausya
24/1/2026 08:08
Kementrans Dorong Produk Unggulan Kawasan Transmigrasi Berorientasi Ekspor
Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi saat menghadiri panen raya melon di Desa Tanjung Menang Raya, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, Jumat (24/1).(MI/Ihfa Firdausya)

KEMENTERIAN Transmigrasi mendorong produk-produk unggulan dari kawasan transmigrasi bisa lebih maju dan berorientasi ekspor. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi saat menghadiri panen raya melon di Desa Tanjung Menang Raya, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, Jumat (24/1).

Ia menyebut banyak produk unggulan masing-masing kawasan transmigrasi yang tersebar di 154 kawasan prioritas nasional. Ia mencontohkan di Mesuji ada melon, pisang, hingga singkong.

"Seluruh kawasan memiliki ciri khas masing-masing produk unggulan, seperti di Banyuasin ada padi, di Sulawesi Barat ada kakao, durian. Kemudian di beberapa kawasan lain seperti di Maluku, Maluku Utara ada pala," ungkap Viva Yoga.

Kementrans pun merencanakan untuk membuat program hilirisasi melalui industri yang melibatkan masyarakat transmigrasi. Harapannya itu akan menciptakan ekosistem ekonomi yang terintegrasi di kawasan transmigrasi.

"Pengembangan dari produk unggulan itu kita sesuaikan dengan potensi masing-masing di kawasan transmigrasi. Contohnya sekarang yang sudah berjalan itu di NTT, Sumba Timur, sudah berdiri pabrik gula," papar Wamentrans.

"Kita menginginkan agar proses pengembangan UMKM tidak sekadar berskala kecil tapi juga bisa nasional dan nanti berorientasi ekspor," imbuhnya.

Dalam hilirisasi pengembangan ekonomi di kawasan transmigrasi, pihaknya menginginkan ada pola kerja sama. Misalnya dengan para investor yang akan menanamkan modalnya di kawasan sehingga akan memberikan efek menetes ke bawah (trickle down effect) buat pengembangan ekonomi rakyat. Hal itu kemudian dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kami telah menggandeng off-taker untuk MoU agar produk-produk di petani kawasan transmigrasi (Mesuji) ini bisa dijual di Toko Krisna Bali," ungkap Viva Yoga.

"Ini menjadi komitmen kami bahwa Kementerian Transmigrasi menginginkan agar perjuangan dari para warga trans yang menanam, memproses, kemudian memproduksi itu ada off-takernya yang kira-kira nanti akan dapat meningkatkan pendapatan mereka," pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, pengusaha oleh–oleh asal Bali Gusti Ngurah Anom atau Ajik Krisna mengakui potensi produk-produk Lampung khususnya Mesuji.

"Saya lihat alamnya sangat menjanjikan dan pertaniannya sangat meyakinkan. Terutama di sini banyak ada singkong," kata Ajik.

Dari lawatan itu, Ajik akan mengkurasi produk-produk UMKM di Kabupaten Mesuji ini untuk dipasarkan di toko oleh-oleh Krisna.

"Produk-produk yang sudah dikirim ke Bali, misalnya ada 20 produk atau 50 produk, tentunya tidak akan bisa semua masuk ke Krisna. Tentu hasil kurasi nanti di Bali yang menentukan. Pasti ada yang masuk, kalaupun ada yang belum masuk, nanti saya ketemu Bupati, mungkin taste-nya diperbaiki. Karena kan setiap daerah beda taste," paparnya.

Sementara itu, Bupati Mesuji Elfianah mengatakan wilayahnya memiliki potensi besar untuk pengembangan tanaman pangan dan perkebunan.

"Luas lahan sawah di Kabupaten Mesuji mencapai 29.167,8 hektare, terdiri atas lahan tadah hujan seluas 7.500 hektare dan lahan rawa pasang surut seluas 21.665 hektare. Kabupaten ini mempunyai indeks pertanaman sebesar 1,7 dan produktivitas rata-rata 5,1 ton per hektare," katanya dalam kesempatan yang sama.

Saat ini, katanya, terdapat 35 UMKM binaan di kawasan transmigrasi. Namun untuk seluruh Mesuji ada lebih dari 400 UMKM.

"Produk unggulan kita banyak. Kalau dari bidang tanaman buah-buahan ada melon, ada semangka, terus singkong. Kita punya keripik singkong banyak," pungkasnya. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya