Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Tim SAR Berhasil Evakuasi Korban Kedua dari Jurang 350 Meter dari Jalur Berbeda

Lina Herlina
20/1/2026 20:12
Tim SAR Berhasil Evakuasi Korban Kedua dari Jurang 350 Meter dari Jalur Berbeda
Evakuasi jenazah korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Maros, Sulawesi Selatan.(MI/Lina Herlina)

DI tengah medan ekstrem berupa lembah curam dan tebing terjal, tim SAR gabungan kembali membuktikan ketangguhannya. Pada Selasa (20/1), seorang korban perempuan berhasil dievakuasi dari kedalaman sekitar 350 meter di lokasi kecelakaan pesawat ATR 42-500 di perbatasan Maros-Pangkep. 

Ini merupakan korban kedua yang berhasil dibawa keluar dari jantung lokasi bencana sejak operasi pencarian dan pertolongan (SAR) dimulai.

Evakuasi yang penuh tantangan itu dilakukan dengan teknik vertical rescue setelah tim harus menuruni jurang dalam. Cuaca buruk berupa hujan dan kabut sempat memperparah kondisi dengan jarak pandang terbatas di area pegunungan tersebut.

"Proses evakuasi dilakukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian. Tim bekerja dari lembah menuju puncak dengan peralatan khusus," jelas Muhammad Arif Anwar, Kepala Kantor SAR Kelas A Makassar yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC). 

Korban yang telah dievakuasi saat ini sedang dalam perjalanan menuju Posko Tompobulu, Pangkep untuk kemudian diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI), yang selanjutnya dilakukan identifikasi post mortem oleh Bidokkes Polda Sulsel.

Jika korban kedua (perempuan) dievakuasi lewat Tompobulu Pangkep, evakuasi korban pertama (laki-laki) berbeda jalur, karena mengarah ke Cendrana Maros.

Operasi besar-besaran ini melibatkan 1.075 personel dari berbagai elemen, termasuk Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan komunitas pecinta alam. 

Kekuatan tersebut dibagi dalam enam Search and Rescue Unit (SRU) darat dan vertikal. Teknologi juga dikerahkan maksimal dengan dukungan helikopter, pesawat intai, dan drone thermal untuk memetakan medan dan mempercepat pencarian di area yang luas.

"Operasi ini adalah wujud nyata sinergi dan kemanusiaan. Fokus kami tetap pada pencarian seluruh korban dengan mengutamakan keselamatan tim di lapangan," tegas Arif Anwar.

Hingga berita ini diturunkan, operasi SAR masih terus berlangsung tanpa jeda. Perkembangan situasi dan kondisi cuaca di lapangan akan menjadi penentu penyesuaian strategi pencarian ke depan.

Lantaran, masih delapan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yang belum ditemukan. (LN/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya