Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM SAR gabungan masih melakukan pencarian dan evakuasi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Pesawat milik Indonesia Air Transport (IAT) itu sebelumnya disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk patroli.
Kepala Kantar SAR (Basarnas) Makassar, M. Arif Anwar, ketika dikonfirmasi membenarkan perkembangan tersebut. "Benar, dua jenazah telah ditemukan oleh tim di lapangan. Satu jenazah pertama telah berhasil dievakuasi ke bawah. Untuk jenazah kedua, proses pengangkatan dari lokasi masih berlangsung," jelas Arif.
Namun, ia menegaskan bahwa operasi belum berakhir. "Sampai saat ini belum ada informasi terkait temuan korban ketiga. Pencarian masih terus dilakukan secara intensif di area sekitar lokasi kejadian, sambil paralel dengan proses evakuasi korban yang sudah ditemukan," tambahnya.
Informasi dari lapangan yang dihimpun menunjukkan proses evakuasi berlangsung sulit akibat medan yang berat. Salah satu anggota tim rescue, Zulfan Dg Ngago, melaporkan dari lokasi, "Saya sementara 50 meter dari puncak gunung. Sementara menunggu pengangkatan jenazah ke-2 yang ditemukan."
Sementara itu, jenazah korban pertama telah berhasil dibawa turun melalui jalur pedesaan. Rezky, seorang crew rescue lain, mengonfirmasi,
"Tim dari posko Cenrana (penjemput korban pertama) sudah menuju Kampung Baru, lanjut ke Lampesso, Kabupaten Maros untuk menjemput paketnya (jenazah)," tulisnya. (LN/E-4)
DI tengah medan ekstrem berupa lembah curam dan tebing terjal, tim SAR gabungan kembali membuktikan ketangguhannya.
KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan pendampingan pada keluarga tiga korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang disewa KKP.
OPERASI pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan, memasuki fase kritis pada hari keempat.
HARIADI, kru pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar yang jatuh, Sabtu (17/1) lalu yang bertugas sebagai Operation Officer (FOO) di Indonesia Air Transport, hingga kini belum ditemukan.
Tim Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan yang menangani kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban.
DI tengah medan ekstrem berupa lembah curam dan tebing terjal, tim SAR gabungan kembali membuktikan ketangguhannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved