Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
OPERASI pencarian dan pertolongan (SAR) untuk korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan terjal Gunung Bulusaraung masih terkendala medan ekstrem dan cuaca buruk. Dua korban telah ditemukan, tapi tim gabungan Basarnas belum berhasil mengevakuasi mereka ke posko kesehatan.
Kepala Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, dalam keterangan persnya, Senin (19/1) menjelaskan bahwa kedua korban ditemukan pada kedalaman yang berbeda di lereng yang sama.
Korban pertama yang ditemukan kemarin Minggu (18/1) berada di kedalaman sekitar 200 meter dari puncak, sementara korban kedua ditemukan lebih dalam lagi, sekitar 500 meter dari puncak.
"Lokasi kejadian berada dalam kondisi tebing yang sangat terjal, curam, hampir tegak lurus di 90 derajat. Dengan kondisi di situ sebagian besar memang bebatuan. Kondisi ini membuat pendekatan darat sangat sulit dan berbahaya bagi para rescuer," jelas Syafii.
Rencana awal untuk mengevakuasi korban dengan helikopter yang hanya membutuhkan waktu tempuh kurang dari 10 menit dari pos pangkalan, terpaksa tertunda karena cuaca buruk. Awan tebal dan visibilitas rendah di sekitar puncak gunung membuat operasi udara tidak mungkin dilakukan untuk sementara.
"Kita sudah berkomunikasi baik dengan BMKG maupun BNPB untuk bisa dibantu dengan operasi modifikasi cuaca. Mudah-mudahan dengan kondisi cuaca yang lebih baik kita prioritaskan akan melaksanakan evakuasi dengan udara," tambah Syafii.
Tim menunggu momen yang tepat untuk menerbangkan helikopter guna mengangkat korban dari lokasi yang sulit dijangkau. Dengan demikian, masih ada delapan korban lagi dalam pencarian.
Sambil menunggu cuaca membaik, unsur darat yang terdiri dari lebih dari 1.200 personel gabungan terus berupaya mendekati lokasi korban dengan berjalan kaki melalui jalur pendakian. Basarnas juga telah melibatkan masyarakat lokal yang mengetahui medan untuk memandu tim.
"Korban sudah bersama rescuer. Artinya korban tidak sendiri, rescuer sudah menjaga mereka. Kita menunggu tim rescuer darat untuk bisa mendekat," ujar Syafii, menegaskan bahwa korban yang telah ditemukan tidak ditinggalkan.
Syafii menegaskan bahwa fokus utama operasi saat ini masih pada pemanfaatan golden time (waktu emas) untuk menemukan dan mengevakuasi korban lain yang mungkin masih selamat.
Area pencarian telah dibagi menjadi empat sektor setelah ditemukannya serpihan tubuh (body part) dan puing pesawat yang tersebar di beberapa titik.
"Kita semua berharap bahwa operasi yang kita laksanakan bisa segera menemukan dan juga mengevakuasi korban dan harapan kita dalam kondisi selamat," pungkasnya, sembari meminta dukungan dan doa dari masyarakat agar seluruh korban dapat ditemukan. (H-3)
Selain pengambilan sampel DNA, tim turut mengumpulkan data antemortem korban dari istri korban, RES, yang beralamat di Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar
Presiden Prabowo Subianto langsung memerintahkan pencarian dan evakuasi korban pesawat ATR 42-500 sesegera mungkin setelah menerima laporan saat memimpin rapat terbatas beberapa hari lalu.
UPAYA pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 masih terus dilakukan. Hari ini, Tim Search and Rescue (SAR) Universitas Hasanuddin (Unhas) ikut turun tangan.
TIM SAR bersiap memanfaatkan teknologi modifikasi cuaca untuk menghadapi kendala kabut tebal dan hujan di Gunung Bulusaraung, lokasi kecelakaan pesawat ATR 42-500.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyampaikan seluruh awak pesawat yang bertugas dalam penerbangan pesawat ATR 42-500 dalam kondisi baik.
Polisi kumpulkan data 8 korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik IAT. Proses identifikasi menunggu evakuasi jenazah di Sulsel.
Presiden Prabowo Subianto langsung memerintahkan pencarian dan evakuasi korban pesawat ATR 42-500 sesegera mungkin setelah menerima laporan saat memimpin rapat terbatas beberapa hari lalu.
UPAYA pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 masih terus dilakukan. Hari ini, Tim Search and Rescue (SAR) Universitas Hasanuddin (Unhas) ikut turun tangan.
TIM SAR bersiap memanfaatkan teknologi modifikasi cuaca untuk menghadapi kendala kabut tebal dan hujan di Gunung Bulusaraung, lokasi kecelakaan pesawat ATR 42-500.
Meski beberapa bagian pesawat dan korban telah terlihat, proses evakuasi belum dapat dilakukan akibat cuaca ekstrem dan kondisi medan yang berat di lokasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved