Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Disaster Victim Identification (DVI) gabungan berhasil mengidentifikasi jenazah pertama dari kecelakaan pesawat melalui metode sidik jari. Secara saintifik, jenazah dengan kode PM62B01 dipastikan adalah Florensia Lolita Wibisono, 33, setelah pembandingan data postmortem dan antemortem menunjukkan kecocokan sempurna.
"Jenazah dengan kode postmortem PM62B01 telah teridentifikasi sebagai Florensia Lolita Wibisono, perempuan 33 tahun, warga Apartemen Oak, Pulau Gadung, Jakarta Timur," sebut Kabid Dokkes Polda Sulsel, Kombes Muh Haris, Rabu (21/1).
Ia merinci komposisi tim yang meliputi unsur Polda Sulsel, Pusdokkes Polri, dan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Identifikasi Florencia, selain melalui sidik jari, juga diperkuat dengan data properti dan ciri medis.
Kepala Pusat Identifikasi (PusIDEN) Pusdokkes Polri, Brigjen Mashudi, mengucap syukur, karena kondisi jenazah masih baik sehingga papiler sidik jari masih terbaca. "Dengan peralatan yang kami miliki, kami bisa langsung membacanya,” ucapnya.
Namun, untuk memastikan keakuratan secara ilmiah, tim melakukan pembandingan menyeluruh. Sidik jari jempol tangan kiri jenazah dibandingkan secara manual dengan data pembanding atau data antemortem yang valid.
“Maka kini secara ilmu pengetahuan, yang bersangkutan adalah Florencia Lolita Wibisono. Kami yakin, sangat yakin berdasarkan keilmuan,” tegas Mashudi, menekankan bahwa pembuktian ini tidak terbantahkan dan diakui secara internasional.
Kapolda Sulsel, Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro, dalam pernyataannya menggarisbawahi pentingnya pembuktian saintifik tersebut. “Ini secara saintifik dan pembuktian ini sudah diakui internasional terkait identifikasi korban,” ujarnya.
Meski satu korban telah berhasil diidentifikasi, Kapolda menegaskan bahwa fokus utama tim gabungan di lapangan tetap pada pencarian dan penyelamatan delapan korban lainnya yang diperkirakan masih mungkin untuk ditemukan.
“Kami masih meyakini masih ada korban yang bisa diselamatkan dalam kondisi selamat. Ini tetap kita pegang teguh,” kata Djuhandhani.
Dan masih ada satu korban lagi yang berjenis kelamin laki-laki baru tiba pagi, dan sedang dilakukan identifikasi postmortem oleh tim DVI.
Ia juga memohon pemahaman publik terkait kendala cuaca yang mempengaruhi kecepatan proses evakuasi dan pencarian di lokasi kejadian.
Untuk tindakan lanjutan, koordinasi dengan keluarga korban telah dilakukan terkait penyerahan jenazah, yang prosesnya akan dipimpin oleh Basarnas selaku leading sector. (LN/E-4)
PULUHAN pelayat yang memadati Pemakaman Darussalam Valley, Rimangloe, Kecamatan Bontomarannu, Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (25/1).
Pendaki sekaligus relawan kemanusiaan, Agam Rinjani, terpantau sudah berada di Posko Advanced Jungle Unit (AJU) Desa Tompo Bulu untuk membantu proses evakuasi di medan terjal.
OPERASI pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Kamis (22/1) memasuki hari keenam.
MEMASUKI hari kelima operasi pencarian, Tim SAR berhasil menemukan korban ketiga jatuhnya pesawat ATR 42-500.
PROSES identifikasi dua jenazah yang ditemukan di kawasan pegunungan Sulawesi Selatan menghadapi sejumlah kendala teknis.
TRAGEDI jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di Gunung Bulusaraung menyisakan duka yang sangat mendalam.
OPERASI pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Kamis (22/1) memasuki hari keenam.
PROSES identifikasi dua jenazah yang ditemukan di kawasan pegunungan Sulawesi Selatan menghadapi sejumlah kendala teknis.
DI tengah medan ekstrem berupa lembah curam dan tebing terjal, tim SAR gabungan kembali membuktikan ketangguhannya.
TIM SAR gabungan masih melakukan pencarian dan evakuasi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved