Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Sidik Jari Ungkap Identitas Korban Pesawat ATR 42-500, Dipastikan Florencia Lolita Wibisono

Lina Herlina
21/1/2026 12:41
Sidik Jari Ungkap Identitas Korban Pesawat ATR 42-500, Dipastikan Florencia Lolita Wibisono
Kabid Dokkes Polda Sulsel, Kombes Muh Haris.(MI/Lina Herlina)

TIM Disaster Victim Identification (DVI) gabungan berhasil mengidentifikasi jenazah pertama dari kecelakaan pesawat melalui metode sidik jari. Secara saintifik, jenazah dengan kode PM62B01 dipastikan adalah Florensia Lolita Wibisono, 33, setelah pembandingan data postmortem dan antemortem menunjukkan kecocokan sempurna.

"Jenazah dengan kode postmortem PM62B01 telah teridentifikasi sebagai Florensia Lolita Wibisono, perempuan 33 tahun, warga Apartemen Oak, Pulau Gadung, Jakarta Timur," sebut Kabid Dokkes Polda Sulsel, Kombes Muh Haris, Rabu (21/1).

Ia merinci komposisi tim yang meliputi unsur Polda Sulsel, Pusdokkes Polri, dan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Identifikasi Florencia, selain melalui sidik jari, juga diperkuat dengan data properti dan ciri medis.

Kepala Pusat Identifikasi (PusIDEN) Pusdokkes Polri, Brigjen Mashudi, mengucap syukur, karena kondisi jenazah masih baik sehingga papiler sidik jari masih terbaca. "Dengan peralatan yang kami miliki, kami bisa langsung membacanya,” ucapnya.

Namun, untuk memastikan keakuratan secara ilmiah, tim melakukan pembandingan menyeluruh. Sidik jari jempol tangan kiri jenazah dibandingkan secara manual dengan data pembanding atau data antemortem yang valid.

“Maka kini secara ilmu pengetahuan, yang bersangkutan adalah Florencia Lolita Wibisono. Kami yakin, sangat yakin berdasarkan keilmuan,” tegas Mashudi, menekankan bahwa pembuktian ini tidak terbantahkan dan diakui secara internasional.

Kapolda Sulsel, Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro, dalam pernyataannya menggarisbawahi pentingnya pembuktian saintifik tersebut. “Ini secara saintifik dan pembuktian ini sudah diakui internasional terkait identifikasi korban,” ujarnya.

Meski satu korban telah berhasil diidentifikasi, Kapolda menegaskan bahwa fokus utama tim gabungan di lapangan tetap pada pencarian dan penyelamatan delapan korban lainnya yang diperkirakan masih mungkin untuk ditemukan.
“Kami masih meyakini masih ada korban yang bisa diselamatkan dalam kondisi selamat. Ini tetap kita pegang teguh,” kata Djuhandhani.

Dan masih ada satu korban lagi yang berjenis kelamin laki-laki baru tiba pagi, dan sedang dilakukan identifikasi postmortem oleh tim DVI.

Ia juga memohon pemahaman publik terkait kendala cuaca yang mempengaruhi kecepatan proses evakuasi dan pencarian di lokasi kejadian.

Untuk tindakan lanjutan, koordinasi dengan keluarga korban telah dilakukan terkait penyerahan jenazah, yang prosesnya akan dipimpin oleh Basarnas selaku leading sector. (LN/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya