Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Disaster Victim Identification (DVI) Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri telah mengumpulkan data ante mortem delapan dari sepuluh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport (IAT).
Pengumpulan data ante mortem atau data ciri-ciri semasa hidup korban dilakukan langsung dari keluarga korban, sebagai bagian dari proses awal identifikasi dalam kecelakaan pesawat ATR 42 yang terjadi di wilayah Sulawesi Selatan.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Didik Supranoto, mengatakan masih terdapat dua korban yang proses pengumpulan data ante mortem-nya belum rampung. Keduanya merupakan awak kabin pesawat ATR 42-500.
“Untuk menjaga akurasi dan menghindari kesalahan informasi, kami belum dapat menyampaikan identitas korban yang sudah maupun yang belum terdata,” ujar Didik, Senin (19/1), di Gedung Bidokkes Polda Sulsel.
Identifikasi Korban Pesawat ATR 42 Menunggu Evakuasi Jenazah
Didik menjelaskan, data ante mortem yang telah dikumpulkan nantinya akan dicocokkan dengan data post mortem setelah jenazah korban berhasil dievakuasi.
“Data ante mortem dan post mortem akan kami cocokkan untuk memastikan identitas korban. Saat ini kami masih menunggu penyerahan jenazah atau temuan lainnya,” jelasnya.
Proses pengumpulan data keluarga korban dilakukan dengan metode jemput bola, mengingat keluarga korban pesawat ATR 42 tersebar di berbagai wilayah, seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Bekasi.
Kabid DVI Pusdokkes Polri, AKBP Wahyu Hidayati, menyampaikan bahwa tim DVI berkoordinasi dengan Polda setempat untuk mendatangi keluarga yang tidak dapat hadir langsung ke Posko DVI di RS Bhayangkara Polda Sulsel. Beberapa keluarga juga difasilitasi pihak maskapai untuk datang ke posko.
Menanggapi pertanyaan terkait pengambilan sampel di lokasi kejadian, Wahyu menegaskan bahwa sesuai standar operasional DVI Polri, pengambilan sampel DNA dan pemeriksaan post mortem tidak dilakukan di tempat kejadian perkara (TKP).
“Pemeriksaan jenazah dilakukan di tempat yang telah disiapkan agar administrasi dan dokumentasi data berjalan tertib. Hingga saat ini kami belum menerima jenazah, sehingga pemeriksaan post mortem belum dilakukan,” katanya.
Meski demikian, Wahyu menegaskan tim DVI tetap aktif melakukan pengumpulan data ante mortem sebagai bagian dari proses identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.
Proses identifikasi akan dilanjutkan secara menyeluruh setelah seluruh jenazah dan barang bukti korban diserahkan kepada tim DVI untuk pemeriksaan lanjutan dan pencocokan data.(Z-10a)
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport hilang kontak dan ditemukan jatuh di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan, diduga akibat masalah mesin.
Sosok Captain Andy Dahananto, pilot pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan mengalami insiden jatuh, dikenal sebagai pribadi yang ramah, rendah hati, dan memiliki kepedulian sosial tinggi
TIM SAR mendirikan tenda di puncak Bukit Bulusaraung, Kabupaten Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan setelah penemuan badan dan ekor pesawat ATR 42 -500
Proses evakuasi korban pesawat ATR 42 jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, terpaksa ditunda akibat medan ekstrem dan kabut tebal.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI mendesak Kemenhub melakukan audit soal insiden hilangnya kontak pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dengan registrasi PK-THT di wilayah Maros
TIM SAR gabungan berhasil menemukan korban kedua berjenis kelamin perempuan, dari jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport di lereng Gunung Bulusaraung namun belum dievakuasi
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport hilang kontak dan ditemukan jatuh di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan, diduga akibat masalah mesin.
Presiden Prabowo Subianto langsung memerintahkan pencarian dan evakuasi korban pesawat ATR 42-500 sesegera mungkin setelah menerima laporan saat memimpin rapat terbatas beberapa hari lalu.
UPAYA pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 masih terus dilakukan. Hari ini, Tim Search and Rescue (SAR) Universitas Hasanuddin (Unhas) ikut turun tangan.
TIM SAR bersiap memanfaatkan teknologi modifikasi cuaca untuk menghadapi kendala kabut tebal dan hujan di Gunung Bulusaraung, lokasi kecelakaan pesawat ATR 42-500.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved