Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Waspada Cuaca Ekstrem di 31 Daerah dan Gelombang Tinggi 4 Meter di Perairan Jawa Tengah 22 Januari 2026

Akhmad Safuan
22/1/2026 11:00
Waspada Cuaca Ekstrem di 31 Daerah dan Gelombang Tinggi 4 Meter di Perairan Jawa Tengah 22 Januari 2026
Kawasan Tanan Nasional Gunung Merbabu cukup cerah Kamis (22/1/2026) pagi, tetapi memasuki siang berpeluang hujan ringan-sedang, bahkan berpotensi cuaca ekstrem hingga malam nanti.(MI/Akhmad Safuan )

CUACA ekstrem masih berpotensi di 31 daerah Kamis, 22 Januari 2026, hingga dapat berdampak bencana hidrometeorologi, gelombang tinggi hingga 4 meter disertai hujan di perairan Jawa Tengah. 

Pada pagi umumnya berawan, hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura. Memasuki siang, sore hingga malam intensitas hujan meningkat merata di di Jawa Tengah, bahkan cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi di 31 daerah.

Gelombang tinggi 2,5-4 meter masih berlangsung di perairan selatan dan ketinggian 1,25-2,5 meter di perairan utara, bahkan dapat disertai hujan dan badai sehingga cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran, air laut pasang juga masih terjadi di perairan utara berdampak banjir di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah.

Gelombang tinggi 2,5-4 meter masih berlangsung di perairan selatan dan ketinggian 1,25-2,5 meter di perairan utara, bahkan dapat disertai hujan dan badai sehingga cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran, air laut pasang juga masih terjadi di perairan utara berdampak banjir di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah.

"Waspadai bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung, katebabcuaca ekstrem masih berpotensi di 31 daerah di Jawa Tengah," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Agus Triyono Kamis (22/1).

Potensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah, lanjut Agus Triyono, menyebar dari kawasan pegunungan, dataran tinggi, Pantura, Jawa Tengah bagian timur hingga Solo Raya, sehingga dapat memicu bencana hidrometeorologi, sehingga diminta warga berada di daerah tersebut untuk waspada terhadap perubahan cuaca ini.

Daerah di Jawa Tengah berpotensi cuaca ekstrem, ungkap Agus Triyono, yakni Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Pati, Kudus, Jepara, Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Brebes Magelang, Surakarta, Salatiga, Pekalongan, Tegal, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa.

Sedangkan daerah lainnya, menurut Agus Triyono, berpeluang diguyur hujan ringan-sedang, angin berhembus dari arah barat ke utara dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 60-95 persen.

Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Shafira Tsanyfadhila mengatakan selain air laut pasang (rob) masih berlangsung pukul 19.00-24.00 WIB dengan ketinggian maksimum 0,9 meter, gelombang tinggi baik di perairan utara maupun selatan Jawa Tengah masih berlangsung.

"Waspada gelombang tinggi disertai hujan badai dan kecepatan angin diatas 15 knot, sangat berisiko terhadap aktivitas pelayaran seperti kapal nelayan, tongkang maupun angkutan barang dan orang," ujar Shafira Tsanyfadhila. (AS/E-4). 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya